Retorika: Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia
https://e-journal.uniflor.ac.id/index.php/RJPBSI
<p><strong>RETORIKA</strong> merupakan Jurnal Pembelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Flores, Ende. Jurnal dengan visi menjadi jurnal terakreditasi di bidang pembelajaran bahasa, sastra, dan pengajaran, mengemban tiga misi: (1) mendiseminasi ilmu pengetahuan dan berbagai kajian pembelajaran bahasa dan sastra, termasuk dalam konteks pemakaiannya yang lebih luas, (2) mengintensifkan saling tukar pengetahuan pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia pada segenap kaum cendikia dan terpelajar, dan (3) meningkatkan partisipasi para dosen dan mahasiswa untuk menulis artikel ilmiah berdasarkan hasil penelitian dan atau kajian pustaka. Jurnal <strong>RETORIKA</strong> terbit dua kali dalam setahun, yakni Juni dan Desember. Kehadiran jurnal ini diharapkan merangsang para peneliti, secara khusus di bidang bahasa dan sastra Indonesia untuk mendiseminasi berbagai pemikirannya dalam rangka memperkaya khazanah keilmuan. </p>en-US[email protected] (Alexander Bala, S.Pd., M.Pd)[email protected] (Veronika Genua)Tue, 30 Dec 2025 16:41:39 +0000OJS 3.2.1.1http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss60Teks Ritual Adat Tau Madhu Pada Masyarakat Desa Were Kecamatan Golewa Kabupaten Ngada
https://e-journal.uniflor.ac.id/index.php/RJPBSI/article/view/7457
<p>Penelitian ini bertujuan untuk: Menemukan dan mendskripsikan bentuk, makna dan fungsi tuturan adat ritual <em>tau madhu.</em> tuturan adat dalam upacara <em>Tau Madhu</em> pada masyarakat Desa Were kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimanakah bentuk tuturan adat dalam upacara <em>Tau Madhu</em> pada masyarakat Desa Were kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada, (2) Bagaimanakah makna tuturan adat dalam upacara <em>Tau Madhu</em> pada masyarakat Desa Were kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada, (3) Bagaimanakah fungsi tuturan adat dalam upacara <em>Tau Madhu</em> pada masyarakat Desa Were kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualiatif. Data dalam penelitian ini adalah data lisan berupa syair tuturan adat dalam ritual <em>Tau Madhu.</em> Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik wawancara, teknik dokumentasi, teknik rekam. Teori yang digunakan adalah Linguistik Kebudayaan. Hasil penelitian menunjukan bahwa tuturan adat dalam ritual <em>Tau Madhu</em> pada masyarakat Desa Were, Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada, berupa syair yang memiliki bentuk berupa morfologi yaitu: nomina, verba, adjektifa. Makna yang terkandung dalam ritual <em>Tau Madhu</em> pada masyarakat Desa Were, Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada yaitu makna penghormatan. Makna simbolis, makna perlindungan, makna permohonan. Fungsi ritual <em>Tau Madhu</em> pada masyarakat Desa Were, Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada adalag fungsi informatif</p>Veronika Genua, Fransiska Aventi Moi
Copyright (c) 2025 Vol.6 No.2 Desember
https://e-journal.uniflor.ac.id/index.php/RJPBSI/article/view/7457Tue, 30 Dec 2025 00:00:00 +0000Suprasegmental Elements In Kakawin
https://e-journal.uniflor.ac.id/index.php/RJPBSI/article/view/7458
<p>Kakawin is a traditional literary work that belongs to the <em>sekar agung</em> category, which has characteristics and traits distinct from <em>sekar madya</em> and <em>sekar alit</em>. Kakawin is marked by the presence of <em>guru</em> and <em>laghu</em> in each of its meters. <em>Guru</em> and <em>laghu</em> are the guidelines that must be followed by anyone performing or reading a kakawin literary work. <em>Guru</em> refers to a word or syllable that undergoes a change during its performance. These changes can include elongation, a shift from low to high pitch or vice versa, or a change in emphasis from loud to soft or the opposite. In short, <em>guru</em> is always marked by a change in sound. On the other hand, <em>laghu</em> does not experience a change in sound during its performance. The sounds and their accompanying elements, such as <em>guru</em> and <em>laghu</em>, are studied using phonological theory. Research findings show that there are several forms of characters used to write kakawin as markers of <em>guru</em> and <em>laghu</em>.</p>I Wayan Simpen; Ida Bagus Rai Putra, I Putu Permana Mahardika, Risman Iye
Copyright (c) 2025 Vol.6 No.2 Desember
https://e-journal.uniflor.ac.id/index.php/RJPBSI/article/view/7458Tue, 30 Dec 2025 00:00:00 +0000Sapaan Kekerabatan Bahasa Dawan Pada Masyarakat Mollo Utara Kabupaten Timor Tengah Selatan
https://e-journal.uniflor.ac.id/index.php/RJPBSI/article/view/7465
<p>Tujuan Penelitian ini adalah mengetahui penggunaan kata sapaan kekerabatan dalam bahasa Dawan pada masyarakat Desa Netpala Kecamatan Mollo Utara Kabupaten TTS. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adala metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa bentuk sapaan pada masyarakat Desa Netpala, memiliki 8 bentuk sapaan kekerabatan yakni (1) bentuk sapaan <em>Amaf </em> ‘ayah’ sebagai panggilan untuk laki-laki dewasa dan sudah menikah.; (2) <em>Aina</em> ‘Ibu’ bentuk sapaan <em>Aina</em> ‘Ibu’ digunakan sebagai sapaan untuk ibu atau panggilan untuk perempuan dewasa yang sudah menikah; (3)<em> Tataf</em> ‘kakak’ bentuk sapaan<em> tataf </em>‘kakak’ digunakan sebagai panggilan untuk saudara atau orang yang lebih tu; (4) <em>Na’I’om</em> ‘Paman’ bentuk sapaan <em>na’I’om</em> ‘paman’ digunakan sebagai sapaan untuk adik laki-laki ayah atau ibu; (5) <em>Amaf anaet</em> ‘Bapak Besar’ bentuk sapaan <em>amaf anaet</em> ‘Bapak Besar? digunakan sebagai sapaan untuk kakak laki-laki sulung; (6) <em>Be’e/baif</em> ‘Tante/Bibi’ bentuk sapaan <em>be’e/baif</em> ‘Tante/bibi? digunakan sebagai sapaan untuk adik perempuan ayah atau ibu; (7) <em>Aina anaet</em> ‘Mama Besar’ bentuk sapaan <em>aina anaet</em> ‘Mama Besar’ digunakan sebagai sapaan untuk kakak perempuan ayah atau ibu; dan (8) <em>Babaf atoni</em> dan <em>babaf </em>bifel ‘Kakek dan Nenek’ bentuk sapaan <em>babaf atoni</em> dan <em>babaf bifel</em> ‘kakek dan Nenek? digunakan sebagai sapaan untuk kakek dan nenek, yang merupakan orang tua laki-laki dan perempuan ayah atau ibu untuk masyarakat biasa.</p>Sanhedri Boimau, Rudolof Jibrael Isu ; Delorens Lorentje Naomi Bessie
Copyright (c) 2025 Vol.6 No.2 Desember
https://e-journal.uniflor.ac.id/index.php/RJPBSI/article/view/7465Tue, 30 Dec 2025 00:00:00 +0000Dampak Kesenjangan Digital Terhadap Pemerataan Akses dan Kualitas Pendidikan di Daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) Indonesia
https://e-journal.uniflor.ac.id/index.php/RJPBSI/article/view/7466
<p>Mengatasi kesenjangan digital dalam pendidikan memerlukan pendekatan yang komprehensif, meliputi peningkatan infrastruktur, ketersediaan perangkat pembelajaran, pelatihan keterampilan digital, dan kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat. Jika ditangani dengan tepat, dampak kesenjangan digital terhadap pemerataan pendidikan di wilayah 3T (terdepan dan terpencil) dapat dikurangi secara signifikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dampak kesenjangan digitalisasi terhadap pemerataan akses pendidikan berkualitas di Indonesia, khususnya di wilayah 3T. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi sistematis. Instrumen yang digunakan adalah jurnal dan artikel terdahulu yang dapat diakses melalui Google Scholar dan dari sumber lain. Hasil penelitian dapat ditunjukkan melalui beberapa solusi yang diberikan terkait pemerataan akses pendidikan digital, khususnya di wilayah 3T</p>Agung Setyawan1, Dwi Khusnul Khotimah; Weny Adelia Febri
Copyright (c) 2025 Vol.6 No.2 Desember
https://e-journal.uniflor.ac.id/index.php/RJPBSI/article/view/7466Tue, 30 Dec 2025 00:00:00 +0000Estetika Postmodernisme dalam Tujuh Puisi Afrizal Malna
https://e-journal.uniflor.ac.id/index.php/RJPBSI/article/view/7467
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap estetika postmodernisme pada tujuh puisi karya Afrizal Malna. Metode dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah kumpulan puisi <em>Berlin Proposal</em> karya Afrizal Malna yang diterbitkan oleh Penerbit Nuansa Cendekia, Bandung, pada tahun 2015. Data dalam penelitian ini meliputi frasa, kata, kalimat dalam tujuh puisi karya Afrizal Malna yang berjudul <em>Di Bawah Jurang Bahasa; Password; Ruang Tunggu Darurat; The King; Kenangan untuk Berbaring; Proyek Puisi Kontemporer; Mitos Mimesis</em> yang terdapat dalam kumpulan puisi <em>Berlin Proposal </em>karya Afrizal Malna<em>. </em>Langkah-langkah penelitian ini dilakukan sebagai berikut: (1) membaca sumber data secara teliti; (2) proses identifikasi data; (3) melakukan klasifikasi serta kodifikasi data; (4) menganalisis dan membahas data; (5) menyimpulkan hasil penelitian. Hasil penelitian memberikan bukti, bahwa <em>Berlin Proposal</em> karya Afrizal Malna menggambarkan representasi estetis kehidupan modern dengan cara yang inovatif dan reflektif, selain itu juga mengungkapkan kritik sosial yang mendalam terhadap kondisi masyarakat saat ini.</p> <p><strong><em>Kata Kunci</em></strong><em>: Berlin Proposal, Estetika, Postmodernisme, Representasi, Kritik Sosial</em></p>Agus Sulton, Aditya Ardi Nugroho; Joko Susilo
Copyright (c) 2025 Vol.6 No.2 Desember
https://e-journal.uniflor.ac.id/index.php/RJPBSI/article/view/7467Tue, 30 Dec 2025 00:00:00 +0000Peningkatan Kemampuan Menulis Puisi Menggunakan Media Audiovisual Dengan Model Pembelajaran Project Based Learning Pada Siswa Kelas X.1 SMAK ST. Petrus Ende Tahun Pelajaran 2024/2025
https://e-journal.uniflor.ac.id/index.php/RJPBSI/article/view/7469
<p>Tujuan dari penulisan ini untuk memaparkan penerapan media audiovisual dalam meningkatkan pembelajaran menulis puisi. Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah penerapan media audiovisual dalam meningkatkan pembelajaran menulis puisi dengan model <em>project based learning </em>pada siswa kelas X.1 SMAK St. Petrus Ende Tahun Pelajaran 2024/2025 ? Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan dan menganalisis penerapan media audiovisual dalam pembelajaran menulis puisi dengan model <em>project based learning</em> pada siswa kelas X.1 SMAK St. Petrus Ende tehun pelajaran 2024/2025. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode tes. Pelaksanaan tes ini dibagi menjadi dua tahap, yaitu siklus pertama dan siklus kedua. Hasil analisis data menujukkan bahwa kemampuan siswa kelas X.1 SMAK St. Petrus Ende dalam menulis puisi dengan perolehan nilai yang didapat pada kegiatan pembelajaran siklus I sebelum adanya penggunaan media audiovisual dengan model pembelajaran PjBL mencapai presentase 24% yang didapat oleh 8 siswa, dan ketidaktuntasan sebanyak 75% yang didapat oleh 25 siswa. Perolehan pada pembelajaran siklus II setelah penggunaan media audiovisual dengan model pembelajaran PjBL dengan presentase ketuntasan 85% yang didapat oleh 28 siswa, dan ketidaktuntasan 15% yang didapat oleh 5 siswa.<strong> </strong></p>Yasinta Jemanu, Rosa Dalima Bunga
Copyright (c) 2025 Vol.6 No.2 Desember
https://e-journal.uniflor.ac.id/index.php/RJPBSI/article/view/7469Tue, 30 Dec 2025 00:00:00 +0000