Penggunaan Sebagian Pasir Laut Sebagai Pengganti Agregat Halus Dalam Campuran Beton Dapat Meningkatkan Mutu Beton

Authors

  • Mikael Wora Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Flores
  • Arnold S. Da’o Alumni Program Studi Teknik Sipil Universitas Flores

Abstract

Studi eksperimental kekuatan beton dengan menggunakan pasir laut sebagai pengganti agregat halus dalam campuran beton. Perencanaan Campuran beton berdasarkan metode SK-SNI-T-15-1990-03. Persentase pasir laut yang digunakan adalah 0%, 10%, 20%, 30%, 40%, dan 50%. Benda uji yang berbentuk kubus ukuran 15 cm x 15 cm x 15 cm berjumlah 120 buah, masing-masing perilaku berjumlah 20 buah dan mutu beton rencana K-200. Pengujian kekuatan beton pada umur 3, 7, 14, 21, dan 28 hari. Hasil penelitian pemeriksaan fisik bahan terhadap pasir Pasir laut Pantai Ndao Ende; kadar lumpur yang terkandung  3,9% dari yang ditentukan < 5%, berat jenis pasir 3.07 kg/cm³ dari yang disyaratkan 2,50 kg/cm³ dan masuk dalam zona III. Hasil kuat tekan mengunakan pasir laut 0% 234,48 kg/cm², Kuat tekan mengunakan pasir laut 10% 273,94 kg/cm², Kuat tekan mengunakan pasir laut 20% 244,98 kg/cm², Kuat tekan mengunakan pasir laut 30% 232,30 kg/cm², Kuat tekan mengunakan pasir laut 40% 205,59 kg/cm², Kuat tekan mengunakan pasir laut 50% 165,66 kg/cm². Hasil menunjukkan bahwa pasir laut dapat digunakan dalam campuran beton sebesar 10-20% dan meningkatkan mutu beton mencapai 16,83 % dari beton normal.

Downloads

Download data is not yet available.

Keywords:

Beton, Pasir laut, kuat tekan

References

Anonim. (2001). Buku Pedoman Pengujian Laboratorium Beton. Bekasi : DEP. Pemukiman dan Prasarana Wilayah – Balitbang Kimpraswil.
Ilmu Bahan Bangunan.
(1997). Laporan Pratikum Pelatihan Teknis Laboratorium Quality Control. Jakarta : Pusat Pelatihan MBT.
(1997). Pelatihan Quality Control of Civil Work. Jakarta : Pusat Pelatihan MBT.
(1971). Peraturan Beton Bertulang Indonesia. Bandung : DPU dan Tenaga Listrik.
(1989). Perhitungan Konstruksi Beton Bertulang Berdasarkan Pedoman Beton. Surabaya : ITS.
(1991). Tata Cara Pembuatan Beton Normal SK SNI T – 1991 – 03. Bandung : DPU, Yayasan LPM.
Honing, J. (1982). Konstruksi Beton. Jakarata : Pratnya Paramita.
Murdock. (1986). Teknologi Beton. Surabaya : ITS.
Rahmadiyanto dan Samekto, W. (2001). Teknologi Beton. Yogyakarta : Kanisius.
Subakti, A. (1995). Teknologi Beton Dalam Praktek. Surabaya : ITS.
Kanseryani, Y. (2004). Analisis Kuat Tekan Beton Dengan Menggunakan Pasir Sedimen Sebagai Agregat Halus Di Kota Ende. Ende : Skripsi Fakultas Teknik Universitas Flores.

Downloads

Published

2019-10-10

How to Cite

Wora, M., & Da’o, A. S. . (2019). Penggunaan Sebagian Pasir Laut Sebagai Pengganti Agregat Halus Dalam Campuran Beton Dapat Meningkatkan Mutu Beton. TEKNOSIAR, 9(1), 13-22. Retrieved from http://e-journal.uniflor.ac.id/index.php/TEKNOSIAR/article/view/184

Issue

Section

Articles