Sifat Fisik Dan Mekanik Bambu Sebagai Bahan Konstruksi

Authors

  • Fransiskus Xaverius Ndale Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Flores

Abstract

Paper ini akan menyajikan hasil eksperimental tentang sifat fisik Bambu yang akan digunakan sebagai bahan konstruksi.  Bambu adalah rumput berkayu berbentuk pohon atau perdu. Bambu termasuk ordo Gramineae, familia Bambuseae. Berat jenis dan kerapatan bambu menentukan sifat fisika dan mekanikanya. Berat jenis bambu berkisar antara 0,5 – 0,9 gr/cm³. Bambu mempunyai perbandingan kekuatan dan berat yang sangat tinggi sehingga efisien dan efektif untuk digunakan sebagai bahan bangunan. Kandungan air pada bambu akan berpengaruh pada kekuatan bambu. Kembang susut bambu perlu diperhatikan agar struktur bangunan bambu tidak mengalami perubahan bentuk dan penurunan kualitas akibat adanya penyusutan. Adanya perubahan bentuk ini tentunya akan mengurangi nilai fungsi dari sebuah struktur bangunan.Bambu mempunyai kuat tarik  1180 - 2750 kg/cm²  , kuat tekan 499 – 588 kg/cm² dan kuat lentur 785 – 1960 kg/cm². Kekuatan pada bambu juga dipengaruhi oleh posisinya, bagian terkuat dari bambu adalah kulit. Kekuatan kulit ini sangat jauh lebih tinggi daripada kekuatan bambu bagian dalam. Sedangkan kuat tekan bambu semakin meningkat sesuai dengan umur bambu tersebut. Modulus elastisitas (E) bambu berkisar antara 98.070 – 294.200 kg/cm², tetapi untuk perancangan dipakai E sebesar 294.200 kg/cm². Kuat geser bambu sangat rendah, maka dari itu perancangan bambu sebagai struktur sebagai batang tunggal lebih efektif bila dibandingkan batang ganda.

Downloads

Download data is not yet available.

Keywords:

Sifat fisika bambu, Sifat mekanik bambu, Bahan konstruksi

References

Building Materials and Technology Promotion Council, 2000, Bamboo a material for cost effective and disaster resistant housing, Ministry of Urban Development and Poverty Alleviation, Government of India.
Danaatmaja, Otjo, 2006, Bambu, tanaman tradisional yang terlupakan, Webpage Harian umum PIKIRAN RAKYAT, Bandung.
Krisdianto; Sumarni, Ginuk; Ismanto, Agus, 2005, Sari Hasil Penelitian Bambu, Departemen Kehutanan Republik Indonesia.
Liese, W, 1980, Preservation of Bamboo. In lessard, G & Chouinard, A. Bamboo Research in Asia, IDRC, Canada, p. 165-172
Maideliza, Tezri, 2004, Anatomi Batang Empat Jenis Bambu Sehubungan Dengan Kegunaannya , Webpage Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati.
Morisco, dan Mardjono, F., 1996, Strenght of Filled Bamboo Joints. In Rao, I.V.R and Sastry, C.B., Bamboo, People and The Environment, INBAR, EBF, Government of The Netherlands, IPGRI, and IDRC, p, 113 – 120.
Morisco, 2005, Bambu sebagai bahan bangunan ramah lingkungan, Universitas Gajah Mada, Yogyakarta.
Morisco, F.Mardjono dan T.A.Prayitno. 2005. Pembuatan balok laminasi kualitas tinggi bambu. Laporan Hibah Bersaing. UGM. Yogyakarta.
Prayitno, 2006, Materi kuliah pada program studi Teknik Sipil, Universitas Gajah Mada, Yogyakarta.
Sulthoni, A,. 1998, Suatu Kajian Tentang Pengawetan Bambu Secara Tradisional Untuk Mencegah Serangan Bubuk. Disertasi Doktor Universitas Gajah Mada, Yogyakarta.

Downloads

Published

2019-10-03

How to Cite

Ndale, F. X. (2019). Sifat Fisik Dan Mekanik Bambu Sebagai Bahan Konstruksi. TEKNOSIAR, 7(2), 22-31. Retrieved from http://e-journal.uniflor.ac.id/index.php/TEKNOSIAR/article/view/65

Issue

Section

Articles