Pelatihan Pengembangan Media Pembelajaran Digital Storytelling Berbasis Pendekatan Billingual dengan Software Articulate Storyline Bagi Guru SD di Kabupaten Sleman

Authors

  • Banun Havifah Cahyo Khosiyono Universitas Sarjanawiyata Tamansiwa, Yogyakarta, Indonesia
  • Sukiyanto Sukiyanto Universitas Sarjanawiyata Tamansiwa, Yogyakarta, Indonesia
  • Dinar Martia Azizah Universitas Sarjanawiyata Tamansiwa, Yogyakarta, Indonesia
  • Hutri Darmayanti Universitas Sarjanawiyata Tamansiwa, Yogyakarta, Indonesia
  • Ana Ika Ariyani Universitas Sarjanawiyata Tamansiwa, Yogyakarta, Indonesia
  • Kurnia Nurvina Laila Alifah Universitas Sarjanawiyata Tamansiwa, Yogyakarta, Indonesia
  • Diah Kartika Universitas Sarjanawiyata Tamansiwa, Yogyakarta, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.37478/abdika.v5i4.6485

Abstract

This training activity aims to resolve existing problems among partners in order to support efforts to address the limited competencies of the Kapnewon Ngemplak Elementary School Teacher Learning Community in developing bilingual digital storytelling. The objectives of this training program were to: (1) introduce the concept of a bilingual approach at the elementary school level; (2) introduce the digitalization of learning media; and (3) provide assistance in the development of bilingual-based digital storytelling using the Articulate Storyline software. The community service activity was carried out through a training program provided to teachers from 27 elementary schools in Kapanewon Ngemplak, Sleman, Special Region of Yogyakarta. The training was delivered in three sessions. The results of the training showed that: (1) the teachers gained an understanding of the bilingual approach concept for elementary education; (2) the teachers developed an awareness of the importance of developing digital learning media; and (3) the teachers were able to create bilingual-based digital storytelling media using Articulate Storyline software. It can be concluded that the training program has equipped teachers with the skills to integrate technology into more meaningful elementary school learning, in line with the demands of 21st-century education. This supports the enhancement of teacher competence and curriculum adaptation in the era of the Industrial Revolution 4.0. As a recommendation, the media developed during the training can be implemented in the classroom and followed up with lesson study activities involving other training participants.

Downloads

Download data is not yet available.

Keywords:

Learning media, Digital storytelling, Bilingual approach, Articulate storyline software

References

Alqhatani, M. (2015). The importance of vocabulary in language learning and how to be taught. International Journal of Teaching and Education, 3(3), 21-34.

Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. (2024). Kajian Akademik Kurikulum Merdeka. Jakarta: Pusat Kurikulum dan Pembelajaran.

Barus, R.A., & Sahrul. (2014). 4C skills of the 21st century: Their nature and importance in primary school learning. Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO). 1(2, 689-696.

Brewster, J., et. al. (2003). The primary english teacher’s guide (new edition). England: Penguin English.

Brown, H. D.(2007). Principles of language teaching. USA: Longman.

Diyanti, B.Y; Nurhayati, L & Supriyanti, N. (2020). The profile of primary english teachers in Indonesia. LITERA, 19(1)

Ellis, R. (2003). Second language acquisition. New York: Oxford University Press.

Enever, J., and Moon, J. (2009). New global contexts for teaching elementary ELT: Change and Challenge. In J. Enever et al. (Eds.), Young Learner English Language Policy and Implementation: International Perspectives, Garnet Publishing Ltd, 5-21.

Garton, S., Copland, F., & Burns, A. (2011). Investigating global practices in Teaching English to Young Learners. ELT Research Papers 11-01. London: British Council.

Ghatage, Inal, Kapur, & Lee, (2000). In J. Enever et al. (Eds.), Young Learner English Language Policy and Implementation: International Perspectives, Garnet Publishing Ltd, 5-21.

Ghazal, L. (2007). Learning vocabulary in EFL contexts through vocabulary learning strategies. Novitas-Royal, 1(2), 84-91.

Ghozali, F. A., & Rusimamto, P. W. (2016). Pengembangan media pembelajaran berbasis articulate studio 13 kompetensi dasar arsitektur dan prinsip kerja fungsi setiap blok PLC di SMK Negeri 1 Sampang. Jurnal Pendidikan Elektro, 05(01): 223–228.

Gordon, C. (2011). Digital storytelling in the classroom: Three case studies. PhD dissertation., Arizona State University.

Hafidhoh, S.A., Drajati, N.A., & Sukmawati, F. (2022). Penerapan media digital storytelling untuk meningkatkan kualitas pembelajaran kemampuan menulis teks prosedur siswa kelas VII A SMPN 17 kota Jambi. Journal of Education Research, 4 (4).

Kartini, L. P.,&Nitiasih, P. K.(2014). Bilingualisme dan pendidikan bilingual. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Khairunnisa, A & Apoko, T. W. (2023). Pengembangan media pembelajaran digital berbasis aplikasi canva pada mata pelajaran pendidikan pancasila dan kewarganegaraan untuk sekolah dasar. Jurnal Kewarganegaraan, 20 (2).

Khoirotunnisa, U., & Retnawati, H. (2025). Kesulitan guru bahasa Inggris dalam mengajar siswa sekolah dasar. Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 8 (2). 559—572.

Khosiyono, B. H. C., Nisa, A. F., Mulida, A., & Mulyantoro, P. (2024). Peningkatan kompetensi penyusunan digitalisasi bahan ajar bilingual bagi guru taman kanak-kanak. Prima Abdika: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(2), 346-351.

Lambert, J. (2010). Digital storytelling cookbook. California: Digital Diner Press.

Levin, J., & Goldberg (2012). Teaching generation techX with the 4Cs: Using technology to integrate 21st century skills. Journal of Instructional Research. 1 (1). 59-66.

Maharani, R., & Saputri, Y.D. (2024). Analisis peran dan pengaruh teknologi dalam dunia pendidikan. Jurnal Ilmu Pendidikan, Bahasa, Sastra dan Budaya (MORFOLOGI), 2(3).

Ninawati, M. (2012). Kajian dampak bilingual terhadap perkembangan kognitif anak sekolah dasar. Jurnal Ilmiah Widya, 218706, 23-27.

Nunan, D. (2003). Practical english language teaching. New York: McGraw Hill.

Permata, N., I., Idawati, Nawir, M. (2024). Pengembangan media pembelajaran digital interaktif pada mata pelajaran IPS di Sekolah Dasar. JRIP:Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran,4 (1).

Pinter. (2006). Teaching young language learners. Oxford: Oxford University Press.

Purwita, Y. L & Yuhdi, U. (2023). Pengembangan media pembelajaran digital berbasis google sites materi kondisi geografis indonesia kelas V Sekolah Dasar, Jurnal Penelitian Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 11 (2). 259-270.

Pemerintah Republik Indonesia. (2008). PP Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru. Jakarta: Pemerintah RI.

Rafmana, H., Chotimah, U., & Alfiandra. (2018). Pengembangan multimedia interaktif berbasis articulate storyline untuk meningkatkan motivasi belajar siswa pada mata pelajaran PKn Kelas XI di SMA Srijaya Negara Palembang. Jurnal Bhinneka Tunggal Ika, 5(1):52-66.

Resmini, S., Kareviati, E., & Rasi, Y. (2020). Kecemasan guru-guru bahasa inggris dalam mengajar mata pelajaran bahasa inggris di SMA. Abdimas Siliwangi, 3(2).

Rezeki, P & Dalimunte, M. (2024). Exploring English teachers’ difficulties in teaching speaking. Inspiring: English Education Journal, 7(1) 34-48.

Rosmana, P. S, dkk., (2023). Efektivitas penggunaan media pembelajaran digital pada hasil belajar siswa kelas 5 SDN 6 Nagri Kaler. Jurnal Sinektik, 6 (1).

Salahudin, A., Asmara, D. N., dan Angraini, F. (2025) pengembangan media pembelajaran Codibook (Learning Comik Berbasis Digital Book) pada pembelajaran bahasa Indonesia materi majas kelas V SD. Consilium (Consilium: Education and Counceling Journal), 5 (1).

Sari, M., dkk. (2024). Media pembelajaran berbasis digital untuk meningkatkan minat belajar pada mata pelajaran bahasa Indonesia. Jurnal Dharmawangsa. 18 (1), 205-218.

Sari, W. N & Ahmad, M. (2021). Pengembangan media pembelajaran flipbook digital di Sekolah Dasar, EDUKATIF: Jurnal Ilmu Pendidikan. 3(5).

Solichah, N., & Hidayah, R. (2022). Digital storytelling untuk kemampuan bahasa anak. JIP: Jurnal Intervensi Psikologi, 14 (2).

Umar, F., Khosiyono, B. H. C., & Irfan, M. (2023). Bilingual-Based digital story telling innovation to grow the pancasila student profile for primary school. Journal of Languages and Language Teaching, 11(4), 879-889.

Wahyuni, A.D., Budiyono, H., & Harahap, E. P. (2022). Penerapan media digital storytelling untuk meningkatkan kualitas pembelajaran kemampuan menulis teks prosedur siswa kelas VII A SMPN 17 Kota Jambi. Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia, 10 (1).

Yahya, D & Suwarjo.(2013). Evaluasi bahasa inggris sebagai bahasa pengantar dalam proses pembelajaran di SD N Idaman RSBI Banjabaru. Jurnal Prima Edukasia, 1 (1): 10-16.

Yusuf, M., Julianingsih, D, & Ramadhani, T. (2023). Transformasi pendidikan digital 5.0 melalui integrasi inovasi ilmu pengetahuan dan teknologi. Jurnal Manajemen, Pendidikan dan Teknologi Informasi (MENTARI), 2(1), 11–19.

Yuwono, G., & Harbon, L. (2010). English teacher professionalism and professional development: Some common issues in Indonesia. Asian EFL Journal, 12(3), 145.

Downloads

Published

2025-10-18

How to Cite

Khosiyono, B. H. C. ., Sukiyanto, S., Azizah, D. M., Darmayanti, H., Ariyani, A. I., Alifah, K. N. L., & Kartika, D. (2025). Pelatihan Pengembangan Media Pembelajaran Digital Storytelling Berbasis Pendekatan Billingual dengan Software Articulate Storyline Bagi Guru SD di Kabupaten Sleman. Prima Abdika: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(4), 574-584. https://doi.org/10.37478/abdika.v5i4.6485