Pengaruh Penggunaan Tepung Bata Ringan Pada Campuran Beton Terhadap Kuat Tekan dan Kuat Tarik Belah Beton

Authors

  • Meiske Cunradiana Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Flores
  • Fransiskus Xaverius Ndale Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Flores
  • Yohanes Laka Suku Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Flores

Abstract

Beton adalah suatu bahan bangunan komposit yang terdiri atas kombinasi ukuran tertentu dari agregat kasar, agregat halus, air dan semen. Berbagai upaya telah dilakukan untuk meningkatkan kekuatan beton dengan memodifikasi penyusunannya seperti beton ringan, beton semprot(shotcrete)t, beton fiber, beton mutu tinggi, beton mutu sangat tinggi, beton mampat sendiri, dll. Untuk keperluan tertentu terkadang campuran beton ditambahkan dengan bahan aditif kimia dan mineral. Penambahan bahan performa atau mineral diharapkan dapat mengubah kinerja dan sifat campuran beton sesuai kondisi dan tujuan yang diinginkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh variasi dan kadar tepung bata ringan dalam campuran beton terhadap kuat tekan dan kuat tarik belah beton. Penelitian ini menggunakan metode Standar Nasional Indonesia (SNI). Hasil yang diperoleh kuat tekan maksimum beton adalah 23,66 MPa dan kuat tarik maksimum beton 4,38 MPa dengan persentase 10% tepung pada umur 28 hari yang telah memenuhi dan melebihi kuat tekan dan kuat tarik yang direncanakan. beton. f 'c 20 MPa. Kadar optimum tepung bata ringan 10% dapat meningkatkan kuat tekan dan kuat tarik beton. Hal ini berbanding terbalik dengan persentase 30% dan hasil yang didapat sebesar 50% cenderung mengalami penurunan kekuatan.

Keywords:

beton, kuat tekan, kuat tarik, tepung bata ringan

References

ASTM Internasional. (2002). Standar Test Method for Compressive Strength of Concrete, Section 4, Vol.04.02, ASTM C39.

ASTM Internasional. (2002). Standar Test Method for Flexural Strength of Clyndrical Speciments, Section 4, Vol.04.02, ASTM C78.

ASTM Internasional. (2002). Standar Test Method for Splitting Tensile Strength of Clyndrical Concrete Speciments, Section 4, Vol.04.02, ASTM C496.

Badan Standarisasi Nasional. (2011). SNI 03-4431-2011. Cara Uji Kuat Lentur Beton Nasional dengan Dua Titik Pembebanan. Bandung: Badan Standarisasi Nasional.

Badan Standarisasi Nasional. (1990). SNI S-18-1990-03. Spesifikasi Bahan Tambahan Pada Beton. Jakarta: Badan Standarisasi Nasional.

Basuki.(2018). Bata Ringan. Diambil pada tanggal 14 Oktober 2018 dari https://id.wikipedia.org/wiki/Bataringan.

Mulyono, T. (2005). Teknologi Beton. Yogyakarta: Andi.

Purwati. (2014). Pengaruh Ukuran Butiran Terhadap Kuat Tekan Dan Modulus Elastisitas Beton Kinerja Tinggi Grade 80. Jurnal Arsitektur Universitas Bandar Lampung.

Yulian Yudha Adhityatama. (2016). Analisis pengaruh penambahan pecahan bata ringan sebagai pengganti sebagian agregat halus terhadap kuat tekan beton.

Susilowati. (2011). Pemanfaatan Serbuk Marmer Sebagai Bahan Alternatif Pengganti Semen Pada Campuran Beton Normal. Jurnal Arsitektur Universitas Bandar Lampung.

Rani Oktaviani Tarru. Studi Penggunaan Silica Fume Sebagai Bahan Pengisi (Filler) Pada Campuran Beton.: Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Kristen Indonesia Toraja.

Downloads

Published

2020-04-30

How to Cite

Cunradiana, M. ., Ndale, F. X. ., & Suku, Y. L. . (2020). Pengaruh Penggunaan Tepung Bata Ringan Pada Campuran Beton Terhadap Kuat Tekan dan Kuat Tarik Belah Beton. TEKNOSIAR, 14(1), 20-27. Retrieved from http://e-journal.uniflor.ac.id/index.php/TEKNOSIAR/article/view/657

Issue

Section

Articles