Pengembangan Kawasan Wisata Hutan Mangrove Di Desa Nira Nusa Kecamatan Maurole Kabupaten Ende (Dengan Pendekatan Tema Ekowisata)

Authors

  • Guaredini Karlos Paso Pande Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Flores
  • Dian Fitriawati Mochdar Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Flores
  • Fabiola T.A. Kerong Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Flores

DOI:

https://doi.org/10.37478/teknosiar.v13i2.236

Abstract

Desa Nira Nusa Kecamatan Maurole Kabupaten Ende  merupakan desa yang terletak di wilayah pesisir pantai laut Flores. Desa ini memiliki potensi ekowisata yang besar terutama ekosistem mangrove. Desa Nira Nusa memiliki banyak potensi sumberdaya wisata namun belum diteliti lebih lanjut dari aspek-aspek yang mendukung daerah ini untuk dikembangkan menjadi objek wisata mangrove, sehingga data dan informasinya masih bersifat umum. Untuk pengembangan wisata suatu daerah diperlukan kajian mendalam dari berbagai aspek. Maka perlu dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui potensi dan daya tarik wisata mangrove yang ada di Desa Nira Nusa serta menghitung nilai keindahan dari potensi tersebut sehingga dapat dikembangkan menjadi kawasan wisata yang mendukung kelestarian alam serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat stempat. Metode pengumpulan data dilakukan dengan pengamatan langsung di lapangan dan wawancara secara langsung dengan responden untuk memberikan penilaian terhadap keindahan potensi wisata. Hasil penelitian menunjukan bahwa potensi dan daya tarik objek wisata mangrove di Desa Nira Nusa adalah ekosistem mangrove, view ke arah pantai laut Flores, dan budaya serta potensi kearifan lokal. Kegiatan yang dapat dilakukan adalah berwisata, fotografi, memancing, pengamatan burung (bird watching), dan menikmati sunset. Potensi dan daya tarik wisata mangrove Desa Nira Nusa berdasarkan ruang lingkup site yang berada di area pesisir pantai laut Flores.

Downloads

Download data is not yet available.

Keywords:

Mangrove, Potensi wisata, Ekowisata, Berbasis masyarakat

References

Alim Sumarno. (2012). Perbedaan Penelitian dan Pengembangan.
Anonim, 1990, Undang-Undang No. 9 Tahun 1999 Tentang Kepariwisataan, Jakarta.
Anonim, 2004. Peraturan Menteri Kehutanan No.03/MENHUT-V tentang Pedoman Pembuatan Tanaman Rehabilitasi Mangrove Gerakan Rehabilitasi Hutan dan Lahan
A, Yoeti, Oka. Edisi Revisi 1996, Pengantar Ilmu Pariwisata, Penerbit Angkasa, Bandung.
Departemen Kebudayaan Dan Pariwisata, 2009. Prinsip Dan Kriteria Ekowisata Berbasis Masyarakat, Kerjasama Direktorat Produk Pariwisata Direktorat Jenderal Pengembangan Destinasi Pariwisata Dan Wwf-Indonesia.
Direktorat Jenderal Kehutanan. 1978. Pedoman Silvikultur Hutan Payau. Surat Keputusan Direktorat Jenderal Kehutanan No. 60/kpts/DJ/I/1978. Jakarta: Direktorat Jenderal Kehutanan.
Fandeli, Chafid, Pengusaha Ekowisata, Yogyakarta : Pustaka Pelajar, 2000.
FAO. 1994. Mangrove forest management guidelines. FAO Forestry Paper No.117. Rome: FAO.
Hakim, L. 2004.Dasar-Dasar Ekowisata. Bayumedia Publishing. Jawa Timur.
Irawan, Koko. 2010. Potensi Obyek Wisata Sebagai Daya Tarik Wisata. Yogyakarta: Kertas Karya
James , Spillane, J. (1982:20). Pariwisata Indonesia, Sejarah dan Prospeknya.
Kementerian Dalam Negeri. (2009). Peraturan Menteri Dalam Negeri No.33 Tahun 2009 tentang Pedoman Pengembangan Ekowisata di Daerah. Jakarta: Kementerian Dalam Negeri.
Kitamura, S., Anwar, C., Chainago, A dan Baba S. 1997.Buku Panduan Mangrove di Indonesia Bali dan Lombok. Jaya Abadi. Denpasar.
Kodyat, H 1983. Sejarah Pariwisata dan Perkembangnannya di Indonesia.PT GramediaPustaka Utama. Jakarta.
Kustanti A, Yulia RF. 2005. Laporan Pengelolaan Terpadu hutan Mangrove kerjasama : masyarakat, Universitas lampung, dan Kabupaten Lampung Timur. Universitas Lampung. Bandar Lampung.
Massaut L. 1999. Mangrove Management and Shrimp Aquaculture Department of Fisheries and Allied aquaculture and International Center for Aquaculture and Aquatic Environments Auburn University. Alabama. 45 pp.
Tomlinson, P.B. 1986. The Botany of Mangroves. Cambridge University Press,
Cambridge, U.K.
Richard Sihite dalam Marpaung dan Bahar. 2000: 46-47. Pariwisata.www.google.com diakses pada 28 maret 2019.
Rusila Noor, Y. 1999. Panduan pengenalan manggrove di Indonesia.PHKA / WI – IP, Bogor.
Sinaga, Supriono. 2010. “Potensi dan Pengembangan Objek Wisata Di Kabupaten
Tapanuli Tengah”. Kertas Karya. Program DIII Pariwisata. Universitas Sumatera Utara
Suyitno. (2001). Perencanaan Wisata. Yogyakarta: Kanisius.
Wiharyanto, D., 2007, “Kajian Pengembangan Ekowisata Mangrove di Kawasan Konservasi Pelabuhan Tengkayu II Kota Tarakan Kalimantan Timur”, Tesis: Institut Pertanian Bogor.
https://www.tubancity.com/definisi-wisata-bahari.html
https://foresteract.com/taman-wisata-alam-angke-kapuk-taman-wisata-paling-asik/
https://ulinbareng.wordpress.com/2016/08/25/jenis-jenis-wisata
https://www.academia.edu/29883289/Menjelajah_Mangrove_Surabaya
https://docplayer.info/394191-Prinsip-dan-kriteria-ekowisata-berbasis masyarakat.html
http://etheses.uin-malang.ac.id/3103/1/11660034.pdf

Downloads

Published

2019-10-31

How to Cite

Pande, G. K. P. ., Mochdar, D. F. ., & Kerong, F. T. . (2019). Pengembangan Kawasan Wisata Hutan Mangrove Di Desa Nira Nusa Kecamatan Maurole Kabupaten Ende (Dengan Pendekatan Tema Ekowisata). TEKNOSIAR, 13(2), 18-29. https://doi.org/10.37478/teknosiar.v13i2.236

Issue

Section

Articles