Sajaratun: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
https://e-journal.uniflor.ac.id/index.php/sajaratun
<p align="justify"><img style="float: left; width: 165px; margin-top: 8px; margin-right: 15px; border: 2px solid #ffffff;" src="https://e-journal.uniflor.ac.id/public/journals/19/journalThumbnail_en_US.jpg" alt="" width="470" height="750" /><strong>Sajaratun: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah </strong> <a href="https://issn.lipi.go.id/terbit/detail/20211126490909346">ISSN 2809-8293 (media online)</a> diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Sejarah, FKIP, Universitas Flores dua kali setahun pada bulan Juni dan Desember. Sajaratun mencakup semua bidang dan periode dalam Pendidikan sejarah, sejarah Indonesia dan Humaniora. Artikel-artikel tersebut dapat ditulis untuk disampaikan dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.</p> <table class="data" style="background-color: #f6a100;" border="1" width="100%"> <tbody> <tr valign="top"> <td style="color: #000000;" width="20%"> Journal Title</td> <td style="color: #000000;" width="80%">Sajaratun: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah</td> </tr> <tr valign="top"> <td style="color: #000000;" width="20%"> Subject</td> <td style="color: #000000;" width="80%">https://tapisberseri.ubl.ac.id/index.php/jpmtapisberseri/ruanglingkup</td> </tr> <tr valign="top"> <td style="color: #000000;" width="20%"> Language</td> <td style="color: #000000;" width="80%">English (preferred), Indonesia</td> </tr> <tr valign="top"> <td style="color: #000000;" width="20%"> E-ISSN</td> <td style="color: #000000;" width="80%">2830-6945</td> </tr> <tr valign="top"> <td style="color: #000000;" width="20%"> Frequency</td> <td style="color: #000000;" width="80%">Twice a year June dan December</td> </tr> <tr valign="top"> <td style="color: #000000;" width="20%"> DOI</td> <td style="color: #000000;" width="80%">https://doi.org/10.37478/sajaratun.v9i2 (Prefix - by Crossref) </td> </tr> <tr valign="top"> <td style="color: #000000;" width="20%"> OAI</td> <td style="color: #000000;" width="80%">https://e-journal.uniflor.ac.id/index.php/sajaratun/oai</td> </tr> <tr valign="top"> <td style="color: #000000;" width="20%"> Editor in chief</td> <td style="color: #000000;" width="80%">Samingan, S.Pd, M.Pd, MA</td> </tr> <tr valign="top"> <td style="color: #000000;" width="20%"> Publisher</td> <td style="color: #000000;" width="80%">Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Flores</td> </tr> <tr valign="top"> <td style="color: #000000;" width="20%">Citation Analysis</td> <td style="color: #000000;" width="80%"><a style="color: #000000;" href="https://scholar.google.com/">Google Scholar</a></td> </tr> </tbody> </table> <p><strong>Sajaratun: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah</strong> is in the process of being indexed by:<br /><a href="https://scholar.google.com/scholar?hl=en&as_sdt=0%2C5&q=sajaratun&btnG="><img src="https://jejakdosen.com/wp-content/uploads/2022/10/GS.png" alt="scholar" width="100" height="39" /></a> <a href="https://neliti.com/"><img src="https://jejakdosen.com/wp-content/uploads/2022/10/neliti.png" alt="neliti" width="100" height="39" /></a> <a href="https://sinta.kemdikbud.go.id/"><img src="https://jejakdosen.com/wp-content/uploads/2022/10/sinta.png" alt="sinta" width="100" height="39" /></a> <a href="https://garuda.kemdikbud.go.id/journal/view/35431"><img src="https://jejakdosen.com/wp-content/uploads/2022/10/garuda.png" alt="garuda" width="100" height="39" /></a> <a href="https://onesearch.id/"><img src="https://jejakdosen.com/wp-content/uploads/2022/10/Onesearch.png" alt="onesearch" width="100" height="39" /></a><a href="https://www.crossref.org"><img src="https://jejakdosen.com/wp-content/uploads/2022/10/crossref.png" alt="crossref" width="100" height="39" /></a> <br /> <a> </a> <a href="https://app.dimensions.ai/discover/publication?and_facet_source_title=jour.1443279"><img src="https://jurnal.kopertais15.or.id/public/site/images/admin/dimensions.png" alt="" width="130" height="56" /> </a> <a href="https://doaj.org/"><img src="https://jurnal.kopertais15.or.id/public/site/images/admin/doaj2.jpg" alt="" width="130" height="56" /> </a><a href="https://portal.issn.org/"><img src="https://jurnal.kopertais15.or.id/public/site/images/admin/road-issn-removebg-preview-1.png" alt="" width="89" height="31" /></a><a href="http://olddrji.lbp.world/"><img src="https://journal.literasisainsnusantara.com/public/site/images/Drji.jpg" alt="" width="89" height="31" /></a><a href="https://journals.indexcopernicus.com/"><img src="https://journal.literasisainsnusantara.com/public/site/images/copernicus-logo.png" alt="" width="100" height="39" /></a><a href="https://portal.issn.org/"><img src="https://journal.literasisainsnusantara.com/public/site/images/bases.jpg" alt="" width="100" height="39" /></a></p> <p><strong>Recomended Tools:</strong><br /><a href="https://www.mendeley.com/"><img src="https://jejakdosen.com/wp-content/uploads/2022/10/mendeley1.png" alt="mendeley" width="100" height="39" /></a> <a href="https://www.zotero.org/support/"><img src="https://jejakdosen.com/wp-content/uploads/2022/10/zotero2.png" alt="zotero" width="100" height="39" /></a> <a href="https://endnote.com/"><img src="https://jejakdosen.com/wp-content/uploads/2022/10/endnote3.png" alt="endnote" width="100" height="39" /></a> <a href="https://turnitin.com/id/resources"><img src="https://jejakdosen.com/wp-content/uploads/2022/10/turnitin3.png" alt="turnitin" width="100" height="39" /></a> <a href="https://www.ithenticate.com/"><img src="https://jejakdosen.com/wp-content/uploads/2022/10/ithenticate2.png" alt="ithenticate" width="100" height="39" /></a> <a href="https://www.grammarly.com/"><img src="https://jejakdosen.com/wp-content/uploads/2022/10/grammarly1.png" alt="grammarly" width="100" height="39" /></a></p>Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Floresen-USSajaratun: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah2541-0873Satwa Dan Media: Konflik Gajah Di Pulau Sumatera Dalam Surat Kabar Kolonial (1859-1937)
https://e-journal.uniflor.ac.id/index.php/sajaratun/article/view/8138
<p>Status Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) yang saat ini berada pada kategori Critically Endangered menunjukkan bahwa konflik antara manusia dan satwa liar telah menjadi persoalan lingkungan yang serius. Berbagai penelitian telah membahas konflik gajah pada masa kontemporer, namun kajian mengenai representasi konflik tersebut dalam media kolonial masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkonstruksi narasi dan menganalisis pemberitaan konflik gajah di Sumatera dalam surat kabar kolonial pada tahun 1859-1937. Penelitian menggunakan metode sejarah yang meliputi heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Sumber utama berupa surat kabar kolonial yang diperoleh dari koleksi digital Delpher dan Perpustakaan Universitas Leiden. Analisis dilakukan dengan menggunakan perspektif Marxis melalui konsep komodifikasi dan teori alienasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekspansi perkebunan komersial di Sumatera pada akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20 telah mengubah lanskap hutan menjadi lahan produksi monokultur, sehingga mempersempit ruang hidup gajah dan meningkatkan intensitas konflik dengan manusia. Surat kabar kolonial umumnya merepresentasikan gajah sebagai ancaman terhadap kepentingan ekonomi karena dianggap merusak perkebunan, infrastruktur, dan aset perusahaan. Narasi tersebut turut melegitimasi tindakan perburuan sebagai upaya pengendalian gajah. Selain itu, perburuan gajah berkembang menjadi aktivitas bernilai ekonomi melalui perdagangan gading. Analisis konsep komodifikasi menunjukkan bahwa konflik gajah terjadi karena perubahan fungsi ruang hidup menjadi komoditas ekonomi, sedangkan teori alienasi memperlihatkan bahwa para pemburu juga mengalami keterasingan akibat hubungan kerja yang bersifat eksploitatif dalam sistem kapitalis. Dengan demikian, konflik Gajah Sumatera pada masa kolonial merupakan konsekuensi dari transformasi lingkungan dan ekspansi basis kapitalis melalui kolonialisme yang mengubah relasi antara manusia, satwa, dan ruang hidupnya.</p>Jonathan HasudunganShafa Nurazizah
Copyright (c) 2026 Sajaratun: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
2026-06-052026-06-051111910.37478/sajaratun.v11i1.8138Kontekstualisasi Gagasan Khalifah Ali Bin Abi Thalib Dalam Persatuan Umat Islam
https://e-journal.uniflor.ac.id/index.php/sajaratun/article/view/8045
<p>Khalifah Ali ra. memimpin dalam situasi kaum muslimin yang genting dan mencekam pasca terbunuhnya Khalifah Utsman ra., delapan hari tanpa kekuasaan dan akhirnya dipilihlah Ali ra. sebagai Khalifah keempat. Menyikapi hal ini Ali ra. melakukan langkah-langkah persatuan dengan sangat hati-hati dan penuh pertimbangan. Tujuan Penelitian ini menganalisis gagasan-gagasan Ali ra. dalam mengupayakan persatuan di umat Islam seperti khalifah pendahulunya yaitu Abu Bakar ra. dan Umar ra. serta mengutamakan Al-Qur’an dan Hadits sebagai landasan berijtihad. Penelitian ini menggunakan metode sejarah untuk merekonstruksi peristiwa dengan melalui tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi sebagai tahap terakhir dari kegiatan penelitian. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa apa yang dilakukan Khalifah Ali ra. adalah sesuai dengan ajaran Islam yang mengedepankan perdamaian yang hampir saja mencapai harapan yaitu tercapainya persatuan dan persaudaraan umat Islam, namun semua sirna setelah Khalifah Ali ra. menyatakan bersedia menerima Tahkim dalam Perang Shiffin.</p>Aditya SetiawanJamilah Jamilah
Copyright (c) 2026 Sajaratun: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
2026-06-052026-06-05111102010.37478/sajaratun.v11i1.8045Jejak “Candi Wareng”: Kajian Ikonologis Yoni 206 dan Indikasi Wanua Agraris “Poros” Wareng-Kawangsan pada Abad ke-10 di Kota Malang
https://e-journal.uniflor.ac.id/index.php/sajaratun/article/view/7961
<p>Kajian ini dilakukan untuk mengungkap makna visual yoni 206 di situs makam (semu) Mbah Wareng, Kedungkandang, Malang, yang selama ini minim data historis maupun artefaktual. Penelitian berfokus pada tiga aspek: (1) identifikasi elemen faktual, (2) interpretasi simbol dan alegori, serta (3) pengungkapan makna filosofis dan weltanschauung yang melingkupi artefak tersebut. Pendekatan ikonografi–ikonologi Erwin Panofsky digunakan dalam kerangka penelitian kualitatif–naratif sejarah seni, dengan penekanan pada perbandingan gaya dan telaah literatur arkeologis kawasan Malang Raya. Hasil kajian menunjukkan bahwa yoni 206 memiliki karakter gaya garap yang sebanding dengan temuan abad ke-10, terutama dari situs Srigading dan lingga–yoni periode Mataram Kuno/Medang–Pu Sindok. Hiasan padm?sana dalam relung kantha dipandang sebagai “penyimpangan ikonografis” sekaligus penanda sakral yang mengaitkan yoni ini dengan pemujaan Vishnu–Lakm?/Shri dalam konteks kesuburan, mata air, dan aktivitas pertanian. Temuan ini mengarah pada dugaan keberadaan sebuah kuil kecil, sementara disebut “Candi Wareng”, serta kemungkinan bahwa kawasan Wareng–Kawangsan merupakan wanua agraris dalam jaringan watak Kanuruhan. Kesimpulan kajian ini terletak pada analisis ikonografis mendalam yang dikaitkan dengan rekonstruksi geo-historis. Adapun keterbatasan terutama muncul dari hilangnya pranala, kurangnya konteks stratigrafis, serta ketiadaan sumber tekstual lokal. Penelitian lanjutan diperlukan untuk memverifikasi hipotesis ini.</p>Aditya NirwanaRakai Hino Galeswangi
Copyright (c) 2026 Sajaratun: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
2026-06-072026-06-07111213910.37478/sajaratun.v11i1.7961Analisis Soal Lots Dan Hots Tema Kemerdekaan Indonesia Dalam Buku Teks Pelajaran IPS Di SMP
https://e-journal.uniflor.ac.id/index.php/sajaratun/article/view/8007
<p>Pembelajaran diantaranya menggunakan buku teks sebagai sumber belajar, namun dalam materi buku teks memberikan pertanyaan-pertanyaan. Bertujuan cara yang bagus bagi guru untuk mengukur kemampuan berpikir kritis siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan analisis isi soal LOTS dan HOTS pada buku teks IPS kelas VIII dalam Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka. Penelitian ini menerapkan metode analisis isi, dengan teknik pengumpulan data studi pustaka (dokumen), wawancara dan observasi. Teknik keabsahan data (reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan). Teknik analisis data menggunakan pendekatan analisis isi dokumen buku teks pelajaran IPS SMP. Adapun hasil temuan analisis soal-soal pada buku teks pelajaran IPS pada Kurikulum 2013 memuat 12 soal, terdiri dari 4 LOTS dan 8 HOTS. Sementara itu, pada Kurikulum Merdeka terdapat 13 soal, terdiri dari 5 LOTS dan 6 HOTS. Kesimpulan yang ditarik adalah bahwa telah terjadi perubahan paradigma pembelajaran dalam kurikulum, dengan peningkatan fokus pada penyajian pertanyaan berbasis HOTS sebagai sarana untuk menumbuhkan kapasitas siswa dalam berpikir kritis, analitis, dan kreatif.</p>Fitria RiskiDina Sri NindiatiNur Syafarudin
Copyright (c) 2026 Sajaratun: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
2026-06-092026-06-09111405110.37478/sajaratun.v11i1.8007Kesiapsiagaan Pedagogis Guru IPS Di Dalam Mereposisi Museum Sebagai Situs Marginal: Peluang Dan Tantangan
https://e-journal.uniflor.ac.id/index.php/sajaratun/article/view/7952
<p style="font-weight: 400;">Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena marginalisasi museum dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), di mana Museum Kota Makassar sering kali hanya dipandang sebagai objek wisata statis daripada laboratorium sosial yang dinamis. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kesiapsiagaan pedagogis guru IPS dalam mereposisi museum sebagai sumber belajar aktif guna menumbuhkan kesadaran sejarah dan <em>Eco-Spatial Empathy</em> siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap 10 guru IPS di Kota Makassar, observasi, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan secara tematik menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesiapsiagaan pedagogis guru masih berada pada tahap transisi antara paradigma tradisional dan progresif. Terdapat kesenjangan antara kesadaran konseptual guru mengenai pentingnya museum dengan kemampuan implementatif dalam mendesain perencanaan pembelajaran yang terstruktur. Meskipun interaksi dengan artefak museum terbukti mampu meningkatkan kemampuan berpikir kausalitas siswa, hambatan struktural seperti birokrasi perizinan, keterbatasan waktu, dan minimnya modul integratif masih menjadi kendala utama. Penelitian ini merekomendasikan perlunya penguatan literasi kurasi bagi guru dan kolaborasi sistemik antara institusi pendidikan dengan pengelola museum untuk mentransformasi museum kota menjadi <em>Contextual Social Laboratory</em> yang inklusif.</p>Asmaul Husnah AmiruddinHasni
Copyright (c) 2026 Sajaratun: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
2026-06-112026-06-11111525910.37478/sajaratun.v11i1.7952Pemetaan Pertumbuhan Dan Persebaran Kesenian Di Kawasan Transmigran Sungai Bahar Kabupaten Muaro
https://e-journal.uniflor.ac.id/index.php/sajaratun/article/view/7897
<p>Kecamatan Sungai Bahar memiliki fenomena budaya yang menarik, khususnya kehadiran seni dan budaya transmigran yang telah berkembang sejak terbentuknya wilayah tersebut. Namun, di tengah kemajuan teknologi, generasi muda Sungai Bahar menunjukkan tanda-tanda kehilangan keterikatan pada akar budaya mereka. Generasi muda mulai kehilangan pemahaman tentang budaya lokal, termasuk seni dan budaya transmigran yang berkembang di lingkungan mereka. Studi ini bertujuan untuk memetakan potensi seni dan budaya transmigran di Sungai Bahar dan memvisualisasikannya sebagai bentuk upaya pelestarian. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif, etnografi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya empat desa yang masih mempertahankan kegiatan seni dan budaya, meskipun berada dalam keadaan tidak aktif secara terus-menerus. Penelitian menyumpulkan bahwa pemetaan dan visualisasi budaya dapat menjadi langkah pertama dalam mendukung upaya pelestarian dan penguatan identitas budaya masyarakat transmigran dari kaca mata kronologi.</p>Dennys PraditaHanif Risa MustafaInda LestariNugrahadi MahananiAmor Seta Gilang PratamaSepti Utami
Copyright (c) 2026 Sajaratun: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
2026-06-112026-06-11111607010.37478/sajaratun.v11i1.7897Eksplorasi Sejarah Dan Nilai Budaya Rumah Adat Wologai Kabupaten Ende
https://e-journal.uniflor.ac.id/index.php/sajaratun/article/view/8177
<p>Kampung adat wologai yang terletak di Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, merupakan salah satu permukiman tradisional suku Lio yang hingga kini masih mempertahankan keutuhan budaya leluhurnya. Penelitian ini bertujuan mengeskplorasi sejarah berdirinya kampung adat, fungsi sosial dan ritual rumah adat sa’o, peran kepemimpinan Mosalaki dalam sistem adat, pelaksanaan upcara adat Nggua, tata ruang dan arsitektur bangunan tradisional, makna simbol ukiran, serta dampak pariwisata terhadap kehidupan masyarakat setempat.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode etnografi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, wawancara mendalam bersama Mosalaki Ria Bewa Wologai, Bapak Bernardus Leo Wara dan dokumentasi lapangan pada 16 Mei 2026. Analisis data menggunakan model analisis interaktif Miles, Huberman, dan Saldana (2014) yang meliputu reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa kampung adat wologai telah berdiri selama sembilan generasi dan menyimpan nilai sejarah, sosial, spiritual, serta ekologis yang saling terkait. Tata ruang kampung membentuk pola konsentris tiga lapis yang mencerminkan kosmologis suku lio tentang keseimbangan antara manusia, alam, dan leluhur. Ukiran-ukiran pada sa’o berfungsi sebagai teks visual yang menyampaikan pesan filosofi tentang identitas nilai komunal. Perkembangan wologai sebagai desa wisata sejak 2011 memberikan manfaat ekonomi nyata, namun sekaligus menghadirkan tantangan dalam menjaga autentisitas tradisi. Pebelitian ini menyimpulkan bahwa kampung Adat Wologai merupakan warisan budaya yang masih hidup dan relevan, sehingga memerlukan pengelolaan terpadu yang mengintegrasikan pelestarian nilai budaya dengan pengembangan pariwisata yang berkelanjutan.</p>Sri MardhatillahMaria Leliana BhengeNadia NadiaErmenlinda S. WeniYulita K. SepeEmerensiana Sedo
Copyright (c) 2026 Sajaratun: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
2026-06-122026-06-12111717810.37478/sajaratun.v11i1.8177Sebaran Situs-Situs Peninggalan Masa Kesultanan Di Palembang Sebagai Sumber Pembelajaran Sejarah Lokal
https://e-journal.uniflor.ac.id/index.php/sajaratun/article/view/8200
<p>Situs-situs peninggalan Kesultanan Palembang merupakan warisan sejarah yang memiliki nilai penting bagi masyarakat serta berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran sejarah lokal. Namun, pemanfaatan situs-situs tersebut dalam pembelajaran masih belum optimal karena informasi mengenai persebaran dan nilai historis yang terkandung di dalamnya belum banyak diintegrasikan ke dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sebaran situs-situs peninggalan Kesultanan Palembang dan mengkaji relevansinya sebagai sumber pembelajaran sejarah lokal. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Dengan menggunakan pendekatan fenomenologi. Teknik wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Teknik analisa data reduksi/kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa situs-situs peninggalan Kesultanan Palembang tersebar di wilayah Kota Palembang, yaitu berada di kawasan Iliran dan Uluan yang pada masa Kesultanan berfungsi sebagai pusat pemerintahan, pertahanan, kegiatan keagamaan, dan kehidupan masyarakat. Situs-situs tersebut mengandung nilai historis berupa nilai religius, sosial, pertahanan dan militer, serta politik dan pemerintahan. Nilai-nilai tersebut relevan dengan materi pembelajaran sejarah lokal pada Fase E kelas X dan dapat diintegrasikan ke dalam capaian pembelajaran serta tujuan pembelajaran. Selain itu, sebaran situs-situs Kesultanan di Palembang dapat dimanfaatkan sebagai media sekaligus sumber pembelajaran yang membantu peserta didik memahami lokasi situs dan nilai historis yang terkandung di dalamnya. Dengan demikian, sebaran situs-situs peninggalan Kesultanan Palembang berpotensi menjadi sumber pembelajaran sejarah lokal yang efektif untuk mendukung pembelajaran yang kontekstual d an meningkatkan pemahaman sejarah lokal peserta didik.</p>Siti Nur AzizahKabib SholehDina Sri Nindiati
Copyright (c) 2026 Sajaratun: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
2026-06-132026-06-13111799010.37478/sajaratun.v11i1.8200Nilai Historis Arca Buddha Museum TPKS Sebagai Sumber Belajar Sejarah Lokal SMA PGRI 2 Palembang
https://e-journal.uniflor.ac.id/index.php/sajaratun/article/view/8221
<p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya pemanfaatan arca peninggalan Sriwijaya koleksi Museum Taman Purbakala Kedatuan Sriwijaya (TPKS) sebagai sumber belajar sejarah lokal di SMA PGRI 2 Palembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi koleksi arca Sriwijaya di Museum TPKS, menganalisis nilai historis arca bercorak Buddha, serta menganalisis integrasinya sebagai sumber belajar sejarah lokal. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan strategi studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, studi pustaka, dan studi dokumen. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Pada hasil penelitian peneliti memilih 19 koleksi arca Sriwijaya yang terdiri dari 5 arca Buddha dan 14 arca Hindu. Lima arca Buddha Maitreya, Bodhisatwa I, Bodhisatwa II, Awalokiteswara, dan Buddha Bukit Siguntang mengandung nilai historis meliputi nilai agama, toleransi, estetika, dan budaya. Nilai-nilai tersebut memiliki relevansi kuat dengan Capaian Pembelajaran Fase E Kurikulum Merdeka dan dapat diintegrasikan sebagai sumber belajar sejarah lokal melalui pengembangan media Flipbook yang realistis dan aplikatif. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa 19 arca yang dipilih terdiri dari arca Sriwijaya 5 Buddha dan 14 Hindu, dengan lima arca bercorak Buddha mengandung nilai historis berupa nilai agama, toleransi, budaya, dan estetika. Nilai-nilai tersebut relevan dengan Capaian Pembelajaran Fase E Kurikulum Merdeka dan dapat diintegrasikan sebagai sumber belajar sejarah lokal di SMA PGRI 2 Palembang melalui pengembangan media Flipbook berbasis arca Buddha yang realistis dan aplikatif.</p>Laisa Tiara Zalika AnandaKabib SholehNur Syafarudin
Copyright (c) 2026 Sajaratun: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
2026-06-142026-06-14111919910.37478/sajaratun.v11i1.8221Eksplorasi Motivasi Wisatawan Dalam Mengunjungi Destinasi Dark Tourism Di Gua Jepang Dan Gua Belanda
https://e-journal.uniflor.ac.id/index.php/sajaratun/article/view/8190
<p>Penelitian mengenai motivasi wisatawan pada destinasi <em>dark tourism</em> di kawasan konservasi alam masih terbatas. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi motivasi dan pengalaman wisatawan dalam mengunjungi Gua Jepang dan Gua Belanda di TAHURA Ir. H. Djuanda. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi pustaka. Analisis data dilakukan menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wisatawan datang karena rasa penasaran terhadap suasana gua dan sejarah kolonial yang melekat pada lokasi. Setelah berada di lokasi, wisatawan merasakan <em>emotional experience</em> (pengalaman emosional), memperoleh <em>learning</em> (pembelajaran) mengenai sejarah lokasi, serta mengalami <em>nostalgia, escape</em> (pelarian dari rutinitas), dan <em>personal reflection</em> (refleksi pribadi). Pengalaman wisatawan terbentuk melalui perpaduan antara ruang peninggalan kolonial dan suasana kawasan hutan di TAHURA Ir. H. Djuanda. Temuan penelitian menunjukkan bahwa wisatawan tidak hanya datang untuk melihat peninggalan sejarah kolonial, tetapi juga memperoleh pengalaman emosional, pengetahuan baru mengenai sejarah, kesempatan untuk melepas rutinitas, serta refleksi terhadap kehidupan pada masa lalu. Pengalaman tersebut terbentuk dari perpaduan antara suasana gua sebagai situs sejarah dan suasana kawasan konservasi alam di TAHURA Ir. H. Djuanda, sehingga menghasilkan karakter pengalaman yang berbeda dibandingkan destinasi <em>dark tourism</em> yang berfokus pada memorial tragedi.</p>Fitri NursyamDani AdiatmaGhaida Farisya
Copyright (c) 2026 Sajaratun: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
2026-06-152026-06-1511110010910.37478/sajaratun.v11i1.8190Sejarah Perkembangan Ilmu Pertahanan Di Indonesia: Transformasi Inklusifitas Pendidikan Ilmu Pertahanan
https://e-journal.uniflor.ac.id/index.php/sajaratun/article/view/8208
<p>Pergeseran paradigma keamanan nasional di abad ke-21 menuntut transformasi konseptual yang mendasar, beralih dari orientasi militeristik konvensional menuju susunan pertahanan yang komprehensif dan berlapis dimensi. Kajian ini bertujuan menelaah secara mendalam perkembangan intelektual, landasan filosofis, serta transformasi institusional ilmu pertahanan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah dengan tahapan heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Penelitian ini mengurai fondasi pembentukan ilmu pertahanan, Di samping itu, studi ini menelusuri pergeseran keilmuan dari tataran doktrin militer yang tertutup menuju disiplin akademik yang inklusif dan mendorong integrasi sipil-militer, sebagaimana tercermin dalam keberadaan lembaga-lembaga strategis seperti Sekolah Staf dan Komando (Sesko) dan Universitas Pertahanan (Unhan) RI. Hasil studi menunjukkan bahwa ekosistem keilmuan pertahanan kontemporer telah mengintegrasikan metodologi riset campuran (mixed methods), kemajuan teknologi siber, penerapan standar etika penelitian global, serta absorpsi nilai-nilai kearifan lokal. Sebagai simpulan, pengelolaan riset pertahanan yang adaptif dan terintegrasi merupakan persyaratan yang tidak dapat ditawar dalam menghadapi ancaman peperangan hibrida sekaligus mengoptimalkan ketangguhan nasional di masa mendatang.</p>Ruth Lumban GaolMuhamad Satria NugrahaYudi Subiantoro
Copyright (c) 2026 Sajaratun: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
2026-06-162026-06-1611111011810.37478/sajaratun.v11i1.8208Kesultanan Aceh Darussalam: Politik, Keilmuan Dan Jaringan Islam Global
https://e-journal.uniflor.ac.id/index.php/sajaratun/article/view/8228
<p>Kesultanan Aceh Darussalam merupakan salah satu pusat peradaban Islam terpenting di Asia Tenggara pada abad ke-16 hingga ke-17 yang memainkan peran strategis dalam bidang politik, ekonomi, dan intelektual. Letak geografisnya yang berada di jalur perdagangan internasional menjadikan Aceh sebagai simpul interaksi antara dunia Timur Tengah, India, dan Nusantara, sekaligus sebagai pusat penyebaran Islam dan pengembangan keilmuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komprehensif dinamika sejarah Kesultanan Aceh Darussalam dengan menitikberatkan pada aspek politik, perkembangan keilmuan Islam, serta keterhubungannya dalam jaringan Islam global. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode sejarah (historical research) yang meliputi tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Data diperoleh melalui studi kepustakaan terhadap sumber-sumber primer dan sekunder, termasuk karya Anthony Reid, Denys Lombard, dan Azyumardi Azra, serta literatur pendukung lainnya yang relevan dengan kajian sejarah Islam Nusantara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kesultanan Aceh mencapai puncak kejayaannya pada masa Sultan Iskandar Muda (1607–1636), yang ditandai dengan ekspansi wilayah, penguatan sistem pemerintahan berbasis Islam, serta dominasi dalam perdagangan internasional. Dalam bidang keilmuan, Aceh berkembang sebagai pusat intelektual dengan hadirnya ulama-ulama besar seperti Hamzah Fansuri, Nuruddin ar-Raniri, dan Abdurrauf as-Singkili, yang berkontribusi dalam pembentukan tradisi keislaman di Nusantara. Selain itu, Aceh terintegrasi dalam jaringan ulama global yang menghubungkan kawasan Nusantara dengan pusat-pusat keilmuan di Timur Tengah. Namun demikian, kemunduran Aceh dipengaruhi oleh konflik internal, lemahnya stabilitas politik pasca Iskandar Muda, serta tekanan eksternal dari kekuatan kolonial Eropa. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Kesultanan Aceh Darussalam tidak hanya berperan sebagai kekuatan politik regional, tetapi juga sebagai pusat transmisi ilmu dan simpul jaringan Islam global yang berkontribusi besar dalam pembentukan identitas keislaman di Nusantara. Oleh karena itu, kajian terhadap Aceh memiliki relevansi penting dalam memahami dinamika sejarah Islam serta sebagai landasan reflektif dalam merespons tantangan keislaman kontemporer di Indonesia.</p>Ikhlash HidayatullahSyamruddin Nasution
Copyright (c) 2026 Sajaratun: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
2026-06-182026-06-1811111912710.37478/sajaratun.v11i1.8228Kontinuitas Dan Perubahan Wilayah Rawas Dari Onderafdeeling Rawas Hingga Kabupaten Musi Rawas Utara (1920 - 2013)
https://e-journal.uniflor.ac.id/index.php/sajaratun/article/view/8237
<p>Kajian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya memahami dinamika perubahan administrasi pemerintahan yang terjadi di wilayah Rawas selama masa kolonial, awal kemerdekaan, hingga era otonomi daerah. Penelitian bertujuan menganalisis bentuk-bentuk kontinuitas dan perubahan status administratif serta faktor-faktor yang memengaruhi transformasi wilayah Rawas. Metode yang digunakan adalah metode penelitian sejarah yang meliputi heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Data diperoleh dari arsip kolonial, dokumen pemerintahan, peraturan perundang-undangan, serta berbagai sumber pustaka yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah Rawas mengalami beberapa perubahan status administratif, yaitu dari <em>Onderafdeeling</em> Rawas pada masa Hindia Belanda, menjadi kewedanaan pada awal kemerdekaan, kemudian dihapuskan pada tahun 1963 seiring restrukturisasi pemerintahan daerah, dan akhirnya kembali memperoleh status daerah otonom melalui pembentukan Kabupaten Musi Rawas Utara pada tahun 2013. Meskipun terjadi perubahan struktur pemerintahan, identitas kewilayahan Rawas tetap bertahan dan menjadi faktor penting dalam perjuangan pembentukan kabupaten baru. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perkembangan wilayah Rawas menunjukkan adanya kontinuitas identitas historis yang berlangsung di tengah perubahan administrasi dan politik selama hampir satu abad.</p>Lagut LagutMuhamad ShokehSupian Supian
Copyright (c) 2026 Sajaratun: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
2026-06-192026-06-1911112813810.37478/sajaratun.v11i1.8237Menjaga Tradisi, Merawat Harmoni: Studi Historis Nilai Bo Bela Dalam Ritual Sewu Api Di Desa Kelitembu, Ende
https://e-journal.uniflor.ac.id/index.php/sajaratun/article/view/8234
<p>Penelitian ini mengkaji nilai-nilai yang terkandung dalam larangan adat Bo Bela pada tradisi Sewu Api masyarakat Suku Lio di Desa Kelitembu, Kecamatan Wewaria, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur. Bo Bela merupakan pantangan adat yang wajib dipatuhi selama pelaksanaan upacara Sewu Api, yaitu ritual tahunan untuk memohon perlindungan hasil panen dan mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan dan leluhur. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan makna, fungsi, dan nilai-nilai yang terkandung dalam Bo Bela sebagai bagian dari kearifan lokal masyarakat. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan metode etnografi. Teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam, rekam, catat, dan dokumentasi bersama para mosalaki (pemimpin adat). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bo Bela mengandung enam nilai utama, yaitu: nilai kedisiplinan dan penghargaan terhadap milik orang lain; nilai spiritual dan religius; nilai kepemimpinan dan keteraturan sosial; nilai ekologis dan tanggung jawab; nilai budaya, kesopanan, dan etika; serta nilai perlindungan ekologis. Nilai-nilai tersebut mencerminkan sistem kearifan lokal yang secara holistik mengatur kehidupan sosial, budaya, spiritual, dan ekologis masyarakat Desa Kelitembu. Kesimpulan Keberadaan Bo Bela mengindikasikan bahwa praktik budaya Suku Lio bukan hanya sekedar upacara, melainkan merupakan suatu sistem nilai yang mengatur secara menyeluruh aspek sosial, spiritual, ekologi, serta budaya komunitas tersebut. Dalam kontek modernisasi dan perubahan sosial yang berlangsung, menjaga dan mendokumentasikan nilai-nilai Bo Bela menjadi sangat krusial agar tidak mengalami pergeseran makna atau bahkan punah dari generasi yang akan datang.</p> <p> </p>Marianus Kejapilus NagaAgustinus Minu KwureYohanes Kapistrano DhajoFransiskus Feriantony SaputraMaria Paskaliana DeranMaria Yunita Nenak
Copyright (c) 2026 Sajaratun: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
2026-06-212026-06-2111113914510.37478/sajaratun.v11i1.8234Menggali Nilai-Nilai Budaya Sejarah yang Terkandung pada Motif Tenun Ikat Jara dan Anggo pada UMKM Tenun Ikat In Roworeke Aenari Rewarangga
https://e-journal.uniflor.ac.id/index.php/sajaratun/article/view/8236
<p>Tenun ikat merupakan warisan budaya yang memiliki nilai historis, sosial, filosofis, dan ekonomi bagi masyarakat Ende, Nusa Tenggara Timur. Salah satu motif yang masih dilestarikan adalah motif Jara dan Anggo yang diproduksi oleh UMKM Tenun Ikat In Roworeke Aenari Rewarangga. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai budaya yang terkandung dalam kedua motif tersebut serta menjelaskan proses produksi tenun ikat sebagai wujud teknologi budaya masyarakat Ende. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan etnografi. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam dengan ketua komunitas, dokumentasi, dan studi pustaka. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif Jara mengandung nilai historis, sosial, adat, estetika, dan identitas lokal yang berkaitan dengan simbol keberanian leluhur serta fungsi kuda sebagai belis dalam perkawinan adat. Sementara itu, motif Anggo mengandung nilai simbolik-filosofis, sosial-komunal, dan pelestarian identitas budaya yang tercermin dalam makna singgasana adat dan lingkaran gawi sebagai simbol persatuan masyarakat Ende. Penelitian juga menemukan bahwa kedua motif telah memperoleh perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI), yang memperkuat pengakuan terhadap identitas budaya lokal. Selain itu, proses produksi tenun ikat yang melibatkan teknik, peralatan tradisional, dan pengetahuan lokal yang diwariskan secara turun-temurun menunjukkan bahwa tenun ikat merupakan bentuk teknologi budaya yang kompleks. Dengan demikian, motif Jara dan Anggo tidak hanya berfungsi sebagai produk ekonomi, tetapi juga sebagai media pelestarian nilai budaya dan pengetahuan tradisional masyarakat Ende.</p>Winda DezeAnjelina TeaAngela Yolanda MandoMaria Elianti BupuMaria Magdalena WeaAnjelina Patrisia Meno
Copyright (c) 2026 Sajaratun: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
2026-06-232026-06-2311114615410.37478/sajaratun.v11i1.8236Pengaruh Penggunaan Aplikasi Wordwall Terhadap Minat Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Sejarah Materi Kerajaan Singasari Kelas X SMA Negeri 19 Palembang
https://e-journal.uniflor.ac.id/index.php/sajaratun/article/view/8305
<p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya minat belajar siswa pada mata pelajaran sejarah akibat dominasi metode ceramah yang bersifat konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan aplikasi <em>Wordwall </em>terhadap minat belajar siswa pada mata pelajaran sejarah materi kerajaan singasari kelas X SMA Negeri 19 Palembang. Metode penelitian yang digunaka adalah pendekatan kuantitatif dengan desain <em>pretest-posttest control group. </em>Populasi dalam penelitian yaitu seluruh kelas X dan Sampelnya kelas X.1 sebagai kelas eksperimen dan kelas X.7 sebagai kelas kontrol, masing-masing berjumlah 36 siswa. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, angket minat belajar skala Likert sebanyak 20 pernyataan yang telah dinyatakan valid dan reliabel, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro-Wilk, uji homogenitas Levene’s Test, <em>Paired Samples t-test</em>, <em>Welch’s t-test</em> (<em>Independent Samples t-test</em>), dan perhitungan <em>effect size</em> Cohen’s d dengan bantuan Jamovi versi 2.6.44. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa rata-rata skor pretest siswa pada kelas eksperimen mencapai 74,3 naik menjadi 80,3 pada tahap <em>posttest</em>, sedangkan kelas kontrol meningkat dari 73,2 menjadi 76,3. berdasarkan hasil uji <em>Paired Samples t-test</em> pada kelas eksperimen, diperoleh nilai signifikansi < 0,001 dengan nilai Cohen’s d sebesar 0,893. hasil uji <em>Welch’s t-test</em> menunjukkan niali signifikansi sebesar 0,003 < 0,05 sehingga hipotesis alternatif (Ha) diterima dan hipotesis nil (Ho) ditolak. Kesimpulan penelitian ini adalah penggunaan aplikasi <em>wordwall </em>berpengaruh secara signifikansi pada minat belajar siswa dalam pelajaran sejarah materi kerajaan singasari kelas X SMA Negeri 19 Palembang. Aplikasi <em>wordwall</em> mendorong terciptanyas suasana berlajar yang menarik, menyenangkan, dan interaktif sehingga siswa menjadi lebih aktif, fokus, dan antusias dalam mengikuti pembelajaran sejarah.</p> <p> </p>Sria Rahayu NingsihNur AhyaniNur Syafarudin
Copyright (c) 2026 Sajaratun: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
2026-06-252026-06-2511115516510.37478/sajaratun.v11i1.8305Persepsi Masyarakat Terhadap Tradisi Ngamuan Gunung Perak Dalam Upacara Pernikahan Adat Suku Dayak Ma'anyan Di Kecamatan Gunung Bintang Awai, Kabupaten Barito Selatan
https://e-journal.uniflor.ac.id/index.php/sajaratun/article/view/8318
<p>Penelitian ini mengkaji persepsi masyarakat terhadap tradisi <em>Ngamuan</em> Gunung Perak dalam upacara pernikahan adat suku Dayak Ma’anyan di Kecamatan Gunung Bintang Awai, Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah. Gunung Perak merupakan elemen ritual paling signifikan dalam pernikahan adat Dayak Ma’anyan, berbentuk menyerupai pohon kehidupan yang dihiasi uang kertas, koin, dan ornamen berwarna emas, putih, dan perak, serta melambangkan rasa syukur, penggenapan sumpah (<em>Antuhan</em>), dan doa bagi kemakmuran serta keharmonisan pengantin baru. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologis untuk memahami bagaimana masyarakat mengalami dan mengaitkan makna dengan tradisi tersebut. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan informan kunci, yaitu mantan pemimpin adat (<em>Mantir</em> Adat), anggota kelompok tari tradisional, dan pasangan yang telah menjalani upacara Gunung Perak, didukung observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan model interaktif Miles dan Huberman melalui tahap reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan, dengan triangulasi sumber untuk menjaga validitas temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gunung Perak menempati kedudukan sebagai puncak hukum pernikahan adat, baik dari struktur fisik dan makna simbolisnya maupun dari peran sentral <em>Wadian</em> dan <em>Mantir</em> Adat dalam menjaga keasliannya. Penelitian ini juga mengungkap perbedaan persepsi antargenerasi: generasi tua memandangnya sebagai kewajiban sakral, sementara generasi muda lebih memaknainya sebagai simbol identitas budaya. Tradisi ini turut menghadapi ancaman dari pengaruh budaya luar, ketegangan afiliasi keagamaan, dan migrasi penduduk muda ke perkotaan, yang direspons masyarakat melalui strategi pelestarian seperti festival budaya, pendidikan, dan digitalisasi pengetahuan adat. Penelitian ini menegaskan bahwa tradisi <em>Ngamuan</em> Gunung Perak tetap dihormati lintas generasi sebagai representasi penting identitas budaya Dayak Ma’anyan yang diwariskan secara berkelanjutan dari generasi ke generasi.</p>Anai AnaiWisnu SubrotoDewicca Fatma Nadilla
Copyright (c) 2026 Sajaratun: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
2026-06-252026-06-2511116617710.37478/sajaratun.v11i1.8318Strategi Guru Dalam Mengintegrasikan Sejarah Lokal Pada Materi Sejarah Indonesia Di SMA PGRI 2 Palembang
https://e-journal.uniflor.ac.id/index.php/sajaratun/article/view/8328
<p>Penelitian ini dilatar belakangi oleh kurang optimalnya pengintegrasian sejarah lokal pada materi pembelajaran Sejarah Indonesia di SMA PGRI 2 Palembang, sehingga diperlukan strategi guru dalam mengintegrasikan sejarah lokal pada sejarah indonesia, Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi guru dalam mengintegrasikan sejarah lokal pada materi Sejarah Indonesia, menganalisis strategi yang digunakan guru dalam mengintegrasikan sejarah lokal pada Sejarah Indonesia di SMA PGRI 2 Palembang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, studi dokumen dan dokumentasi. Teknik keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi metode. Teknik analisis data menggunakan analisis interaktif Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru sejarah di SMA PGRI 2 Palembang memiliki pemahaman yang baik tentang sejarah lokal, namun integrasinya dalam pembelajaran masih terbatas dan didominasi oleh materi Indonesia. Strategi yang digunakan meliputi identifikasi sumber lokal, analisis kurikulum, penentuan materi yang diintegrasikan, penyusunan CP dan tujuan pembelajaran, penyusunan materi ajar sejarah dan pelaksanaan pembelajaran. Dengan demikian Guru sejarah di SMA PGRI 2 Palembang memiliki pemahaman yang baik tentang sejarah lokal, namun integrasinya dalam pembelajaran masih terbatas dan didominasi materi sejarah Indonesia. Untuk mengintegrasikannya, guru menerapkan strategi yang meliputi identifikasi sumber lokal, analisis kurikulum, penentuan materi, penyusunan CP dan tujuan pembelajaran, penyusunan materi ajar, hingga pelaksanaan pembelajaran di kelas.</p>Aleynsa PermataSukardi SukardiKabib Sholeh
Copyright (c) 2026 Sajaratun: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
2026-06-262026-06-2611117818910.37478/sajaratun.v11i1.8328Integrasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) Dalam Pembelajaran Sejarah Untuk Mewujudkan Kesadaran Sejarah Dan Karakter Kebangsaan Pada Kurikulum Merdeka
https://e-journal.uniflor.ac.id/index.php/sajaratun/article/view/8161
<p>Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dalam Kurikulum Merdeka menempati posisi epistemologis yang sangat strategis sebagai katalisator dalam mereorientasi pembelajaran sejarah di sekolah menengah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran dan strategi integrasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dalam pembelajaran sejarah di sekolah menengah untuk membentuk kesadaran sejarah dan karakter kebangsaan peserta didik pada struktur Kurikulum Merdeka. Transformasi kurikulum menuntut pembelajaran sejarah tidak sekadar menjadi ruang hafalan kronologis, melainkan media internalisasi nilai luhur bangsa. Dengan menggunakan metode studi literatur sistematis (systematic literature review), data dikumpulkan melalui penelusuran artikel ilmiah, buku, dan dokumen kebijakan kurikulum yang diterbitkan dalam rentang tahun 2015 hingga 2024. Hasil kajian menunjukkan bahwa dimensi-dimensi P5—seperti berkebinekaan global, gotong royong, dan bernalar kritis—memiliki keterkaitan epistemologis yang kuat dengan tujuan pembelajaran sejarah. Melalui proyek bertema kearifan lokal dan bhinneka tunggal ika, pembelajaran sejarah berbasis proyek (PjBL) mampu memfasilitasi internalisasi nilai-nilai karakter kebangsaan secara kontekstual. Inovasi ini berhasil mengubah budaya belajar sejarah menjadi lebih inklusif, partisipatif, dan reflektif. Meskipun demikian, efektivitas pelaksanaannya masih dibatasi oleh kendala kesiapan pedagogis guru, hambatan perancangan modul interdisipliner, serta kompleksitas instrumen asesmen otentik. Kajian ini menyimpulkan bahwa P5 dalam pembelajaran sejarah bertindak sebagai katalisator strategis untuk melahirkan lulusan yang tanggap terhadap dinamika abad ke-21 tanpa kehilangan jati diri nasionalnya.</p>Cristian PurbaCristy RajagukgukDicky Alexander RajagukgukDwi AnggrainiIndah Natalia SinambelaJenifer Mauli Stefani SiboroRofly Armadhany
Copyright (c) 2026 Sajaratun: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
2026-06-262026-06-2611119019710.37478/sajaratun.v11i1.8161Pengaruh Project Based Learning Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Melalui Penulisan Esai Sejarah Silang Budaya Melayu Sumater Selatan di SMA PGRI 1 Palembang
https://e-journal.uniflor.ac.id/index.php/sajaratun/article/view/8335
<p>Rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran sejarah di SMA PGRI 1 Palembang, di mana proses pembelajaran masih didominasi oleh metode konvensional seperti ceramah yang minim keterlibatan aktif siswa. Akibatnya, siswa kesulitan dalam menganalisis peristiwa sejarah secara mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh signifikan model pembelajaran <em>Project Based Learning</em> (PjBL) terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa kelas X melalui kegiatan penulisan esai sejarah dengan fokus pada materi silang budaya Melayu Sumatera Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode <em>quasi-eksperimen</em> dan desain <em>Pretest-Posttest Control Group Design.</em> Sampel penelitian terdiri dari 68 siswa yang terbagi secara merata ke dalam kelas eksperimen (n=34) dan kelas kontrol (n=34). Instrumen yang digunakan untuk mengukur kemampuan berpikir kritis adalah tes objektif berbentuk soal pilihan ganda yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas (? = 0,872) agar memenuhi standar instrumen penelitian pendidikan. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan perangkat lunak statistik <em>Jamovi </em>versi 2.3 dengan langkah-langkah uji normalitas <em>Shapiro-Wilk</em>, uji homogenitas <em>Levene’s,</em> dan pengujian hipotesis menggunakan Independent Sample <em>t-Test</em>. Hasil analisis statistik deskriptif menunjukkan peningkatan skor rata-rata <em>posttest</em> yang cukup signifikan pada kelas eksperimen yakni 83,24, dibandingkan dengan kelas kontrol yang memperoleh rata-rata 60,29. Selisih sebesar 22,95 poin tersebut diperkuat oleh hasil uji <em>t-Test </em>dengan nilai t-hitung sebesar 7,412 dan nilai signifikansi (p) < 0,001, yang menunjukkan bahwa H? ditolak dan H? diterima. Sebagai kesimpulan, penerapan model PjBL melalui penulisan esai sejarah yang mengintegrasikan kearifan lokal silang budaya Melayu Sumatera Selatan terbukti efektif sebagai strategi pembelajaran yang inovatif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dibandingkan dengan metode konvensional.</p>Eka WulandariMuhamad IdrisEva Dina Chairunisa
Copyright (c) 2026 Sajaratun: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
2026-06-272026-06-2711119820610.37478/sajaratun.v11i1.8335Implementasi Kurikulum Merdeka Pada Pembelajaran Sejarah: Model, Pendekatan, Dan Penilaian Di SMA
https://e-journal.uniflor.ac.id/index.php/sajaratun/article/view/8119
<p>Kurikulum Merdeka diperkenalkan untuk mengatasi kelemahan kurikulum sebelumnya yang terlalu berfokus pada materi dan kurang mengembangkan kompetensi siswa secara menyeluruh. Artikel ini membahas penerapan model pembelajaran, pendekatan, dan sistem penilaian dalam pembelajaran sejarah di tingkat SMA. Penelitian menggunakan metode kepustakaan kualitatif menurut Sugiyono (2019) dengan menganalisis berbagai sumber akademik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka mendorong pembelajaran yang lebih kritis, kontekstual, dan berpusat pada siswa melalui model Project Based Learning (PjBL) dan Inquiry-Based Learning (IBL) serta mengutamakan evaluasi autentik dan formatif. Kesimpulannya, keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran sejarah sangat bergantung pada kesiapan dan sinergi menyeluruh dari ekosistem pendidikan, mulai dari kompetensi pedagogik guru, pemerataan sarana digital, hingga pergeseran budaya sekolah yang tidak lagi berorientasi dogmatis pada nilai angka semata.</p>Alpha BestliElsa SophiaIntan MalauJob GamalielJosua PanjaitanRodia ErnitaZahra Maghira
Copyright (c) 2026 Sajaratun: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
2026-06-272026-06-27111207201310.37478/sajaratun.v11i1.8119Pengaruh Media E-Scrapbook Terhadap Kemampuan Literasi Digital Siswa Pada Pembelajaran Sejarah di SMK Mahardhika Surabaya
https://e-journal.uniflor.ac.id/index.php/sajaratun/article/view/8320
<p>Rendahnya minat siswa terhadap pembelajaran sejarah, terutama pada siswa SMK karena dianggap membosankan dan banyak hafalan. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) biasanya berpusat pada pengembangan keterampilan vokasional. Siswa harus memiliki kemampuan literasi digital untuk menyaring dan menilai berbagai informasi sejarah yang tersedia di internet. Namun, pembelajaran sejarah masih sering didominasi oleh penggunaan media konvensional sehingga belum sepenuhnya mendukung literasi digital. Oleh karena itu, media pembelajaran yang lebih interaktif dan inovatif sangat diperlukan salah satu contohnya adalah <em>e-scrapbook</em>. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh media pembelajaran <em>e-scrapbook</em> terhadap kemampuan literasi digital siswa dalam pembelajaran sejarah di SMK Mahardhika Surabaya. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dan menggunakan metode eksperimen semu (quasi experimental) dengan desain <em>nonequivalent control group desain</em>. Terdapat 27 siswa kelas eksperimen dan 28 siswa kelas kontrol dalam sampel. Data dikumpulkan melalui angket, tes dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji independen T-test, uji N-gain dan effect size. Hasil uji independen T-test menunjukkan nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05, yang menunjukkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima. Hasil uji N-gain menunjukkan kelas eksperimen memiliki nilai rata-rata (mean) sebesar 78%, yang menunjukkan kategori efektif dan tinggi. Berdasarkan hasil perhitungan effect size diperoleh nilai sebesar 1,602. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran <em>e-scrapbook</em> terbukti sangat berpengaruh dan efektif untuk meningkatkan kemampuan literasi digital siswa pada pembelajaran sejarah.</p>Rahmah Maulida AuliyaSri Mastuti Purwaningsih
Copyright (c) 2026 Sajaratun: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
2026-06-282026-06-2811121422210.37478/sajaratun.v11i1.8320Integrasi Nilai Historis Prasasti Kota Kapur Sriwijaya Sebagai Sumber Belajar Sejarah Lokal Di SMA Negeri 2 Mendo Barat Bangka
https://e-journal.uniflor.ac.id/index.php/sajaratun/article/view/8354
<p>Prasasti Kota Kapur merupakan salah satu peninggalan sejarah Kerajaan Sriwijaya yang memiliki berbagai nilai historis, namun pemanfaatannya sebagai sumber belajar sejarah lokal di sekolah masih belum optimal. Selain itu, nilai-nilai historis yang terkandung dalam Prasasti Kota Kapur belum banyak diintegrasikan dalam pembelajaran sejarah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji integrasi nilai historis Prasasti Kota Kapur sebagai sumber belajar sejarah lokal di SMA Negeri 2 Mendo Barat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Prasasti Kota Kapur mengandung empat nilai historis utama, yaitu nilai politik, hukum, religius, dan sosial. Nilai-nilai tersebut diintegrasikan dengan materi perkembangan Kerajaan Sriwijaya pada mata pelajaran Sejarah Indonesia fase E dalam Kurikulum Merdeka. Integrasi Prasasti Kota Kapur sebagai sumber belajar sejarah lokal mampu mendukung pembelajaran yang kontekstual, memperkuat kesadaran sejarah peserta didik, serta mengembangkan kemampuan berpikir historis melalui pemanfaatan sumber sejarah primer yang berasal dari lingkungan sekitar peserta didik. Dengan demikian, Prasasti Kota Kapur dapat dijadikan sebagai sumber belajar sejarah lokal yang relevan untuk mendukung implementasi Kurikulum Merdeka melalui pembelajaran sejarah yang kontekstual, bermakna, dan berorientasi pada penguatan kemampuan berpikir historis serta kesadaran sejarah peserta didik.</p>Nur Ardyansah SusiloKabib SholehMuhamad Idris
Copyright (c) 2026 Sajaratun: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
2026-06-282026-06-2811122323110.37478/sajaratun.v11i1.8354Implementasi Pendekatan Deep Learning Berbasis Mindful, Meaningful, Dan Joyful Learning Dalam Pembelajaran Sejarah Di SMA PGRI 1 Palembang
https://e-journal.uniflor.ac.id/index.php/sajaratun/article/view/8349
<p>Pendidikan abad ke-21 menuntut pembelajaran yang mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif melalui proses belajar yang bermakna. Dalam pembelajaran sejarah, pendekatan deep learning menjadi salah satu alternatif untuk mendorong peserta didik memahami makna peristiwa sejarah secara mendalam, namun implementasinya di sekolah masih menghadapi berbagai tantangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi pendekatan deep learning dalam pembelajaran sejarah serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi guru dalam penerapannya di SMA PGRI 1 Palembang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman yang meliputi kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan <em>deep learning</em> telah diimplementasikan melalui pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, seperti diskusi kelompok, tanya jawab, presentasi, penggunaan media pembelajaran, dan pembelajaran berbasis proyek. Implementasi tersebut mencerminkan prinsip <em>mindful learning, meaningful learning, </em>dan<em> joyful learning</em> yang mendorong peserta didik berpikir kritis, memahami materi sejarah secara lebih mendalam, serta menghubungkannya dengan kehidupan sehari-hari. Kendala yang dihadapi guru meliputi perbedaan kemampuan peserta didik, karakteristik materi sejarah yang beragam, dan keterbatasan waktu pembelajaran. Guru mengatasi kendala tersebut melalui penerapan strategi pembelajaran yang sesuai, pemberian bimbingan kepada peserta didik, dan pengelolaan waktu yang efektif. Dengan demikian, pendekatan deep learning dapat mendukung terciptanya pembelajaran sejarah yang lebih bermakna dan berpusat pada peserta didik.</p>Yulanda YulandaEva Dina ChairunisaDina Sri Nindiati
Copyright (c) 2026 Sajaratun: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
2026-06-292026-06-2911123223910.37478/sajaratun.v11i1.8349Jejak Marga Sanga Desa Di Kabupaten Musi Banyuasin: Kajian Historis Dan Relevansinya Sebagai Sumber Belajar Sejarah Lokal
https://e-journal.uniflor.ac.id/index.php/sajaratun/article/view/8339
<p>Pembelajaran sejarah memerlukan sumber belajar yang kontekstual agar peserta didik mampu memahami keterkaitan antara sejarah nasional dan sejarah lokal di lingkungan sekitarnya. Salah satu potensi sejarah lokal yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar adalah jejak Marga Sanga Desa di Kabupaten Musi Banyuasin yang mengandung nilai historis, sosial, dan budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji jejak Marga Sanga Desa di Kabupaten Musi Banyuasin melalui kajian historis serta menganalisis relevansinya sebagai sumber belajar sejarah lokal. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan historis. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka terhadap berbagai sumber yang berkaitan dengan sejarah Marga Sanga. Analisis data dilakukan melalui tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jejak Marga Sanga Desa masih dapat ditelusuri melalui dokumen keluarga, silsilah keturunan, tradisi lisan, makam tokoh, serta berbagai warisan budaya yang masih dipertahankan oleh masyarakat. Jejak tersebut mengandung nilai historis yang tercermin dari sistem pemerintahan marga dan kepemimpinan Depati Syamsudin, nilai sosial berupa gotong royong, musyawarah, solidaritas sosial, dan hubungan kekerabatan, serta nilai budaya yang terlihat pada warisan budaya material maupun nonmaterial yang masih dilestarikan. Nilai-nilai tersebut memiliki relevansi sebagai sumber belajar sejarah lokal karena mendukung pembelajaran sejarah yang kontekstual, memperkuat identitas lokal, serta mengembangkan kesadaran sejarah dan karakter peserta didik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa jejak Marga Sanga Desa di Kabupaten Musi Banyuasin layak dimanfaatkan sebagai sumber belajar sejarah lokal karena memiliki nilai historis, sosial, dan budaya yang relevan serta mampu mendukung implementasi pembelajaran sejarah berbasis lingkungan sesuai dengan karakteristik Kurikulum Merdeka.</p> <p> </p>Arizando Prayuda PratamaSukardi SukardiDina Sri Nindiati Nindiati
Copyright (c) 2026 Sajaratun: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
2026-06-292026-06-2911124024610.37478/sajaratun.v11i1.8339Nilai-Nilai Perjuangan Sultan Mahmud Badaruddin II Tahun 1819-1821 Sebagai Materi Sejarah Lokal Di SMA Negeri 2 Palembang
https://e-journal.uniflor.ac.id/index.php/sajaratun/article/view/8345
<p>Penelitian ini dilatar belakangi oleh minimnya materi sejarah lokal dalam pembelajaran sejarah yang masih perlu ditingkatkan, padahal sejarah lokal memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai karakter kepada peserta didik. Salah satu tokoh sejarah lokal yang memiliki nilai-nilai perjuangan yang dapat dijadikan teladan adalah Sultan Mahmud Badaruddin II. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai-nilai perjuangan Sultan Mahmud Badaruddin II tahun 1819–1821 dan menganalisis relevansinya sebagai materi sejarah lokal di SMA Negeri 2 Palembang. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Informan penelitian terdiri atas guru sejarah SMA Negeri 2 Palembang dan pengelola museum. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perjuangan Sultan Mahmud Badaruddin II tahun 1819–1821 dalam mempertahankan Kesultanan Palembang Darussalam dari kekuasaan kolonial Belanda mengandung nilai-nilai patriotisme, keberanian, cinta tanah air, rela berkorban, tanggung jawab, dan pantang menyerah. Nilai-nilai tersebut tercermin dalam berbagai tindakan Sultan Mahmud Badaruddin II dalam mempertahankan kedaulatan wilayah serta melindungi rakyatnya dari ancaman kolonialisme. Selain itu, nilai-nilai perjuangan tersebut memiliki relevansi yang tinggi sebagai materi sejarah lokal karena dapat dimanfaatkan untuk menanamkan nilai karakter, meningkatkan kesadaran sejarah, menumbuhkan rasa bangga terhadap daerah, serta memperkuat sikap nasionalisme peserta didik. Dapat disimpulkan bahwa perjuangan Sultan Mahmud Badaruddin II tahun 1819–1821 mengandung nilai-nilai patriotisme, keberanian, cinta tanah air, rela berkorban, tanggung jawab, dan pantang menyerah yang relevan sebagai materi sejarah lokal untuk menanamkan karakter dan memperkuat nasionalisme peserta didik di SMA Negeri 2 Palembang.</p> <p> </p>Nur Annisa HamidahAan SuriadiKabib Sholeh
Copyright (c) 2026 Sajaratun: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
2026-06-292026-06-2911124725310.37478/sajaratun.v11i1.8345Pemanfaatan Tradisi Nganggung Sebagai Sumber Belajar Sejarah Berbasis Kearifan Lokal Di SMA Negeri 1 Jebus
https://e-journal.uniflor.ac.id/index.php/sajaratun/article/view/8356
<p>Pembelajaran sejarah di Indonesia masih didominasi buku teks berorientasi sejarah nasional sehingga pemanfaatan sejarah lokal sebagai sumber belajar belum optimal, padahal sejarah lokal dapat memperkuat identitas budaya dan kesadaran sejarah peserta didik. Tradisi nganggung sebagai warisan budaya masyarakat Bangka Belitung berpotensi menjadi sumber belajar sejarah, tetapi belum banyak diintegrasikan ke dalam media pembelajaran digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis integrasi tradisi nganggung ke dalam media <em>flipbook</em> sebagai sumber belajar sejarah berbasis kearifan lokal di SMA Negeri 1 Jebus. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus di Desa Sinar Manik dan SMA Negeri 1 Jebus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi nganggung mengandung nilai gotong royong, solidaritas sosial, religius, dan akulturasi budaya yang diintegrasikan ke dalam materi Fase E Kelas X melalui media <em>flipbook</em> digital. Penggunaan media ini meningkatkan pemahaman dan motivasi belajar peserta didik. Penelitian menyimpulkan bahwa tradisi nganggung dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar sejarah yang inovatif, kontekstual, serta mendukung pelestarian warisan budaya lokal di sekolah.</p> <p> </p>Muhammad AbizarSukardi SukardiMuhamad Idris
Copyright (c) 2026 Sajaratun: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
2026-06-292026-06-2911125425910.37478/sajaratun.v11i1.8356Pengaruh Media Video Dokumenter Sebagai Inovasi Pembelajaran Sejarah Terhadap Minat Belajar Siswa Di SMA Negeri 1 Palembang
https://e-journal.uniflor.ac.id/index.php/sajaratun/article/view/8358
<p>Pembelajaran sejarah di sekolah menengah atas masih kerap menghadapi tantangan rendahnya minat belajar siswa akibat metode penyampaian yang bersifat konvensional dan kurang melibatkan stimulus visual yang kontekstual. Media video dokumenter hadir sebagai salah satu inovasi pembelajaran yang berpotensi menghadirkan peristiwa sejarah secara konkret dan menarik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media video dokumenter sebagai inovasi pembelajaran sejarah terhadap minat belajar siswa pada materi Perumusan Naskah Proklamasi di kelas XI SMA Negeri 1 Palembang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode kuasi eksperimen desain <em>Nonequivalent Control Group Design</em>. Subjek penelitian terdiri dari kelas XI 11 sebagai kelas eksperimen (n=31) dan kelas XI 2 sebagai kelas kontrol (n=19). Data dianalisis menggunakan uji normalitas <em>Shapiro-Wilk,</em> uji homogenitas <em>Levene's Test,</em> dan uji <em>Independent Samples t-test</em> dengan bantuan perangkat lunak <em>JAMOVI</em>. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh yang signifikan penggunaan media video dokumenter terhadap minat belajar siswa, dengan nilai t=3,66, p<0,001, dan ukuran efek Cohen's d=1,07 yang tergolong besar. Disimpulkan bahwa media video dokumenter terbukti efektif meningkatkan minat belajar siswa melalui visualisasi peristiwa sejarah yang konkret dan kontekstual, sehingga mampu mendorong ketertarikan, perhatian, dan keterlibatan aktif siswa dalam pembelajaran sejarah.</p>Puguh Budi SetiadjiAan SuriadiDina Sri Nindiati
Copyright (c) 2026 Sajaratun: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
2026-06-292026-06-2911126026710.37478/sajaratun.v11i1.8358Arkeologi Agama-Agama Monoteisme: Perspektif Psiko-Historis Sigmund Freud
https://e-journal.uniflor.ac.id/index.php/sajaratun/article/view/8054
<p>Dewasa ini agama-agama monoteisme telah berkembang pesat di seluruh dunia. Asal-usul agama monoteisme-pun telah banyak ditelaah dari perspektif multidisipliner. Riset ini bertujuan untuk menelaah dimensi arkeologi agama-agama monoteisme berdasarkan paradigma psiko-historis. Secara khusus, paper ini membahas arkeologi agama monoteisme dengan mengacu pada gagasan psikoanalisis Sigmund Freud. Riset ini menggunakan metode penelitian kepustakaan. Referensi-referensi yang relevan dengan gagasan Sigmund Freud tentang arkeologi agama monoteisme, menjadi sumber primer di dalam riset ini. Analisis data terhadap sumber primer tersebut menggunakan model hermeneutik kritis. Hasil riset ini memperlihatkan bahwa gagasan Freud tentang arkeologi agama monoteisme sangat original dan perlu didialogkan dengan nalar yang kritis. Riset ini secara praksis dapat membantu penganut agama-agama monoteisme dalam merefleksikan pengalaman religiositas yang intim, otentik, dan obyektif di tengah tantangan ideologi-ideologi besar di dunia. Riset ini menegaskan bahwa gagasan psikoanalisis Freud membuka perspektif kritis dalam memahami asal-usul dan dinamika agama-agama monoteisme.</p> <p> </p>Marianus Ola KenobaJeanne Arc Kenoba
Copyright (c) 2026 Sajaratun: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
2026-06-302026-06-3011126827510.37478/sajaratun.v11i1.8054Relevansi Pemikiran Pendidikan Ibnu Khaldun Pada Kurikulum Merdeka Berbasis Deep Learning Dalam Mata Pelajaran Sejarah
https://e-journal.uniflor.ac.id/index.php/sajaratun/article/view/8215
<p>Kesenjangan antara realitas pembelajaran sejarah di lapangan yang masih didominasi oleh metode hafalan pasif, dengan tuntutan pendidikan abad ke-21 dan Kurikulum Merdeka yang menghendaki pembelajaran mendalam <em>(deep learning)</em> guna membentuk pemahaman kritis dan penalaran historis peserta didik. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan menganalisis relevansi pemikiran pendidikan Ibnu Khaldun terhadap implementasi Kurikulum Merdeka berbasis Deep Learning dalam mata pelajaran Sejarah. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan desain studi kepustakaan <em>(library research)</em> dengan teknik pengumpulan data melalui dokumentasi dan teknik analisis data dilakukan dengan analisis isi <em>(content analysis)</em> yang dipadukan dengan pendekatan hermeneutika . Hasil penelitian menunjukkan relevansi yang kuat. Filosofi Khaldun yang menekankan pentingnya kontekstualisasi sejarah, pengajaran bertahap <em>(tadarruj),</em> dan perlunya guru menguasai materi secara mendalam (malakah) selaras dengan Kurikulum Merdeka yang mengutamakan pembelajaran yang bermakna (deep learning), diferensiasi, dan penguatan pemahaman kontekstual (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila). Secara khusus, konsep malakah Ibnu Khaldun relevan dengan <em>Deep Learning</em> dalam pembelajaran Sejarah, karena mendorong siswa untuk tidak hanya menghafal fakta, tetapi mencapai internalisasi mendalam yang membentuk kemampuan analisis, sintesis, dan penalaran historis, sejalan dengan tujuan Kurikulum Merdeka. Penerapan model <em>Deep Learning</em> dapat menjadi alat untuk mewujudkan tujuan pendidikan Khaldun dalam konteks kurikulum modern. Integrasi pemikiran pendidikan Ibnu Khaldun khususnya kritik terhadap metode hafalan dan konsep malakah memberikan landasan filosofis yang kuat bagi implementasi Kurikulum Merdeka berbasis <em>Deep Learning</em> pada mata pelajaran Sejarah untuk mentransformasi pembelajaran pasif menjadi proses aktif yang mengembangkan kemampuan berpikir kritis, analitis, dan karakter peserta didik secara holistik.</p> <p><em> </em></p>Ersya MaisarahFidia NurkhairunnisaMiftahuddin Miftahuddin
Copyright (c) 2026 Sajaratun: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
2026-06-302026-06-3011127628510.37478/sajaratun.v11i1.8215Perencanaan Pembelajaran Sejarah Melalui Perpustakaan Digital iPaserTUNTAS Sebagai Sumber Belajar
https://e-journal.uniflor.ac.id/index.php/sajaratun/article/view/8382
<p>Perkembangan teknologi digital memberikan peluang bagi guru untuk memanfaatkan berbagai sumber belajar berbasis teknologi, salah satunya melalui perpustakaan digital. Di SMA Negeri 1 Muara Komam, ketersediaan sumber belajar sejarah masih terbatas karena koleksi perpustakaan sekolah didominasi buku paket, sementara akses ke perpustakaan daerah terkendala oleh jarak yang cukup jauh. Kondisi tersebut mendorong perlunya sumber belajar alternatif yang mudah diakses dan sesuai dengan perkembangan teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses perencanaan penggunaan aplikasi iPaserTUNTAS sebagai sumber belajar sejarah bagi siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Muara Komam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara semi-terstruktur dengan satu guru sejarah, dua puluh siswa kelas XI, serta satu perwakilan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Paser, didukung oleh studi dokumentasi terhadap modul ajar. Keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber, teknik, dan waktu, sedangkan analisis data mengacu pada model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan penggunaan iPaserTUNTAS diawali dari kebutuhan guru terhadap sumber belajar sejarah yang lebih beragam, kemudian diperkuat melalui program sosialisasi yang dilaksanakan oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Paser. Guru selanjutnya mengintegrasikan aplikasi iPaserTUNTAS ke dalam modul ajar, menyesuaikan materi pembelajaran, serta merancang aktivitas belajar kelompok yang mendorong siswa mengakses referensi digital secara mandiri. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perencanaan pemanfaatan iPaserTUNTAS telah dilakukan secara bertahap dan sistematis sehingga mampu mendukung pembelajaran sejarah yang lebih berpusat pada siswa, meskipun masih diperlukan penyempurnaan agar perencanaannya lebih terstruktur dan terdokumentasi secara optimal.</p> <p> </p>Rochgiyanti RochgiyantiOctaviona Fadilatul KhotimahMelisa Prawitasari
Copyright (c) 2026 Sajaratun: Jurnal Sejarah dan Pembelajaran Sejarah
2026-06-302026-06-3011128629510.37478/sajaratun.v11i1.8382