VERIFIKASI PRODUK ESTIMASI CURAH HUJAN GSMAP, GPM-IMERG, DAN HIMAWARI-8 PADA WILAYAH SERANG, PEKANBARU, DAN AMBON
DOI:
https://doi.org/10.37478/optika.v7i2.3119Abstract
Penggunaan produk satelit GSMaP, GPM-IMERG, dan Himawari-8 dalam mengestimasi nilai curah hujan dapat mengatasi keterbatasan data curah hujan secara spasial maupun temporal. Namun, hasil estimasi curah hujan perlu dilakukan verifikasi terlebih dahulu untuk mengetahui performa produk satelit dalam mengestimasi curah hujan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji performa produk satelit GSMaP, GPM-IMERG, dan Himawari-8 pada wilayah Serang, Pekanbaru, dan Ambon. Metode verifikasi yang digunakan terdiri atas metode dikotomi untuk mengetahui kemampuan prakiraan kejadian hujan dan metode verifikasi kontinu untuk mengetahui kemampuan estimasi produk curah hujan satelit. Penelitian dilakukan pada periode Januari-Desember 2019 dengan pembagian waktu berdasarkan periode bulanan. Berdasarkan hasil penelitian secara keseluruhan, produk satelit GPM-IMERG dan GSMaP menunjukkan performa yang lebih unggul daripada Himawari-8. Pada lokasi Serang, ketiga produk satelit cenderung menunjukkan kemampuan prakiraan kejadian hujan paling baik pada periode Januari-April dengan nilai POD diatas 0,6 dan CSI diatas 0,45 tetapi memiliki hasil estimasi curah hujan yang kurang baik pada periode tersebut ditandai dengan nilai RMSE sebesar 10,0-29,0 mm/hari. Pada lokasi Pekanbaru, produk GPM-IMERG dan GSMaP memiliki kemampuan prakiraan kejadian hujan yang lebih unggul diantara kedua produk lainnya. Produk GSMaP dan GPM-IMERG pada wilayah Pekanbaru memiliki nilai POD diatas 0,7 dan nilai CSI diatas 0,4 untuk periode terbaik dari kedua satelit tersebut. Namun, untuk kemampuan estimasi curah hujan produk GSMaP memiliki performa lebih baik, meskipun secara keseluruhan nilai RMSE menunjukkan galat sebesar 5-20 mm/hari. Pada lokasi Ambon, produk GPM-IMERG menunjukkan performa lebih unggul pada prakiraan kejadian hujan daripada kedua produk satelit yang lain. Hasil deteksi produk satelit GPM-IMERG pada wilayah Ambon memiliki nilai POD diatas 0,5 dan CSI diatas 0,4 untuk seluruh periode kecuali bulan Juli. Produk estimasi curah hujan terbaik untuk wilayah Ambon dihasilkan oleh produk GSMaP berdasarkan verifikasi hasil estimasi curah hujan.
Downloads
Keywords:
Satelit, Curah Hujan, VerifikasiReferences
Adler, R. F., & Negri, A. J. (1988). A Satellite Infrared Technique to Estimate Tropical Convection and Stratiform Rainfall. Journal Of Apllied Meteorology, 4(1), 88–100.
Aldrian, E., & Susanto, R. D. (2003). Identification of three dominant rainfall regions within Indonesia and their relationship to sea surface temperature. International Journal of Climatology, 23(12), 1435–1452. https://doi.org/10.1002/joc.950
Anisimov, A. E., Efimov, V. V., & Lvova, M. V. (2021). Evaluation of gpm imerg products and estimation of warm-season precipitation in crimea. Physical Oceanography, 28(4), 454–467. https://doi.org/10.22449/1573-160X-2021-4-454-467
Azka, M. A., Sugianto, P. A., Silitonga, A. K., & Nugraheni, I. R. (2018). Uji Akurasi Produk Estimasi Curah Hujan Satelit Gpm Imerg Di Surabaya, Indonesia. Jurnal Sains & Teknologi Modifikasi Cuaca, 19(2), 83. https://doi.org/10.29122/jstmc.v19i2.3153
BMKG. (2021). Peta Rata-Rata Curah Hujan Dan Hari Hujan Periode 1991-2020. In Pusat Informasi Perubahan Iklim Kedeputian Bidang Klimatologi BMKG (Vol. 4, Issue 1). Pusat Informasi Perubahan Iklim BMKG.
Gebregiorgis, A. S., & Hossain, F. (2015). How well can we estimate error variance of satellite precipitation data around the world? Atmospheric Research, 154, 39–59. https://doi.org/10.1016/j.atmosres.2014.11.005
Hermawan, E. (2010). Pengelompokkan Pola Curah Hujan Yang Terjadi di Beberapa Kawasan P. Sumatera Berbasis Hasil Analisis Teknik Spektral. Jurnal Meteorologi Dan Geofisika, 11(2), 12. https://doi.org/10.31172/jmg.v11i2.67
Jaya, I. M. L. (2020). Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif (Teori, Penerapan, dan Riset Nyata) (F. Husaini (ed.); Second Edi). QUADRANT.
Kachi, M. (2012). Overview of Global Satellite Mapping of Precipitation (GSMaP). The 6th World Water Forum, March.
Liu, C. Y., Aryastana, P., Liu, G. R., & Huang, W. R. (2020). Assessment of satellite precipitation product estimates over Bali Island. Atmospheric Research, 244(May), 105032. https://doi.org/10.1016/j.atmosres.2020.105032
Pratama, A., Agiel, H. M., & Oktaviana, A. A. (2022). Evaluasi Satellite Precipitation Product (GSMaP, CHIRPS, dan IMERG) di Kabupaten Lampung Selatan. Journal of Science and Applicative Technology, 6(1), 32. https://doi.org/10.35472/jsat.v6i1.702
Suhadi, S., Mabruroh, F., Wiyanto, A., & Ikra, I. (2023). ANALISIS FENOMENA PERUBAHAN IKLIM TERHADAP CURAH HUJAN EKSTRIM. OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika, 7(1), 94-100. https://doi.org/10.37478/optika.v7i1.2738
Sulistiyono, W., Ramadhan, R. S., & Donni, Y. (2023). KAJIAN KONDISI ATMOSFER SAAT KEJADIAN HUJAN LEBAT DI KOTA SURAKARTA MENGGUNAKAN ANALISIS SKALA METEOROLOGI . OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika, 7(1), 32-45. https://doi.org/10.37478/optika.v7i1.2626
Sugiyono. (2004). Statistik Untuk Penelitian. Alfa Beta.
Tukidi. (2010). Karakter Curah Hujan Di Indonesia. Jurnal Geografi, 7(2), 136–145. http://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/JG/article/view/84
WCRP. (2009). Forecast Verification - Issues, Methods and FAQ. WWRP/WGNE Joint Working Group on Forecast Verification Research. https://www.cawcr.gov.au/projects/verification/verif_web_page.html
Wilks, D. S. (2006). Statistical Method in the Atmospheric Sciences (Second Edi). Elsevier Academic Press Publications.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Jurnal Lesensi