Perancanaan Tempat Budidaya Ikan Air Tawar Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Ekologi Di Kabupaten Ende

Authors

  • Silvester Masias Siso Universitas Flores, Ende, Indonesia
  • Fedrik Mbabho Universitas Flores, Ende, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.37478/teknosiar.v19i1.5591

Abstract

Budidaya ikan air tawar merupakan suatu upaya dalam memanfaatkan sumber daya yang ada di sekitar
untuk mencapai tujuan bersama dalam kelompok maupun individu. Kegiatan ini dilakukan dalam upaya
memproduksi ikan dalam suatu wadah yang terkontrol dan berorientasi pada keuntungan. Kabupaten Ende
merupakan sebuah kabupaten di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Menurut data perikanan dan
kelautan Kabupaten Ende, tingkat perkembangan usaha perikanan, baik usaha penangkapan maupun
budidaya, masih rendah yang disebabkan karena keterbatasan modal atau sarana produksi, transportasi,
keterampilan nelayan atau petani (ikan) yang masih rendah, dan juga penyediaan sarana pasca panen yang
belum memadai serta belum terjaminnya pemasaran dari hasil perikanan yang baik. Hal ini sangat
disayangkan, karena selain dapat menyerap tenaga kerja yang cukup banyak, dari sektor ini juga dapat
diharapkan untuk memperbaiki tingkat asupan gizi bagi masyarakat Kabupaten Ende, serta mampu
meningkatkan taraf ekonomi bagi pengusahanya. Arsitektur Ekologi merupakan sebuah konsep yang
memadukan ilmu lingkungan dan ilmu arsitektur. Arsitektur Ekologi memiliki orientasi utama pada model
pembangunan yang memperhatikan keseimbangan lingkungan alam dan lingkungan buatan yang harmonis
antara lingkungan, manusia, dan bangunan.

Downloads

Download data is not yet available.

Keywords:

Ikan Air Tawar, Tempat Budidaya, Arsitektur Ekolgi

References

Badan Pusat Statistik Kabupaten Ende. (2021). BPS Kabupaten Ende. https://endekab.bps.go.id

Cowan, S. and van de R. Sims. (1996). Ecological Design (USA?: Island Press).

Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan. (2018). Potensi Usaha Budidaya Ikan Air Tawar. https://dkpp.bulelengkab.go.id/informasi/detail/artikel/potensi-usaha-budidaya-ikan-air-tawar-41?utm_source=chatgpt.com

Haryanto, B. (1994). Metodologi Desain Arsitektur. (Yogyakarta: ANDI.).

Kinerja, P., Perikanan, P., Pembudidaya, T. P., Teknologi, P., Buatan, P., Akuakultur, D. P., Iawan, T., Wanda, S., Dewa, I., Suardi, O., Setiawan, G., & Putra, A. (2022). The Effect of Fisheries Extension Performance on The Behaviour of Fish Farmers in Application of Artificial Spawning Technology and Catfish (Clarias Sp.) Aquaculture Production in Ende-NTT Regency. Jurnal Manajemen Agribisnis, 10 (15).

Maknun, D. (2002). Ekologi: Populasi, Komunitas, Ekosistem, Mewujudkan Kampus Hijau, Asri, Islami dan Ilmiah (Nurjati Press).

Moleong, L. J. (2014). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R & D Sugiyono (Bandung: Alfabeta.).

Vale, B. , & V. R. (1991). Green Architecture: Design for a Sustainable Future. Thames and Hudson.

Wikipedia. (2025). Freshwater fish. https://en.wikipedia.org/wiki/Freshwater_ fish?utm_ source= chatgpt.com

Yeang, K. (2006). Ecodesign: A Manual for Ecological Design (Wiley).

Downloads

Published

2025-04-28

How to Cite

Siso, S. M., & Mbabho, F. (2025). Perancanaan Tempat Budidaya Ikan Air Tawar Dengan Pendekatan Konsep Arsitektur Ekologi Di Kabupaten Ende . TEKNOSIAR, 19(1), 66-76. https://doi.org/10.37478/teknosiar.v19i1.5591