Strategi Pengelolaan Monumen Jepang sebagai Destinasi Wisata Sejarah dalam Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Lokal di Kota Kupang
DOI:
https://doi.org/10.37478/jpe.v11i1.8046Abstract
Pengembangan wisata sejarah merupakan strategi yang dapat mengintegrasikan pelestarian warisan budaya dengan peningkatan ekonomi lokal. Kota kupang memiliki monumen Jepang sebagai peninggalan Perang Dunia II yang berpotensi dikembangkan sebagai destinasi wisata sejarah, namun pemanfaatannya belum optimal akibat keterbatasan pengelolaan, fasilitas, promosi, dan keterlibatan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengembangan Monumen Jepang dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal di Kota Kupang. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan Monumen Jepang perlu dilakukan melalui pelestarian nilai sejarah, peningkatan fasilitas, digitalisasi promosi, penyusunan paket wisata, serta pemberdayaan UMKM lokal. Strategi tersebut berpotensi meningkatkan kunjungan wisata, peluang usaha, dan pendapatan masyarakat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Monumen Jepang memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata sejarah yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi lokal apabila didukung oleh kolaborasi pemerintah, pengelola, masyarakat, dan pelaku industri pariwisata secara berkelanjutan.
Downloads
Keywords:
ekonomi lokal, monumen jepang, strategi pengembangan, wisata sejarahReferences
Antara News Kupang. (2025, September 17). 93.695 wisatawan berkunjung ke Kota Kupang hingga Agustus 2025. Antara News NTT.
Antara News Kupang. (2026, Januari 30). 291.803 wisatawan mengunjungi Kota Kupang sepanjang 2025. Antara News NTT.
Ashworth, G. J., & Tunbridge, J. E. (2004). Whose tourist-historic city? Localizing the global and globalizing the local. A companion to tourism, 210.
Balaguer, J., & Cantavella-Jorda, M. (2002). Tourism as a long-run economic growth factor: the Spanish case. Applied economics, 34(7), 877-884.
Brida, J. G., Cortes-Jimenez, I., & Pulina, M. (2016). Has the tourism-led growth hypothesis been validated? A literature review. Current Issues in Tourism, 19(5), 394-430.
Damanik, J., & Weber, H. F. (2006). Perencanaan ekowisata. Yogyakarta: Pusbar UGM & Andi Yogyakarta.
Dinas Pariwisata Kota Kupang. (2006). Dinas Pariwisata Kota Kupang target 281.000 pengunjung pada 2026, target PDRB Rp 800 miliar. Dinas Pariwisata Kota Kupang
Garrod, B., & Fyall, A. (2000). Managing heritage tourism. Annals of tourism research, 27(3), 682-708.
Rangkuti, F. (2008). SWOT Analysis of Business Case Dissecting Techniques. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
Richards, G. (2018). Cultural tourism: A review of recent research and trends. Journal of hospitality and tourism management, 36, 12-21.
Timothy, D. J., & Boyd, S. W. (2003). Heritage tourism.
Tosun, C. (2006). Expected nature of community participation in tourism development. Tourism management, 27(3), 493-504.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Rivaldy Maryano Bajo, Karlos Losiana Banoet, Zenadia Luisa Madalena da Costa Sousa, Adelheid Elisabet Loda, Agnes Susanti Indrawati

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.










