OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika https://e-journal.uniflor.ac.id/index.php/optika <p>OPTIKA adalah jurnal yang mengkomunikasikan kemajuan ilmiah di bidang pendidikan fisika dan ilmu fisika. OPTIKA juga melaporkan temuan baru yang signifikan terkait dengan pendidikan sains (IPA) pada tingkat dasar dan menengah, termasuk: pengembangan media pembelajaran, pengembangan metode pembelajaran, penerapan metode pembelajaran, dan beberapa aplikasi fisika..</p> <p>OPTIKA menerbitkan artikel penelitian yang komprehensif dan mengundang ulasan dari pakar terkemuka di bidangnya. Makalah akan dipilih yang pantas dan memiliki ulasan ilmiah, memberikan pengetahuan baru yang penting, dan sangat diminati komunitas fisika dan pendidikan fisika. OPTIKA terbit 2 kali setahun di bulan Juni dan Desember, memiliki SK ISSN Online <a href="https://drive.google.com/file/d/1DLAZJb8a9LVlqq9DfJq_JtqFwJGJE9GU/view?usp=sharing">2716-2729</a>, dan telah.. tersitasi pada: <a href="https://scholar.google.co.id/citations?view_op=list_works&amp;hl=en&amp;user=pKnw6t0AAAAJ&amp;gmla=AJsN-F6CjaL3C5Ne-kmyfh6Y2Zsk-ek8mS8HO2J7Od3z-jKXFw8ydTQrVKyBJndAXHbiK5bHX6S4-fo6ZQElTBngT8XjKrdj3R71ZrWkNrWAHfd0SIZ8AqofEk5CJZUQ1K40FA36sgsj">Google Scholar</a> | <a href="https://garuda.kemdikbud.go.id/journal/view/18581">Garuda</a> | <a href="https://sinta.kemdikbud.go.id/journals?q=optika">Sinta 5</a> | <a href="https://app.dimensions.ai/discover/publication?search_text=%20https%3A%2F%2Fdoi.org%2F10.37478&amp;search_type=kws&amp;search_field=doi">Dimension</a> | <a href="https://www.base-search.net/Search/Results?type=all&amp;lookfor=optika%3A+Jurnal+Pendidikan+Fisika&amp;ling=0&amp;oaboost=1&amp;name=&amp;thes=&amp;refid=dcresen&amp;newsearch=1">Base</a></p> en-US <p>Jurnal Lesensi</p> [email protected] (Melkyanus B.U. Kaleka) [email protected] (Richardo Barry Astro) Tue, 02 Jun 2026 00:00:00 +0000 OJS 3.2.1.1 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 PENGARUH AUGMENTED REALITY DENGAN PROBLEM BASED LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA SMA (MATERI: PEMANASAN GLOBAL) https://e-journal.uniflor.ac.id/index.php/optika/article/view/7175 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media <em>Augmented Reality</em> dengan <em>Problem Based Learning</em> terhadap hasil belajar siswa pada materi Pemanasan Global. Penelitian menggunakan metode kuasi eksperimen dengan desain <em>Nonequivalent Control Group Design </em>yang melibatkan dua kelas masing-masing 32 siswa. <em>Pretest</em> dan <em>posttest</em> diberikan untuk mengukur peningkatan hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas eksperimen memperoleh rata-rata <em>nilai posttest</em> 73,906, sedangkan kelas kontrol 67,422. Peningkatan kelas eksperimen (21,02 poin) lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol (15,08 poin). Uji-t menunjukkan perbedaan signifikan antara kedua kelas dengan nilai <em>Sig.</em> (2-tailed) = 0,043 (&lt;0,05). Nilai <em>N-Gain</em> kelas eksperimen 0,444 dan kelas kontrol 0,316 (kategori sedang). <em>Effect size</em> sebesar 0,52 menunjukkan pengaruh sedang dan bermakna. Dengan demikian, penggunaan media AR–PBL terbukti lebih efektif meningkatkan hasil belajar siswa dibandingkan pembelajaran konvensional.</p> Jimmy Hendrawan, Zeni Haryanto, Riskan Qadar, Nurul Fitriyah Sulaeman Copyright (c) 2026 Jimmy Hendrawan, Zeni Haryanto, Riskan Qadar, Nurul Fitriyah Sulaeman https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://e-journal.uniflor.ac.id/index.php/optika/article/view/7175 Tue, 24 Mar 2026 00:00:00 +0000 PENERAPAN PENDEKATAN STREAM PADA PEMBELAJARAN IPA UNTUK MENUMBUHKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KREATIF DAN KARAKTER RELIGIUS SISWA https://e-journal.uniflor.ac.id/index.php/optika/article/view/7413 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan pendekatan STREAM pada pembelajaran IPA untuk menumbuhkan keterampilan berpikir kreatif dan karakter religius siswa. Penelitian ini menggunakan metode pra-eksperimental dengan desain one group pretest-posttest. Penelitian ini melibatkan siswa kelas VIII MTs Muhammadiyah Mlandi sebagai subjek dalam penelitian ini. Instrumen penelitian meliputi tes uraian keterampilan berpikir kreatif dan angket karakter religius sebagai data utama, serta lembar observasi sebagai data pendukung. Analisis data dilakukan menggunakan uji paired sample t-test dan uji N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat penumbuhan yang signifikan pada keterampilan berpikir kreatif dengan nilai N-Gain sebesar 0,613 (kategori sedang) dan karakter religius dengan nilai N-Gain sebesar 0,714 (kategori tinggi). Hasil observasi menunjukkan keterlaksanaan pembelajaran berada pada kategori baik dengan persentase 73,21%. Dampak penerapan pendekatan STREAM terlihat pada perkembangan keterlibatan aktif siswa, kemampuan menghasilkan ide kreatif, serta internalisasi nilai-nilai religius dalam proses pembelajaran IPA. Dengan demikian, pendekatan STREAM efektif digunakan sebagai strategi pembelajaran untuk menumbuhkan kualitas pembelajaran IPA di tingkat SMP.</p> Tri Saraswati, Sri Jumini, Muhtar Sofwan Hidayat Copyright (c) 2026 Tri Saraswati, Sri Jumini, Muhtar Sofwan Hidayat https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://e-journal.uniflor.ac.id/index.php/optika/article/view/7413 Tue, 03 Mar 2026 00:00:00 +0000 PERAN LINGKUNGAN SEKOLAH DALAM PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA DI SMP NEGERI 1 LUBUKLINGGAU https://e-journal.uniflor.ac.id/index.php/optika/article/view/7517 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran lingkungan sekolah dalam pembentukan karakter siswa di SMP Negeri 1 Lubuklinggau. Penelitian dilatarbelakangi oleh pentingnya pendidikan karakter dalam sistem pendidikan nasional serta masih adanya kesenjangan antara program yang dirancang dan praktik internalisasi nilai dalam kehidupan siswa.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi selama Agustus - Oktober 2025. Informan meliputi kepala sekolah, guru, guru bimbingan konseling, siswa, dan orang tua yang dipilih secara purposive. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan triangulasi untuk menjamin keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan sekolah berperan signifikan dalam membentuk karakter melalui budaya pembiasaan, keteladanan guru, dan kegiatan ekstrakurikuler. Namun, pembentukan karakter belum sepenuhnya merata karena masih terdapat tantangan dalam kedisiplinan siswa serta belum optimalnya sinergi antara sekolah dan keluarga.</p> Gusti Aryani Aryani, Ana Della, Winda Surati, Muhammad Rokib, Sulistiyono Sulistiyono Copyright (c) 2026 Gusti Aryani Aryani, Ana Della, Winda Surati, Muhammad Rokib, Sulistiyono Sulistiyono https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://e-journal.uniflor.ac.id/index.php/optika/article/view/7517 Mon, 02 Mar 2026 00:00:00 +0000 MODEL CHILDREN LEARNING IN SCIENCE (CLIS) BERBANTU ANIMASI BERBASIS ANIMAKER UNTUK MENGURANGI MISKONSEPSI SAINS SISWA KELAS VIII https://e-journal.uniflor.ac.id/index.php/optika/article/view/7403 <p>Miskonsepsi pada konsep energi masih sering ditemukan dalam pembelajaran IPA dan menjadi hambatan utama bagi siswa dalam memahami fenomena ilmiah secara benar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas model pembelajaran <em>Children Learning In Science</em> (CLIS) berbantu animasi animaker dalam menurunkan miskonsepsi siswa kelas VIII pada materi energi. Metode yang digunakan yaitu kuasi eksperimen dengan <em>pretest-posttest control group design</em>. Subjek penelitian adalah 60 siswa MTs Al-Ghozaly Siwatu melibatkan kelas eksperimen (30 siswa) yang memperoleh pembelajaran CLIS berbantu animasi dan kelas kontrol (30 siswa) yang memperoleh pembelajaran konvensional. Instrumen yang digunakan berupa tes <em>Four Tier Diagnostic Test</em> terdiri dari 10 butir soal untuk mengidentifikasi kategori paham konsep, miskonsepsi, tidak paham, dan error, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan bahwa penerapan model CLIS berbantu animasi animaker efektif dalam menurunkan miskonsepsi siswa, yang ditunjukkan oleh penurunan persentase miskonsepsi pada kelas eksperimen disertai pergeseran kategori jawaban dari miskonsepsi menuju paham konsep berdasarkan hasil four-tier diagnostic test, serta didukung oleh peningkaan nilai N-Gain pada posttest dengan rata-rata skor N-Gain kelas eksperimen sebesar 70,99% dengan kategori “cukup efektif, sedangkan kelas kontrol hanya mencapai skor 38,89% dengan kategori “tidak efektif”. Uji-t independen menghasilkan nilai signifikansi sebesar 0,001 (&lt; 0,05), menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok. Temuan ini membuktikan bahwa pembelajaran CLIS berbantu animasi animaker efektif dalam merekonstruksi konsep energi, yang ditunjukkan oleh penurunan persentase miskonsepsi pada kelas eksperimen dibandingkan kelas kontrol serta pergeseran dominan kategori jawaban dari miskonsepsi menjadi paham konsep berdasarkan hasil <em>four-tier diagnostic test</em> siswa serta menurunkan miskonsepsi secara lebih optimal dibandingkan pembelajaran konvensional. Model ini dapat menjadi alternatif inovatif dalam pembelajaran IPA khususnya pada materi-materi abstrak yang berpotensi menimbulkan miskonsepsi.</p> Shabrina Eka Witrie , Firdaus Firdaus, Mukromin Mukromin Copyright (c) 2026 Shabrina Eka Witrie , Firdaus Firdaus, Mukromin Mukromin https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://e-journal.uniflor.ac.id/index.php/optika/article/view/7403 Tue, 17 Mar 2026 00:00:00 +0000 ANALISIS RESPON GURU DAN SISWA TERHADAP MODEL PEMBELAJARAN INKUIRI TERBIMBING PADA PEMBELAJARAN IPA SISWA SMP NEGERI TERAWAS https://e-journal.uniflor.ac.id/index.php/optika/article/view/7161 <p>Pembelajaran IPA di SMP Negeri Terawas adalah dominannya metode ceramah serta minimnya kegiatan praktikum akibat keterbatasan fasilitas laboratorium. Kondisi ini menyebabkan proses pembelajaran cenderung berpusat pada guru dan kurang memberikan kesempatan kepada siswa untuk terlibat aktif dalam kegiatan penyelidikan ilmiah. Selain itu, keterbatasan bahan ajar yang hanya mengandalkan buku paket membuat pembelajaran kurang variatif dan kurang mendukung penerapan model pembelajaran inkuiri terbimbing. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis respon guru dan siswa terhadap penerapan model pembelajaran Inkuiri Terbimbing pada pembelajaran IPA di SMP Negeri Terawas. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan subjek seorang guru IPA dan siswa kelas VIII. Data dikumpulkan melalui observasi proses pembelajaran serta wawancara mendalam dengan guru dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru masih dominan menggunakan metode ceramah dan belum pernah menerapkan model inkuiri terbimbing karena keterbatasan fasilitas laboratorium, waktu pembelajaran, serta minimnya dukungan sarana pendukung. Siswa juga mengonfirmasi bahwa pembelajaran yang diterapkan bersifat pasif dan kurang melibatkan aktivitas investigatif. Sebagian besar siswa menganggap pembelajaran IPA cukup sulit dipahami dan membutuhkan praktikum untuk membantu pemahaman konsep. Namun, mayoritas siswa menunjukkan ketertarikan tinggi apabila pembelajaran dilakukan dengan model inkuiri terbimbing karena dinilai lebih menarik dan memberikan pengalaman belajar langsung. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan model inkuiri terbimbing berpotensi meningkatkan keaktifan siswa, motivasi belajar, serta pemahaman konsep IPA apabila didukung dengan fasilitas laboratorium dan perangkat pembelajaran yang memadai. Penelitian merekomendasikan perlunya pelatihan guru, penyediaan sarana praktik, dan pengembangan bahan ajar berbasis inkuiri untuk meningkatkan kualitas pembelajaran IPA di sekolah.</p> Preti Alhayyu Utami, Ovilia Putri Utami Gumay, Ahmad Amin Copyright (c) 2026 Preti Alhayyu Utami, Ovilia Putri Utami Gumay, Ahmad Amin https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://e-journal.uniflor.ac.id/index.php/optika/article/view/7161 Thu, 12 Mar 2026 00:00:00 +0000 PENINGKATAN PEMAHAMAN SISWA KELAS XI SMA NEGERI 9 KUPANG PADA HUKUM NEWTON MELALUI METODE DEMONSTRASI DAN DISKUSI https://e-journal.uniflor.ac.id/index.php/optika/article/view/7603 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pemahaman siswa kelas XI SMA Negeri 9 Kupang terhadap konsep Hukum Newton serta mengidentifikasi efektivitas metode demonstrasi berbasis simulasi <em>PhET</em> (<em>Physics Education Technology</em>) dan diskusi dalam meningkatkan pemahaman konsep. Permasalahan utama yang melatarbelakangi penelitian ini adalah rendahnya pemahaman konsep siswa terkait hubungan antara gaya, massa, dan percepatan. Penelitian ini merupakan penelitian Pre-Experimental dengan desain <em>One Group Pretest-Posttest</em> yang melibatkan 35 siswa kelas XI A sebagai subjek penelitian. Pengumpulan data dilakukan melalui tes pretest dan posttest berupa soal uraian dan pilihan ganda yang telah divalidasi. Analisis peningkatan pemahaman dilakukan menggunakan perhitungan N-Gain untuk mengukur efektivitas perlakuan secara kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata pemahaman siswa dari 42,7 pada pretest menjadi 78,2 pada posttest. Nilai rata-rata N-Gain sebesar 0,62 berada pada kategori sedang, yang menunjukkan bahwa penggunaan simulasi <em>PhET</em> dalam metode demonstrasi dan diskusi efektif dalam membantu siswa mengonkretkan konsep Hukum Newton yang abstrak. Penelitian ini memberikan bukti empiris bahwa integrasi teknologi simulasi dalam pembelajaran aktif dapat menjadi strategi alternatif untuk meningkatkan pemahaman konseptual fisika di sekolah menengah.</p> Ignasia Espryanti Pileng Memot, Alfons Bunga Naen, Fransiskus Hida Copyright (c) 2026 Ignasia Espryanti Pileng Memot, Alfons Bunga Naen, Fransiskus Hida https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://e-journal.uniflor.ac.id/index.php/optika/article/view/7603 Tue, 17 Mar 2026 00:00:00 +0000 MENGGALI ETNOSAINS LUKISAN KACA NAGASEPAHA DAN RELEVANSINYA DENGAN MATERI IPA SMP https://e-journal.uniflor.ac.id/index.php/optika/article/view/7708 <p>Penelitian ini bertujuan untuk: 1) menganalisis sains asli sekaligus sains ilmiah proses pembuatan lukisan kaca khas Nagasepaha, 2) menganalisis relevansi sains ilmiah lukisan kaca khas Nagasepaha terhadap materi IPA SMP. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan etnosains. Data dikumpulkan dengan teknik observasi, wawancara, dan angket. Teknik analisis data yang digunakan terdiri dari kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian diperoleh tahapan proses pembuatan lukisan kaca khas Desa Nagasepaha yakni, pembersihan kaca, ngreka, merada, mutihin, ngewarna, serta pembuatan bingkai. Hasil proses pembuatan lukisan kaca khas Nagasepaha yang berpotensi memiliki sains ilmiah yang kompleks yakni pada proses pembuatan tinta cina cair, proses pembuatan cat prada, dan teknik melukis kaca secara terbalik. Hasil analisis kajian etnosains menunjukkan temuan relevan dalam mendukung materi pembelajaran IPA SMP pada materi cahaya dan alat optik serta campuran. Kebaruan kajian ini terletak pada integrasi antara kearifan lokal lukisan kaca khas Nagasepaha dalam mendukung cakupan materi pembelajaran IPA SMP.</p> Luh Yunita Surya Pertami, Luh Mitha Priyanka, Kompyang Selamet Copyright (c) 2026 Luh Yunita Surya Pertami, Luh Mitha Priyanka, Kompyang Selamet https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://e-journal.uniflor.ac.id/index.php/optika/article/view/7708 Wed, 01 Apr 2026 00:00:00 +0000 EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN GAMIFIKASI BERBASIS VIDEO PRESENTASI DAN GAMIFIKASI BERBASIS VIDEO ANIMASI CANVA TERHADAP HASIL BELAJAR FISIKA SISWA SMP https://e-journal.uniflor.ac.id/index.php/optika/article/view/7731 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pembelajaran gamifikasi berbantuan video presentasi dan video animasi Canva pada siswa sekolah menengah pertama. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi-eksperimen berupa <em>Pretest–Posttest Nonequivalent Group Design</em>. Sampel terdiri dari dua kelas, yaitu kelas A Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Halmahera Barat (19 siswa) dan kelas B MTsN 1 Kota Ternate (25 siswa). Instrumen penelitian berupa soal pilihan ganda yang telah divalidasi dan dianalisis butirnya. Analisis data meliputi statistik deskriptif (<em>pretest</em>, <em>posttest</em>, dan <em>N-gain</em>), uji normalitas, uji homogenitas, serta uji hipotesis menggunakan <em>independent sample t-test</em>. Hasil analisis data menunjukkan bahwa kemampuan awal kedua kelas relatif sama (rata-rata <em>pretest</em> kelas ). Setelah perlakuan, terjadi peningkatan hasil belajar dengan rata-rata <em>posttest</em> kelas A sebesar 82,95 dan kelas B sebesar 81,24. Nilai <em>N-gain</em> menunjukkan peningkatan yang cukup efektif pada kedua kelas, yaitu (kelas A) dan (kelas B). Uji normalitas dan homogenitas menunjukkan data berdistribusi normal dan homogen. Hasil uji <em>independent sample t-test</em> menunjukkan nilai signifikansi yang berarti tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelas. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran gamifikasi berbantuan video presentasi dan video animasi Canva sama efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa.</p> Zilfa Devi Sabban, Saprudin Saprudin, Usman Sambiri, Nurdin Abdul Rahman, Rahim Achmad, Oskar Tumewu Copyright (c) 2026 Zilfa Devi Sabban, Saprudin Saprudin, Usman Sambiri, Nurdin Abdul Rahman, Rahim Achmad, Oskar Tumewu https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://e-journal.uniflor.ac.id/index.php/optika/article/view/7731 Tue, 21 Apr 2026 00:00:00 +0000 PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN USAHA DAN ENERGI BERBASIS SCRATCH DAN TEACHABLE MACHINE DENGAN MODEL INKUIRI TERSTRUKTUR UNTUK MENGETAHUI MINAT BELAJAR SISWA KELAS VIII https://e-journal.uniflor.ac.id/index.php/optika/article/view/7758 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul pembelajaran usaha dan energi berbasis scratch dan teachable machine dengan model inkuiri terstruktur untuk mengetahui minat belajar siswa kelas VIII menggunakan model pengembangan 4D yang meliputi tahap Pendefinisian, Perancangan, Pengembangan, dan Penyebaran, namun terbatas hanya sampai pada tahap Pengembangan. Data penelitian dikumpulkan melalui validasi ahli materi dan ahli media, kuesioner persepsi guru dan siswa, serta tes minat belajar siswa dilakukan setelah pembelajaran. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif menggunakan persentase rata-rata. Produk yang dihasilkan berupa modul cetak dan modul digital. Hasil validasi ahli materi dan ahli media masing-masing memperoleh skor 90,7% dengan kategori sangat valid. Persepsi guru terhadap modul mencapai 92,71% dan persepsi siswa sebesar 81,42% dengan kategori sangat baik. Hasil analisis persentase minat belajar sebesar 89,24% menunjukkan minat belajar dalam kategori tinggi. Dengan demikian, modul yang dikembangkan dinyatakan sesuai dan efektif untuk digunakan sebagai media pembelajaran inovatif untuk mata pelajaran IPA di kelas VIII SMP.</p> Lisa Nurfatimah, Wawan Kurniawan, Cicyn Riantoni Copyright (c) 2026 Lisa Nurfatimah, Wawan Kurniawan, Cicyn Riantoni https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://e-journal.uniflor.ac.id/index.php/optika/article/view/7758 Tue, 21 Apr 2026 00:00:00 +0000 PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN GETARAN DAN GELOMBANG BERBASIS CODING DAN AI UNTUK MENINGKATKAN BERPIKIR KRITIS SISWA https://e-journal.uniflor.ac.id/index.php/optika/article/view/7761 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul pembelajaran tentang Getaran dan Gelombang berbasis Coding dan Artificial Intelligence dengan model inkuiri terstruktur untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Penelitian ini dilakukan di SMPS Xaverius 1 Jambi di kelas VIII B menggunakan model pengembangan 4D yang meliputi tahap <em>Define</em>, <em>Design</em>, <em>Development</em>, dan <em>dessiminate.</em> Namun, tahap yang digunakan pada penelitian ini hanya sampai tahap <em>Development </em>(Pengembangan). <strong> </strong>Hal ini disebabkan karena penelitian difokuskan pada proses pengembangan dan uji kelayakan produk, bukan pada tahap implementasi secara luas. Tahap penyebarluasan memerlukan waktu dan cakupan yang lebih besar, termasuk proses penerapan produk pada berbagai sekolah atau subjek yang lebih beragam untuk menguji efektivitasnya secara luas. Selain itu, keterbatasan waktu penelitian, sumber daya, dan ruang lingkup penelitian juga menjadi pertimbangan. Data penelitian dikumpulkan melalui validasi ahli materi dan ahli media, persepsi guru dan siswa, serta tes kemampuan berpikir kritis <em>pre-test</em> dan <em>post-test </em>disatu kelas VIII. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif menggunakan persentase rata-rata dan perhitungan <em>N-Gain</em> untuk menentukan peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa. Produk yang dihasilkan berupa modul cetak dan modul digital. Hasil validasi ahli materi dan ahli media masing-masing memperoleh skor 95,45% dengan kategori sangat valid. Persepsi guru terhadap modul mencapai 91,96% dan persepsi siswa sebesar 92,62% dengan kategori sangat baik. Hasil analisis N-Gain sebesar 0,67 menunjukkan peningkatan kemampuan berpikir kritis dalam kategori sedang. Dengan demikian, modul yang dikembangkan dinyatakan sesuai dan efektif untuk digunakan sebagai media pembelajaran inovatif untuk mata pelajaran Getaran dan Gelombang di kelas VIII SMP.</p> Surya Paula Dinata, Wawan Kurniawan, Cicyn Riantoni Copyright (c) 2026 Surya Paula Dinata, Wawan Kurniawan, Cicyn Riantoni https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://e-journal.uniflor.ac.id/index.php/optika/article/view/7761 Sun, 26 Apr 2026 00:00:00 +0000 ANALISIS MISKONSEPSI SISWA PADA MATERI LISTRIK ARUS SEARAH MENGGUNAKAN INSTRUMEN FOUR-TIER DIAGNOSTIC TEST BERBASIS MULTIREPRESENTASI https://e-journal.uniflor.ac.id/index.php/optika/article/view/7795 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis miskonsepsi siswa pada materi listrik arus searah menggunakan instrumen <em>Four-Tier Diagnostic Test</em> berbasis multirepresentasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan populasi seluruh siswa kelas XII di MAN 1 Muaro Jambi dan MAN 2 Kota Jambi, dengan sampel sebanyak 110 siswa yang dipilih melalui teknik <em>purposive sampling</em>. Instrumen yang digunakan berupa tes empat tingkat yang disajikan dalam tiga bentuk representasi, yaitu makroskopis, mikroskopis, dan simbolik. Data dianalisis dengan mengelompokkan jawaban siswa ke dalam kategori konsepsi, yaitu <em>scientific conception, misconception, lack of knowledge, false positive,</em> dan <em>false negative</em>, untuk kemudian dihitung persentasenya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa miskonsepsi masih tergolong tinggi pada seluruh bentuk representasi, dengan persentase tertinggi pada representasi makroskopis sebesar 65%, diikuti mikroskopis 44% dan simbolik 35%. Miskonsepsi yang dominan berkaitan dengan distribusi arus pada rangkaian seri dan paralel, pengaruh resistor terhadap besar arus, serta pemaknaan persamaan matematis dalam rangkaian listrik. Temuan ini menunjukkan bahwa siswa belum mampu mengintegrasikan pemahaman konsep secara konsisten pada berbagai representasi, sehingga diperlukan strategi pembelajaran yang menekankan pada keterkaitan antarrepresentasi untuk meningkatkan pemahaman konseptual siswa.</p> Reva Dwi Kiranti, Maison Maison, Muhammad Furqon Copyright (c) 2026 Reva Dwi Kiranti, Maison Maison, Muhammad Furqon https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://e-journal.uniflor.ac.id/index.php/optika/article/view/7795 Sat, 02 May 2026 00:00:00 +0000 ANALISIS PENGARUH SELF-REGULATED LEARNING, STUDENT ENGAGEMENT, MOTIVASI BERPRESTASI, DAN LITERASI DIGITAL TERHADAP HOTS MAHASISWA PENDIDIKAN FISIKA DALAM BLENDED LEARNING BERBASIS EDLINK https://e-journal.uniflor.ac.id/index.php/optika/article/view/7777 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Self-regulated learning (Self-Regulated Learning/SRL), Keterlibatan Mahasiswa (Student Engagement/SE), Motivasi Pencapaian (Achievement Motivation/AM), dan Literasi Digital (Digital Literacy/DL) terhadap Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi (Higher Order Thinking Skills/HOTS) mahasiswa Pendidikan Fisika dalam blended learning berbasis EdLink. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain ex post facto yang melibatkan 35 mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika di Universitas Flores. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert untuk SRL (MSLQ), SE (Skala Keterlibatan Mahasiswa Fredricks), AM (Kuesioner Tujuan Pencapaian berdasarkan teori McClelland), dan DL (Kerangka Kerja DigComp), serta tes HOTS berbasis esai yang mencakup analisis (C4), evaluasi (C5), dan kreasi (C6). Data dianalisis menggunakan regresi linier berganda. Model regresi yang diperoleh adalah Y = ?4,263 ? 0,032X? + 0,163X? + 0,412X? + 0,546X? + ?, di mana Y = HOTS, X? = SRL, X? = Student engagement, X? = Motivasi Prestasi, dan X? = Literasi Digital. Hasil menunjukkan bahwa SRL, SE, AM, dan DL secara simultan memiliki pengaruh signifikan terhadap HOTS (F = 2610,426; p &lt; 0,05) dengan koefisien determinasi R² = 0,997, yang berarti bahwa 99,7% varians HOTS dapat dijelaskan oleh model tersebut. Sebagian, Student engagement (? = 0,144; p &lt; 0,05), Motivasi Berprestasi (? = 0,378; p &lt; 0,05), dan Literasi Digital (? = 0,514; p &lt; 0,05) secara signifikan memengaruhi HOTS, sedangkan SRL tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan (p &gt; 0,05). Literasi Digital diidentifikasi sebagai faktor paling dominan yang memengaruhi HOTS. Temuan ini menyoroti pentingnya penguatan literasi digital, motivasi berprestasi, dan student engagement untuk meningkatkan keterampilan berpikir tingkat tinggi dalam lingkungan blended learning berbasis LMS.</p> Adrianus Nasar, Mariana Evilina Pau, Agustina Boleng Copyright (c) 2026 Adrianus Nasar, Mariana Evilina Pau, Agustina Boleng https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://e-journal.uniflor.ac.id/index.php/optika/article/view/7777 Wed, 06 May 2026 00:00:00 +0000 ANALISIS MISKONSEPSI SISWA PADA MATERI LISTRIK STATIS MENGGUNAKAN INSTRUMEN FOUR-TIER DIAGNOSTIC TEST BERBASIS MULTIREPRESENTASI https://e-journal.uniflor.ac.id/index.php/optika/article/view/7796 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis miskonsepsi siswa pada materi listrik statis menggunakan instrumen <em>four-tier diagnostic test</em> berbasis multirepresentasi. Materi yang dikaji meliputi konsep gaya listrik, medan listrik, kapasitor keping sejajar, dan rangkaian kapasitor. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian adalah siswa kelas XII di SMA Negeri 2 Kota Jambi sebanyak 101 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa tes multirepresentasi <em>four-tier</em> sebanyak 14 butir soal yang mencakup representasi makroskopik, mikroskopik, dan simbolik representative, serta dilengkapi dengan tingkat keyakinan jawaban dan alasan untuk mengidentifikasi miskonsepsi secara lebih akurat. Data dianalisis secara deskriptif untuk memperoleh persentase kategori paham konsep, miskonsepsi, pemahaman parsial, dan tidak paham konsep. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada representasi makroskopik, sebesar 28% siswa mengalami miskonsepsi, sedangkan pada representasi mikroskopik dan simbolik miskonsepsi lebih dominan masing-masing sebesar 47,85% dan sekitar 48%. Selain itu, persentase pemahaman ilmiah (scientific conception) pada representasi makroskopik sebesar 53,2%, namun menurun pada representasi mikroskopik (29,37%) dan simbolik (29%), terutama dalam memahami dan menentukan bentuk grafik yang tepat sesuai dengan hubungan antarbesaran fisika. Temuan ini menunjukkan bahwa miskonsepsi siswa cenderung meningkat pada level representasi yang lebih abstrak. Hal ini mengindikasikan bahwa siswa masih mengalami kesulitan dalam mengintegrasikan representasi makroskopik, mikroskopik, dan simbolik dalam memahami konsep listrik statis. Oleh karena itu, diperlukan strategi pembelajaran fisika berbasis multirepresentasi yang lebih efektif untuk meminimalkan miskonsepsi siswa.</p> Mely Chelvina Harahap, Maison Maison, Budi Eka Dharma Copyright (c) 2026 Mely Chelvina Harahap, Maison Maison, Budi Eka Dharma https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://e-journal.uniflor.ac.id/index.php/optika/article/view/7796 Wed, 06 May 2026 00:00:00 +0000 ANALISIS MISKONSEPSI SISWA PADA MATERI MOMENTUM DAN IMPULS MENGGUNAKAN INSTRUMEN FOUR-TIER DIAGNOSTIC TEST BERBASIS MULTIREPRESENTASI https://e-journal.uniflor.ac.id/index.php/optika/article/view/7809 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis miskonsepsi siswa pada materi momentum dan impuls menggunakan instrumen <em>Four-Tier Diagnostic Test</em> berbasis multirepresentasi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan sampel sebanyak 100 siswa kelas X SMA Negeri 3 Kota Jambi yang telah mempelajari materi momentum dan impuls. Instrumen penelitian berupa <em>Four-Tier Diagnostic Test</em> berbasis multirepresentasi yang terdiri atas empat tingkat respons, yaitu jawaban konsep, tingkat keyakinan terhadap jawaban, alasan pemilihan jawaban, dan tingkat keyakinan terhadap alasan. Data dianalisis dengan mengelompokkan respons siswa ke dalam lima kategori konsepsi, yaitu <em>Scientific Conception</em> (SC), <em>Misconception</em> (MSC), <em>Lack of Knowledge</em> (LK), <em>False Positive</em> (FP), dan <em>False Negative</em> (FN). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada representasi makroskopik diperoleh persentase SC sebesar 39%, MSC 30%, LK 21%, FP 6%, dan FN 4%. Sementara itu, pada representasi simbolik diperoleh persentase SC sebesar 28%, MSC 25%, LK 30%, FP 9%, dan FN 8%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa siswa lebih mudah memahami konsep melalui fenomena nyata dibandingkan representasi simbolik. Oleh karena itu, penggunaan <em>Four-Tier Diagnostic Test</em> berbasis multirepresentasi dapat mengidentifikasi miskonsepsi siswa secara lebih akurat dan komprehensif.</p> Fadhil Raga Ananda, Maison Maison, Muhammad Furqon Copyright (c) 2026 Fadhil Raga Ananda, Maison Maison, Muhammad Furqon https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://e-journal.uniflor.ac.id/index.php/optika/article/view/7809 Tue, 19 May 2026 00:00:00 +0000 PRESEPSI MAHASISWA TERHADAP PEMBELAJARAN FISIKA BERBASIS NEUROEDUCATION https://e-journal.uniflor.ac.id/index.php/optika/article/view/7840 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi mahasiswa terhadap pembelajaran fisika yang menggunakan pendekatan <em>neuroeducation. </em>Neuroeducation merupakan suatu pendekatan yang mengintegrasikan ilmu saraf, psikologi dan pendidikan dalam merancang proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan deskriptif kuantitatif dengan desain survey. Subjek penelitian berjumlah 68 orang mahasiswa program studi Pendidikan Fisika, Universitas Jambi. Instrumen yang digunakan berupa angket skala likert yang terdiri atas empat poin dan enam pernyataan yang telah disklasifikasikan dalam dimensi utama <em>neuroeducation</em>. Data dianalisis menggunakan persentase dan rata-rata skor untuk menggambarkan persepsi mahasiswa terhadap pembelajaran fisika berbasis neuroeducation. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 95,6% mahasiswa menyatakan bahwa materi fisika lebih mudah diingat ketika dikaitkan dengan contoh nyata<strong>, </strong>lebih dari 80% menyatakan bahwa lingkungan belajar yang mendukung dan emosi positif meningkatkan pemahaman, serta 77,9% menyatakan kemampuan berpikir berkembang ketika pembelajaran disesuaikan dengan cara kerja otak<strong>. </strong>Secara keseluruhan, persepsi mahasiswa terhadap pembelajaran fisika berbasis neuroeducation berada pada kategori sangat positif. Penelitian ini menunjukan bahwa mahasiswa memiliki persepsi yang positif terhadap penerapan prinsip <em>neuroeducation </em>dalam pembelajaran.</p> Shafa Salsabilla Nuwwayar, Humaira Fatharani, Rahel Ajustin Sinaga, Nurfaida Nurfaida, Nova Susanti Copyright (c) 2026 Shafa Salsabilla Nuwwayar, Humaira Fatharani, Rahel Ajustin Sinaga, Nurfaida Nurfaida, Nova Susanti https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://e-journal.uniflor.ac.id/index.php/optika/article/view/7840 Tue, 19 May 2026 00:00:00 +0000 PENGARUH MODEL TALKING STICK BERBANTUAN MYSTERY BOX PADA HASIL BELAJAR FISIKA https://e-journal.uniflor.ac.id/index.php/optika/article/view/7830 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe <em>Talking Stick</em> berbantuan <em>Mystery Box</em> terhadap hasil belajar fisika peserta didik kelas XI (Fase F) di SMAN 13 Padang. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar fisika peserta didik yang belum memenuhi Kriteria Ketuntasan Target Pembelajaran (KKTP), yang disebabkan oleh kurangnya keterlibatan, kolaborasi, dan fokus peserta didik dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experiment melalui rancangan posttest-only control group design. Populasi penelitian adalah seluruh peserta didik kelas XI (Fase F) yang mengambil mata pelajaran fisika, dengan sampel kelas XI F.8 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI F.7 sebagai kelas kontrol. Data hasil belajar diperoleh melalui tes hasil belajar dan dianalisis menggunakan uji Mann-Whitney U. Hasil analisis menunjukkan nilai U = 424,500, Z = ?2,561, dan Asymp. Sig. (2-tailed) = 0,010 &lt; 0,05, sehingga H? ditolak dan H? diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe <em>Talking Stick</em> berbantuan <em>Mystery Box</em> berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar fisika peserta didik. Hasil penelitian ini berkontribusi dalam pengembangan strategi pembelajaran inovatif yang dapat meningkatkan keaktifan dan pemahaman peserta didik dalam pembelajaran fisika.</p> Nofta Elva Suci, Yeni Nurpatri, Ilham Adi Putra Copyright (c) 2026 Nofta Elva Suci, Yeni Nurpatri, Ilham Adi Putra https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://e-journal.uniflor.ac.id/index.php/optika/article/view/7830 Sat, 23 May 2026 00:00:00 +0000 KESULITAN BELAJAR FISIKA PADA SISWA SMA DI INDONESIA: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW BERBASIS PRISMA https://e-journal.uniflor.ac.id/index.php/optika/article/view/7862 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis kesulitan belajar fisika pada siswa SMA di Indonesia berdasarkan hasil kajian literatur. Penelitian menggunakan metode <em>Systematic Literature Review</em> (SLR) dengan pendekatan PRISMA (<em>Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses</em>). Sebanyak 20 artikel yang relevan pada rentang tahun 2020–2025 dianalisis secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan belajar fisika bersifat multidimensional, meliputi kesulitan konseptual, matematis, pemecahan masalah, serta aspek afektif. Aspek afektif, seperti rendahnya motivasi, minat, dan kepercayaan diri, menjadi faktor yang paling dominan. Selain itu, kesulitan belajar juga dipengaruhi oleh faktor eksternal, seperti metode pembelajaran yang kurang variatif, minimnya penggunaan media dan praktikum, serta lingkungan belajar yang kurang kondusif. Materi fisika yang sering dianggap sulit antara lain mekanika dan medan magnet. Solusi yang direkomendasikan meliputi penerapan model pembelajaran aktif, penggunaan media dan simulasi interaktif, peningkatan motivasi belajar, serta pemberian pengalaman belajar melalui praktikum. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kesulitan belajar fisika tidak berdiri sendiri, melainkan saling berkaitan, sehingga diperlukan pendekatan pembelajaran yang holistik, kontekstual, dan berbasis teknologi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran fisika.</p> Aulia Nadratan Naim, Nursakinah Annisa Lutfin, Fauziah A Copyright (c) 2026 Aulia Nadratan Naim, Nursakinah Annisa Lutfin, Fauziah A https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://e-journal.uniflor.ac.id/index.php/optika/article/view/7862 Sat, 06 Jun 2026 00:00:00 +0000 PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING MENGGUNAKAN STRATEGI PAIR CHECKS UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK https://e-journal.uniflor.ac.id/index.php/optika/article/view/7842 <p>Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan yang signifikan antara hasil belajar ranah kognitif peserta didik yang diajarkan menggunakan model Problem Based Learning menggunakan strategi Pair Checks dengan yang di ajarkan model pembelajaran langsung. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimental dengan menggunakan nonequivalent control group design. Populasi dari penelitian ini sebanyak 47 orang terdiri dari kelas X IPA 1 dan X IPA 2, dengan menggunakan teknik pengambilan sampel total. Hasil yang diperoleh menggunakan instrumen tes hasil belajar, yang kemudian dianalisis menggunakan analisis deksriptif dan inferensial untuk memperoleh tingkatan kriteria setiap aspek. Adapun hasil penelitian yang diperoleh pada kelas eksperimen dengan kelas kontrol, untuk skor rata-rata indikator ranah kognitif hasil belajar kelas eksperimen memperoleh persentase 47,92% pada pretest berada pada kategori sedang dan persentase 74,79% pada posttest berada pada kategori tinggi sedangkan pada kelas kontrol memperoleh persentase 49,44% pada pretest berada pada kategori sedang dan persentase 53,48% pada posttest berada pada kategori sedang. Pada kelas eksperimen diperoleh nilai N-Gain 0,52 yang menunjukkan interval nilai berada pada 0,30 &lt; g &lt; 0,70 kategori sedang, sedangkan pada kelas kontrol interval nilai berada pada ? 0,30 kategori rendah. oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa pada kelas eksperimen peningkatan hasil belajar setelah diterapkan model problem based learning menggunakan strategi pair checks adalah sedang. Hasil yang diperoleh pada Uji-T adalah nilai signifikan 0,000 yang artinya ? &lt; 0,05 menujukkan adanya perbedaan peningkatan yang siginifikan setelah diterapkan model problem based learning menggunakan startegi pair checks. </p> Nopita Limbong Ma'dika, Firman Firman, Faizal Amir, Fadhila Fadhila, Andi Rosman Copyright (c) 2026 Nopita Limbong Ma'dika, Firman Firman, Faizal Amir, Fadhila Fadhila, Andi Rosman https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://e-journal.uniflor.ac.id/index.php/optika/article/view/7842 Sat, 06 Jun 2026 00:00:00 +0000 REKONSTRUKSI VIDEO PEMBELAJARAN FISIKA BERBASIS PENDEKATAN BEHAVIORISTIK BAGI SISWA FASE F PADA MATERI HUKUM NEWTON https://e-journal.uniflor.ac.id/index.php/optika/article/view/7890 <p>Pendidikan menjadi bagian dan memiliki peranan yang penting bagi kehidupan manusia dan tidak bisa lepas karena saling berikatan salah satunya pada pembelajaran Fisika. Pembelajaran Fisika juga memiliki permasalahan yang mendasar terkait materinya yang dianggap sulit sehingga perlu adanya solusi yaitu melalui video pembelajaran dengan terintegrasi pendekatan Behavioristik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui desain dan kelayakan video pembelajaran Fisika berbasis Pendekatan Behavioristik bagi siswa Fase F pada materi Hukum Newton. Penelitian ini menggunakan Model pengembangan 4D meliputi: <em>Define (Pendefinisian), Design (Perancangan), Develop (Pengembangan), dan Disseminate (Penyebaran)</em>. Batasan penelitian ini hanya dilakukan 3 tahapan saja tanpa dilakukan tahap <em>dissaminate </em>dikarenakan keterbatasan waktu dan tenaga. Subyek uji coba terdiri dari subjek uji coba para ahli dan uji respon siswa. Uji coba para ahli dilakukan oleh dua dosen dan 1 guru sebagai validator ahli media dan ahli materi. Sedangkan uji respon dilakukan siswa kelas XI MAN 4 Jombang sebanyak 30 siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari: a) lembar validasi ahli materi, b) lembar validasi ahli media, dan c) angket respon siswa terhadap video pembelajaran. Hasil penelitian diperoleh video pembelajaran Fisika ini pada kategori sangat layak (validasi media sebesar 85,2% dan validasi materi sebesar 82,5%) dan kategori sangat menarik (86,8%) dari respon siswa. Hal ini menunjukkan bahwa video pembelajaran Fisika berbasis Pendekatan Behavioristik memungkinkan dapat membantu meningkatkan pemahaman serta minat belajar siswa pada konsep Fisika.</p> Ranggih Meira Putri Kharisma, Ino Angga Putra, Kartika Wulandari , Suci Prihatiningtyas, Novia Ayu Sekar Pertiwi Copyright (c) 2026 Ranggih Meira Putri Kharisma, Ino Angga Putra, Kartika Wulandari , Suci Prihatiningtyas, Novia Ayu Sekar Pertiwi https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://e-journal.uniflor.ac.id/index.php/optika/article/view/7890 Mon, 08 Jun 2026 00:00:00 +0000 AMBANG KEPUTUSAN PENERIMAAN MODUL PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN UJI BINOMIAL DALAM PEMBELAJARAN FISIKA https://e-journal.uniflor.ac.id/index.php/optika/article/view/7906 <p>Penelitian ini bertujuan menganalisis proporsi minat siswa terhadap modul pengajaran fisika menggunakan uji binomial satu sampel. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei deskriptif satu kelompok (<em>single-group descriptive survey</em>) yang melibatkan 30 siswa kelas X SMA Yadika Baturaja. Data dikumpulkan melalui kuesioner satu item dikotomi (tertarik/tidak tertarik) yang telah divalidasi konten oleh tiga ahli pendidikan fisika. Analisis data menggunakan uji binomial satu sampel (p? = 0,6; ? = 0,05), interval kepercayaan <em>Clopper-Pearson</em> 95%, analisis daya, dan <em>Fisher's Exact Test</em> untuk perbandingan gender. Hasil menunjukkan 80% siswa (n = 24) menyatakan minat, secara signifikan melampaui ambang penerimaan 60% (p = 0,017). Interval kepercayaan 95% (0,61-0,92) dan analisis daya (0,73) memperkuat validitas inferensi. Analisis komparatif mengungkap perbedaan minat signifikan berdasarkan gender (p &lt; 0,05) dengan kecenderungan lebih tinggi pada siswa perempuan. Secara metodologis, integrasi uji binomial eksak dan analisis nonparametrik terbukti merupakan kerangka inferensial yang rigor untuk evaluasi data dikotomi dalam penelitian pendidikan berskala kecil.</p> Irenta Irenta, Hamdi Akhsan, Sardianto Markos Siahaan Copyright (c) 2026 Irenta Irenta, Hamdi Akhsan, Sardianto Markos Siahaan https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://e-journal.uniflor.ac.id/index.php/optika/article/view/7906 Mon, 08 Jun 2026 00:00:00 +0000 PERANCANGAN SISTEM PENGUKURAN EFEK HALL PADA BAHAN SEMIKONDUKTOR MENGGUNAKAN SENSOR TEGANGAN DC DAN MIKROKONTROLER ARDUINO UNO https://e-journal.uniflor.ac.id/index.php/optika/article/view/7922 <p>Efek Hall merupakan salah satu fenomena penting dalam karakterisasi bahan semikonduktor. Pemanfaatannya dalam penelitian maupun pembelajaran sangat penting untuk memahami sifat kelistrikan material, akan tetapi sistem pengukuran konvensional umumnya membutuhkan peralatan yang mahal dan kompleks Penelitian ini bertujuan merancang sistem pengukuran efek Hall yang sederhana, efisien, dan ekonomis dengan menggunakan sensor tegangan DC yang diintegrasikan dengan mikrokontroler Arduino UNO sebagai pusat akuisisi data. Metode penelitian menggunakan penelitian eksperimen yang meliputi perancangan rangkaian pengukuran, pemrograman Arduino untuk pembacaan data tegangan Hall, serta pengujian sampel semikonduktor dengan variasi arus listrik dan medan magnet. Data hasil pembacaan sensor tegangan DC dibandingkan dengan nilai tegangan pada power supply untuk melihat nilai akurasi sensor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem mampu mendeteksi tegangan Hall dengan baik pada tegangan minimal 0,64 V dan tegangan maksimal 0,88 V. Sementara pada arusnya berada pada nilai minimal 0,006 mA dan nilai maksimalnya 2,185 mA. Data arus dan tegangan Hall yang diperoleh melalui sensor tegangan DC menghasilkan persamaan y =0,3135ln(x) + 3,4297 dengan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,9787 yang menandakan tingkat kesesuaian sangat tinggi dengan teori. Nilai rata-rata error yang diperoleh sebesar 2,77% menunjukkan akurasi sistem pengukuran yang cukup baik. Dengan demikian, sistem pengukuran efek Hall berbasis sensor tegangan DC dan Arduino UNO yang dirancang terbukti mampu memberikan hasil pengukuran dengan tingkat akurasi tinggi dan kesesuaian yang sangat baik terhadap teori, sehingga layak digunakan sebagai instrumen alternatif dalam penelitian maupun pembelajaran sifat kelistrikan semikonduktor.</p> Likha Afrianti Putri, Andi Rosman , Ummu Kalsum, Nur Aisyah Humairah, Mutmainnah Badu, Fatmawati Fatmawati, Deskiana Linda Copyright (c) 2026 Andi Rosman , Likha Afrianti Putri, Ummu Kalsum, Nur Aisyah Humairah, Mutmainnah Badu, Fatmawati Fatmawati, Deskiana Linda https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://e-journal.uniflor.ac.id/index.php/optika/article/view/7922 Thu, 11 Jun 2026 00:00:00 +0000 PENGARUH MODEL PBL BERBASIS TPACK TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA https://e-journal.uniflor.ac.id/index.php/optika/article/view/7934 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan keterampilan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran fisika SMA pada materi gelombang bunyi antara kelas yang dibelajarkan menggunakan model PBL berbasis TPACK dan PBL konvensional. Penelitian ini menggunakan metode <em>quasi eksperiment</em> <em>research </em>dengan desain <em>one-way non-equivalent pretest-posttest control group design. </em>Populasi yang digunakan terdiri atas 5 kelas dengan jumlah siswa sebanyak 177 orang. Sampel yang digunakan terdiri dari 2 kelas yang dipilih menggunakan teknik <em>cluster random sampling</em> sebanyak 69 siswa yang tersebar pada kelas eksperimen sebanyak 35 siswa dan kelas kontrol sebanyak 34 siswa. Instrumen keterampilan berpikir kritis yang digunakan yaitu tes esai sebanyak 10 soal. Hasil <em>pretest-posttest</em> dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji ANCOVA dengan taraf signifikansi 0,05. Secara deskriptif, rata-rata <em>posttest</em> kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol. Hasil uji ANCOVA menujukkan bahwa model pembelajaran yang digunakan berpengaruh signifikan terhadap keterampilan berpikir kritis siswa ( ; p ) serta kontribusi sebesar 40,6%. Dengan demikian, terdapat perbedaan keterampilan berpikir kritis siswa yang belajar dengan model PBL berbasis TPACK dan siswa yang belajar menggunakan PBL konvensional.. Implikasi penelitian mengindikasikan bahwa integrasi teknologi yang didukung oleh pedagogik dan konten dalam pembelajaran berbasis masalah mampu mendukung pengembangan keterampilan berpikir kritis siswa, khususnya pada pembelajaran fisika yang bersifat abstrak.</p> Ni Made Meriantari, Rai Sujanem, Ina Yuliana Copyright (c) 2026 Ni Made Meriantari, Rai Sujanem, Ina Yuliana https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://e-journal.uniflor.ac.id/index.php/optika/article/view/7934 Thu, 11 Jun 2026 00:00:00 +0000 DOSIMETRI PASIEN-SPESIFIK TERAPI LUTETIUM-177 PADA KANKER PAYUDARA: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW https://e-journal.uniflor.ac.id/index.php/optika/article/view/7945 <p>Penelitian ini bertujuan mensintesis bukti ilmiah tentang strategi optimasi protokol dosimetri pasien-spesifik pada terapi radionuklida ¹??Lu. Penelitian juga memberi rekomendasi protokol yang akurat. Metode yang digunakan yaitu <em>systematic literature review</em> (SLR) mengikuti protokol PRISMA. Pencarian literatur dilakukan pada database PubMed, Scopus, dan Google Scholar dengan kata kunci "Lutetium-177", "dosimetry", "PSMA", "HER2", dan "protocol optimization" untuk periode 2015-2026. Kriteria inklusi meliputi artikel original, review, dan pedoman klinis tentang dosimetri ¹??Lu. Hasil review menunjukkan bahwa simplifikasi protokol menggunakan single-time-point SPECT pada 168 jam pasca injeksi memberikan estimasi dosis serap (terutama untuk lesi) dengan ketidakpastian 20%, sementara dua time point (24 dan 168 jam) menurunkan ketidakpastian menjadi 13%. Variabilitas antar parameter dalam satu workflow dosimetri mencapai 84%, hal ini menekankan perlunya sebuah standardisasi. Dosis serap organ at risk: ginjal berkisar 0,35-1,42 mGy/MBq, hati 0,03-1,07 mGy/MBq, dan sumsum tulang 0,005-0,15 mGy/MBq. Kontribusi penelitian ini terhadap pengembangan ilmu pengetahuan di bidang fisika medis dan kedokteran nuklir adalah tersusunnya rekomendasi protokol dosimetri ¹??Lu yang praktis, akurat, dan terstandardisasi untuk institusi pendidikan dan pelayanan kesehatan di Indonesia. Disimpulkan bahwa optimasi protokol dosimetri memerlukan standardisasi metode akuisisi SPECT/CT, kalibrasi kamera gamma, dan koreksi partial volume, dengan protokol simplifikasi satu atau dua time point layak untuk implementasi klinis rutin.</p> Hanna Azmi Fathin, Ari Bangkit Sanjaya Umbu, Rizki Sidik Copyright (c) 2026 Hanna Azmi Fathin, Ari Bangkit Sanjaya Umbu, Rizki Sidik https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://e-journal.uniflor.ac.id/index.php/optika/article/view/7945 Wed, 17 Jun 2026 00:00:00 +0000 ANALISIS MISKONSEPSI SISWA SMA PADA MATERI GAYA DAN GERAK MENGGUNAKAN FCI DAN MODEL RASCH https://e-journal.uniflor.ac.id/index.php/optika/article/view/7977 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas pengukuran instrumen <em>Force Concept Inventory</em> (FCI) berdasarkan model Rasch serta memetakan miskonsepsi siswa pada materi gaya dan gerak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan melibatkan 62 siswa sekolah menengah atas yang telah mempelajari konsep dasar mekanika. Instrumen yang digunakan terdiri atas 30 butir soal pilihan ganda, dan data dianalisis menggunakan perangkat lunak Winsteps untuk mengevaluasi kualitas instrumen serta pemahaman konseptual siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa FCI memiliki kualitas pengukuran yang baik, ditunjukkan oleh terpenuhinya unidimensionalitas (22,6%), kesesuaian butir yang memadai, serta reliabilitas yang cukup baik (reliabilitas item = 0,85; reliabilitas person = 0,51). Nilai item separation sebesar 2,41 menunjukkan variasi tingkat kesulitan butir yang baik, sedangkan nilai person separation sebesar 1,01 menunjukkan bahwa variasi tingkat kemampuan siswa masih terbatas. Namun demikian, performa siswa secara keseluruhan masih rendah, dengan rata-rata persentase jawaban benar hanya sebesar 21%, yang mencerminkan rendahnya pemahaman konseptual dan adanya miskonsepsi yang cukup signifikan. Analisis lebih lanjut menunjukkan bahwa siswa cenderung mengaitkan gerak dengan keberadaan gaya secara terus-menerus serta menghubungkan arah gerak dengan besar gaya yang bekerja. Selain itu, siswa juga mengalami kesulitan dalam memahami independensi komponen gerak pada kinematika, khususnya pada konsep gerak peluru. Temuan ini menunjukkan perlunya pendekatan pembelajaran yang menekankan pemahaman konseptual dan keterpaduan konsep-konsep fisika untuk membantu mengurangi miskonsepsi siswa secara lebih efektif.</p> Rahma Malizka, Lina Aviyanti, M. Reza Dwi Saputra, Silmi Fitriani, Abdul Salam Copyright (c) 2026 Rahma Malizka, Lina Aviyanti, M. Reza Dwi Saputra, Silmi Fitriani, Abdul Salam https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://e-journal.uniflor.ac.id/index.php/optika/article/view/7977 Wed, 17 Jun 2026 00:00:00 +0000 ANALISIS PROFIL KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMA DALAM PEMBELAJARAN HUKUM NEWTON MELALUI PENDEKATAN MIXED METHODS https://e-journal.uniflor.ac.id/index.php/optika/article/view/7895 <p>Dengan menerapkan pembelajaran berbasis digital diharapkan mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa di Indonesia, seperti melalui media belajar interaktif menggunakan website dan simulator sederhana. Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi profil kemampuan berpikir kritis siswa dengan memanfaatkan penilaian formatif dalam proses pembelajaran fisika di tingkat SMA. Metode penelitian termasuk dalam penelitian pendahuluan dengan sampel 63 siswa SMA di Surabaya, Jawa Timur. Teknik pengumpulan data meliputi pembagian tes keterampilan beprikir kritis, survei tanggapan siswa, dan wawancara dengan guru fisika. Penelitian ini memberikan hasil yang signifikan pada rendahnya keterampilan berpikir kritis siswa dengan 32 siswa dalam kategori sangat rendah, indikator terendah adalah inferensi dan tertinggi adalah evalusi. Sedangkan proses pembelajaran yang masih menggunakan metode pembelajaran konvensional dapat memengaruhi rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa. Hasil analisis menunjukkan bahwa untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa, penting untuk memanfaatkan teknologi, terutama pada media pembelajaran fisika.</p> Adilah Hanifah, Oka Saputra, Imam Sucahyo, Hanandita Veda Saphira Copyright (c) 2026 Adilah Hanifah, Oka Saputra, Imam Sucahyo, Hanandita Veda Saphira https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://e-journal.uniflor.ac.id/index.php/optika/article/view/7895 Tue, 23 Jun 2026 00:00:00 +0000 OPTIMALISASI PEMAHAMAN KONSEPTUAL FISIKA SISWA MELALUI IMPLEMENTASI MODEL DISCOVERY LEARNING TERINTEGRASI METODE EKSPERIMEN DAN DEMONSTRASI DI SMAN 3 PAMEKASAN https://e-journal.uniflor.ac.id/index.php/optika/article/view/7905 <p>Rendahnya pemahaman konseptual siswa pada materi impuls dan momentum masih menjadi permasalahan utama dalam pembelajaran fisika, yang salah satunya dipengaruhi oleh dominasi pendekatan berpusat pada guru sehingga keterlibatan aktif siswa dalam membangun pengetahuan belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman konseptual siswa melalui penerapan model <em>Discovery Learning</em> yang dipadukan dengan metode eksperimen dan demonstrasi. Penelitian menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan pada siswa kelas XI A2 SMAN 3 Pamekasan semester genap tahun ajaran 2025/2026 dengan jumlah 36 siswa, melalui tiga siklus yang meliputi perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui tes pemahaman konseptual dan lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan ketuntasan belajar secara bertahap, yaitu dari 44% pada siklus I menjadi 67% pada siklus II dan mencapai 78% pada siklus III, disertai peningkatan keterlaksanaan pembelajaran dari 70% menjadi 86%. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi <em>Discovery Learning</em> dengan eksperimen dan demonstrasi efektif dalam meningkatkan pemahaman konseptual siswa serta memberikan kontribusi terhadap pengembangan strategi pembelajaran fisika yang lebih aktif, kontekstual, dan berorientasi pada konstruksi pengetahuan.</p> Wardatuz Zahroh, Fajrus Shodiq, Muji shobirin, Nur Jannah, Arisandi Setiawan, Suprianto Suprianto Copyright (c) 2026 Wardatuz Zahroh, Fajrus Shodiq, Muji shobirin, Nur Jannah, Arisandi Setiawan, Suprianto Suprianto https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://e-journal.uniflor.ac.id/index.php/optika/article/view/7905 Tue, 23 Jun 2026 00:00:00 +0000 PERBANDINGAN PENGARUH CARBON DOTS DARI KULIT PARE DAN JAGUNG PADA PERTUMBUHAN BAYAM https://e-journal.uniflor.ac.id/index.php/optika/article/view/7994 <p>Penelitian ini bertujuan membandingkan pengaruh <em>carbon dots</em> (C-dots) dari kulit pare dan kulit jagung terhadap pertumbuhan tanaman bayam (<em>Amaranthus sp.</em>) pada konsentrasi 0,5 <em>g/L</em> dan 1 <em>g/L</em>. C-dots disintesis menggunakan metode pemanasan oven pada suhu 250<em>°C</em> selama 40 menit, kemudian diaplikasikan dengan penyiraman selama 7 hari. Parameter pertumbuhan yang diamati adalah tinggi tanaman. Hasil menunjukkan bahwa kedua jenis C-dots meningkatkan pertumbuhan bayam dibandingkan kontrol (aquades). Perlakuan C-dots kulit jagung 0,5 <em>g/L</em> menghasilkan pertumbuhan tertinggi (2,0 <em>cm</em> pada hari ke-7), diikuti oleh C-dots kulit pare 1 <em>g/L</em> (1,9 <em>cm</em>) dan kulit jagung 1 <em>g/L</em> (1,9 <em>cm</em>). Pengaruh C-dots bersifat tergantung dosis (<em>dose-dependent</em>), di mana konsentrasi optimal bergantung pada sumber biomassa. Kesimpulannya, C-dots dari kulit pare dan jagung berpotensi sebagai biostimulan ramah lingkungan, dengan kulit jagung 0,5 <em>g/L</em> sebagai perlakuan terbaik dalam penelitian ini.</p> Khafilah Hendra Yani, Nelly Apriliani, Rahmat Firman Septiyanto, Tresna Galih Sukma Suryana, Jesica Amelda, Tatmimatul Hasanah, Dede Ardila Copyright (c) 2026 Khafilah Hendra Yani, Nelly Apriliani, Rahmat Firman Septiyanto, Tresna Galih Sukma Suryana, Jesica Amelda, Tatmimatul Hasanah, Dede Ardila https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://e-journal.uniflor.ac.id/index.php/optika/article/view/7994 Mon, 29 Jun 2026 00:00:00 +0000 ANALISIS PERSEPSI SISWA TERHADAP PENGGUNAAN LABORATORIUM VIRTUAL PHET PADA MATERI PERUBAHAN ENERGI https://e-journal.uniflor.ac.id/index.php/optika/article/view/7976 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi siswa SMA kelas X terhadap penggunaan laboratorium virtual PhET pada materi perubahan energi yang berfokus pada aspek keterpahaman materi dan penggunaan <em>software</em>. Evaluasi ini penting dilakukan untuk mengetahui bagaimana siswa menerima dan mengoperasikan simulasi PhET untuk memahami konsep abstrak dalam materi <a href="https://idr.uin-antasari.ac.id/12130/1/Artikel%20Jurnal.pdf">perubahan energi</a>. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan survei yang disebarkan secara daring kepada 185 siswa di SMAN 2 Polewali yang dipilih melalui teknik <em>purposive sampling</em>. Data dikumpulkan menggunakan instrumen kuesioner skala Likert dan pertanyaan terbuka yang kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan analisis konten tematik. Pemilihan metode ini sangat tepat untuk mendeskripsikan distribusi respon subjektif siswa secara sistematis dan objektif tanpa manipulasi variabel. Hasil penelitian menunjukkan persepsi yang sangat positif pada aspek keterpahaman materi dimana fitur interaktif simulasi terbukti efektif membantu siswa bereksperimen dengan variabel secara mandiri dan memperjelas visualisasi konsep fisika yang bersifat abstrak. Namun pada aspek penggunaan <em>software</em>, terdapat beberapa kendala teknis berupa kesulitan navigasi bagi pengguna pemula, berkurangnya keterlibatan emosional jika dibandingkan dengan praktikum tradisional, dan kurangnya panduan materi yang terintegrasi di dalam simulasi. Temuan ini mengindikasikan bahwa daya tarik visual PhET akan lebih efektif jika dibarengi dengan strategi pedagogis yang tepat untuk mencapai keberhasilan dalam pembelajaran.</p> Kristina Nurmi, Fauziah A, Nursakinah Annisa Lutfin, Afiq Agung Copyright (c) 2026 Kristina Nurmi, Fauziah Alimuddin, Nursakinah Annisa Lutfin, Afiq Agung https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://e-journal.uniflor.ac.id/index.php/optika/article/view/7976 Mon, 29 Jun 2026 00:00:00 +0000 KETERKAITAN ANTARA SELF-EFFICACY DAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH FISIKA MAHASISWA PENDIDIKAN FISIKA https://e-journal.uniflor.ac.id/index.php/optika/article/view/7988 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh self-efficacy terhadap kemampuan pemecahan masalah mahasiswa program studi pendidikan fisika Universitas PGRI Silampari.</p> <p>Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif-kasualitas dengan sampel jenuh yang melibatkan seluruh mahasiswa aktif. Instrumen penelitian terdiri dari kuesioner self-efficacy yang mengacu pada General Self-Efficacy Scale (GSES) dan tes berbasis soal Higher Order Thinking Skills (HOTS) untuk menilai kemampuan pemecahan masalah. Data dianalisis menggunakan regresi linear sederhana setelah memenuhi uji asumsi klasik.Hasil analisis menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,028 &lt; 0,05 dengan nilai t hitung sebesar 2,252, yang mengindikasikan adanya pengaruh signifikan dan positif antara self-efficacy terhadap kemampuan pemecahan masalah. Artinya, semakin tinggi self-efficacy mahasiswa, semakin baik kemampuan mereka dalam menyelesaikan masalah fisika. Penelitian ini menyimpulkan bahwa self-efficacy berpengaruh positif terhadap kemampuan pemecahan masalah mahasiswa. Temuan ini penting untuk dijadikan dasar dalam merancang strategi pembelajaran yang dapat meningkatkan kepercayaan diri mahasiswa demi mendukung pencapaian hasil belajar yang lebih optimal.</p> Wahyu Arini, Sulistiyono Sulistiyono Copyright (c) 2026 Wahyu Arini, Sulistiyono Sulistiyono https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://e-journal.uniflor.ac.id/index.php/optika/article/view/7988 Mon, 29 Jun 2026 00:00:00 +0000 POTENSI MINYAK KEMIRI SEBAGAI SUMBER DAYA ALAM MASYARAKAT DESA RIA RIUNG BARAT https://e-journal.uniflor.ac.id/index.php/optika/article/view/7599 <p>Desa Ria, Kecamatan Riung Barat, Kabupaten Ngada memiliki potensi sumber daya alam berupa tanaman kemiri (<em>Aleurites moluccana</em>) yang melimpah, namun pemanfaatannya masih terbatas pada penggunaan tradisional dan penjualan dalam bentuk bahan mentah dengan nilai ekonomi yang relatif rendah. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah kemiri menjadi minyak kemiri melalui integrasi konsep fisika dan kimia sebagai upaya pemberdayaan masyarakat. Metode yang digunakan adalah metode partisipatif yang meliputi tahap persiapan, sosialisasi, pelatihan dan demonstrasi, serta evaluasi. Sasaran kegiatan terdiri atas kelompok tani, ibu rumah tangga, dan pemuda desa. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat memperoleh peningkatan pemahaman mengenai konsep fisika dan kimia yang terlibat dalam proses pembuatan minyak kemiri, seperti perpindahan kalor, suhu, tekanan, massa jenis, proses ekstraksi, dan pengaruh pemanasan terhadap kualitas minyak. Selain itu, peserta mampu mempraktikkan tahapan pembuatan minyak kemiri secara mandiri serta memahami potensi pengembangan usaha berbasis produk lokal. Tingginya partisipasi dan antusiasme masyarakat menjadi faktor pendukung keberhasilan kegiatan. Pelatihan ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan keterampilan, literasi sains, dan pemanfaatan potensi lokal yang berkontribusi pada pengembangan usaha rumah tangga berbasis minyak kemiri. Dengan demikian, integrasi konsep fisika dan kimia dalam pelatihan pembuatan minyak kemiri dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat yang efektif dalam meningkatkan nilai tambah komoditas lokal dan mendukung kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.</p> Melkyanus Bili Umbu Kaleka, Yasinta Embu Ika, Hamsa Doa, Aloisius Harso, Arnoldus Jehopan Copyright (c) 2026 Melkyanus Bili Umbu Kaleka, Yasinta Embu Ika, Hamsa Doa, Aloisius Harso, Arnoldus Jehopan https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0 https://e-journal.uniflor.ac.id/index.php/optika/article/view/7599 Mon, 29 Jun 2026 00:00:00 +0000