Kajian Keberlanjutan Agribisnis Hortikultura di Kabupaten Sumba Barat

Authors

  • Ernesta Leha

Abstract

West Sumba is one of the regencies in Sumba island province of East Nusa Tenggara. Horticulture is a popular agricultural product there. The market potential for horticultural commodities in West Sumba is quite large but its production is still low. For this reason, the research was conducted with the aim of (1) knowing the sustainability status of horticultural agribusiness in West Sumba and (2) knowing the dominant attributes affecting the sustainability status of horticultural agribusiness development in the region. This is interesting to be examined since the sustainability is related to the ability of an area to increase production in the agricultural sector including the horticulture sub-sector. This study used the Multi-Dimensional Scaling (MDS) analysis method, which is modification of the Rapid Appraisal of the Status of Farming (RAP-farm) method. MDS analysis results show that (1) West Sumba Regency is in a fairly sustainable status for social and institutional dimensions while for the dimensions of ecology, economics and technology are in a less sustainable status and (2) the dominant attributes affecting each dimension are (a ) the ecological dimension is affected by the level of land slope and the level of erosion that occurs; (b) the economic dimension is affected by the management of horticultural products, the contribution to income per capita;  (c) the social dimension is influenced by the existence of horticultural households and of government services; (d) technological dimensions by soil and water conservation technology and the application of technology; (e) the institutional dimension is influenced by conflicts between farmer groups, the availability of marketing institutions and the number of agricultural extension instructor.

Keywords:

production, horticulture, agribusiness, attributes, dominant, sustainability

References

Bungaran Saragih. 2010. Agribisnis paradigma baru pembangunan ekonomi berbasis pertanian. IPB Press, Bogor

Biro Pusat Statistik Sumba Barat. 2013. Kabupaten Sumba Barat Dalam Angka. BPS, Waikabubak

Biro Pusat Statistik Sumba Barat. 2015. Kabupaten Sumba Barat Dalam Angka. BPS Waikabubak

Biro Pusat Statistik. 2017. Kabupaten Sumba Barat Dalam Angka. BPS, Waikabubak

Biro Pusat Statistik Nusa Tenggara Timur. 2013. Provinsi Nusa Tenggara Timur Dalam Angka. BPS, Kupang

Biro Pusat Statistik Nusa Tenggara Timur. 2015. Provinsi Nusa Tenggara Timur Dalam Angka. BPS, Kupang

Biro Pusat Statistik Nusa Tenggara Timur. 2017. Provinsi Nusa Tenggara Timur Dalam Angka. BPS, Kupang

Direktorat Jenderal Hortikultura, 2014. Statistik hortikultura. Kementerian Pertanian, Jakarta

Eriyatno. 2012. Ilmu sistem: Meningkatkan integrasi dan dan koordinasi manajemen. Jilid 2 Ed ke-4. Penerbit Guna Widya, Surabaya

Fauzi A. 2002. Penilaian depresiasi sumberdaya perikanan sebagai bahan pertimbangan penentuan kebijakan pembangunan perikanan. Jurnal Pesisir dan Kelautan 4 (2): 36-49

Fauzi, A. dan S. Anna, 2005. Pemodelan sumber daya perikanan dan lautan untuk analisis kebijakan. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta

Kotler P.2012. Manajemen pemasaran. Edisi ke-13.Penerbit Erlangga, Jakarta

Kepmen LH No.201Tahun 2004. Kriteria baku dan pedoman penentuan kerusakan mangrove. Kementerian Lingkungan Hidup, Jakarta

KEMENTAN RI.2014. Rencana Strategis Kementerian Pertanian 2015-2019. Kementerian Pertanian, Jakarta

Kuncoro M.2014. Otonomi daerah : Menuju era baru pembangunan daerah. Penerbit Erlangga, Jakarta

Kuncoro M. 2011. Metode riset untuk bisnis dan ekonomi : Bagaimana meneliti dan menulis thesis. Jakarta. Penerbit Erlangga, Jakarta

Nasrul W. 2012. Pengembangan kelembagaan pertanian untuk peningkatan kapasitas petani terhadap pembangunan pertania. Menara Ilmu, 29 (3) : 166 - 174

Pitcher, T. J. and D. Preikshot. 2001. Rapfish: A rapid appraisal technique to vvaluate the sustainability status of fisheries. Fisheries Research 49 (2001): 255-270

Pattimahu, Debby V. 2010. Kebijakan pengelolaan hutan mangrove berkelanjutan di Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku. Disertasi. Institut Pertanian Bogor, Bogor

Poerwanto R dan Susila DA. 2013. Teknologi hortikultura. IPB Press, Bogor

Rosidin U. 2015. Otonomi Daerah dan Desentralisasi. Pustaka Setia, Jakarta.

Saragih B. 2010. Pembangunan sektor agribisnis dalam kerangka pembangunan ekonomi Indonesia. Bappenas, Jakarta

Soekartawi, A Soeharjo, John L Dillon, J.Brian Hadaker. 2011. Ilmu usaha tani. UI Press, Jakarta

Suweda. 2011. Penataan ruang perkotaan yang berkelanjutan, berdaya saing dan berotonomi. J Ilmiah Teknik Sipil. 5 (2) : 113-122

Soekartawi. 2011.Agribisnis: Teori dan aplikasinya. Raja Grafindo Persada, Jakarta

Saida, Sabiham S, Sutjahja SH dan Widiatmaka. 2011. Analisis keberlanjutan usahatani hortikultura sayuran pada lahan lereng di Hulu DAS Jeneberang Sulawesi Selatan. J Matematika Sains dan Teknologi.12(1): 110-112

Sunyoto D. 2012. Dasar-dasar manajemen pemasaran. PT Buku Seru, Yogjakarta

Thamrin, Sutjahjo SH, Herison C dan Sabiham S. 2007. Analisis keberlanjutan wilayah perbatasan Kalimantan Barat-Malaysia untuk pengembangan kawasan agropolitan. J.Agro Ekonomi.25(2): 103-124

Theresia A dan Toto. 2014. Pembangunan berbasis masyarakat. Penerbit Alfabeta, Jakarta

Downloads

Published

2020-10-05