Etnopuitika Lagu Ende Deku Dengu Ciptaan Jakobus Ari

Authors

  • Alexander Bala Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Flores

Abstract

Tulisan ini membicarakan keragaman etnik Lio, secara khusus tentang keragaman seni sastra dan lagu, dengan dua masalah pokok, yaitu (1) apakah sikap hidup Etnik Lio yang tercermin dalam lagu berbahasa daerah Lio?, dan (2) bagaimanakah unsur-unsur puitika dalam lagu berbahasa daerah Lio? Metode dokumentasi digunakan dalam pengumpulan data, sedangkan teori yang digunakan adalah teori Puitika Jakobson, dan Pandangan Dunia Goldman. Analisis data menunjukkan bahwa lagu Ende Deku Dengu ciptaan Iakobus Ari, dari aspek sikap hidup dan sosiologi menggambarkan kehidupan masyarakat di Ende sangat toleran, antara satu dengan yang lain. Toleransi, serta persatuan dan kesatuan inilah yang membuat orang (etnik) lain yang datang ke Ende merasa hidupnya nyaman, aman, tenteram, dan damai. Hal lain yang membuat orang berbondong-bondong mendatangi Ende adalah keajaiban alam danau Kelimutu dan sarung Kelimara yang kemilau. Dari aspek puitikia, lagu Ende Deku Dengu mengandung sifat simbolis dan multidimensional, seperti stilistika dan puitika, rima, dan citraan, metafora dan metonimi.

Keywords:

ende-lio, lagu, puitika, sikap hidup

References

Aslinda & Syafyahya. 2007. Pengantar Sosiolinguistik. Bandung: PT. Refika Aditama.
Audifax. Seni dan Kebangsaan. Jawa Pos: 23 Agustus 2009.
Budianta, Melani. 2002. Teori Sastra Sesudah Strukturalisme: Dari Studi Teks Ke Studi Wacna Budaya. (Hal. 48-49). Bahan Pelatihan Teori dan Kritik Sastra, PPPG Bahasa, 27–30 Mei 2002. Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Budaya Lembaga Penelitian Universitas Indonesia.
Chaer, Abdul & Agustina Leonie. 2004. Sosiolinguistik: Perkenalan Awal. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Damono, Joko Sapardi. 2002. Beberapa Catatan Tentang New Criticism. (Hal. 2). Bahan Pelatihan Teori dan Kritik Sastra, PPPG Bahasa, 27–30 Mei 2002. Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Budaya Lembaga Penelitian Universitas Indonesia.
Damono, Joko Sapardi. 2002. Apresiasi,Kritik,dan Ilmu Sastra. (Hal. 5). Bahan Pelatihan Teori dan Kritik Sastra, PPPG Bahasa, 27–30 Mei 2002. Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Budaya Lembaga Penelitian Universitas Indonesia.
Dhakidae, Daniel. 2013. Dari Tempat Pembuangan menjadi Rumah Pemulihan: Makna Soekarno bagi Ende, dan Ende bagi Soekarno, dalam buku berjudul Soekarno–Ende, 1934–1938 (halaman 13–79). Penerbit CV.Brimotry Bulaksumur Visual Yogyakarta.
Genua, Veronika. 2007. Teks Sodha dalam Ritual Joka Ju pada Masyarakat Ende Flores. (Tesis). Denpasar: Program Magister Linguistik Universitas Udayana.
Hoed, Benny.H. 2008. Semiotik dan Dinamika Sosial Budaya. Jakarta: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitaas Indonesia.
Jumadi. 2005. Representasi Kekuasaan dalam Wacana Kelas. Malang: Program Pascasarjana Universitas Negeri Malang. Disertasi tidak diterbitkan.
Kadarisman, Efendi A. 2009. Mengurai Bahasa Menyibak Budaya. Malang: Universitas Negeri Malang.
Levi, Ferdi. 2013. Mengajar Membaca Notasi Angka. Ende: Penerbit Nusa Indah.
Mbete, Aron Meko,dkk. 2006. Khazanah Budaya Lio-Ende. Ende: Pustaka Larasan dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ende.
Mbete, Aron Meko,dkk. 2008. Nggua Bapu: Ritual Perladangan Etnik Lio–Ende. Ende: Pustaka Larasan dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ende.
Ratna, Nyoman Kutha. 2009. Stilistika. Kajian Puitika Bahasa, Sastra, dan Budaya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Sumarsono. 2009. Sosiolinguistik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Thompson, B. John. 2005. Filsafat Bahasa dan Hermeneutik. Terjemahan oleh DR.Abdullah Khozin Afandi. 2005. Surabaya: Visi Humanika.

Downloads

Published

2020-07-08

Issue

Section

Articles