Hubungan Kondisi Lokasi Dan Alat Perlengkapan Pada Depot Air Minum Isi Ulang Dengan Kualitas Bakteriologi Di Kabupaten Ende Tahun 2014

Authors

  • Valentinus Tan Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Flores

Abstract

Air merupakan salah satu kebutuhan manusia yang paling penting. Untuk memenuhi kebutuhan air minum masyarakat, salah satu alternatifnya adalah pemakaian air minum isi ulang (AMIU) karena mudah dijangkau. Namun tidak semua depot air minum terjamin kualitasnya.  Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kualitas AMIU salah satu  sanitasi  tempat  pengolahan .Penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan sanitasi pengolahan dengan kualitas bakteriologi depot AMIU di Kabupaten Ende tahun 2014. Seluruh populasi dijadikan sampel (total sampling), yaitu 32 depot.Berdasarkan hasil penelitian diperoleh lokasi depot AMIU   memenuhi syarat sebanyak 20 (62,5%) depot, alat dan perlengkapan tidak memenuhi syarat sebanyak 18 (56,25%) depot,. Mayoritas kualitas bakteriologi depot AMIU adalah tidak memenuhi syarat sebanyak 20 (62,5%) depot. Ada hubungan lokasi depot AMIU dengan kualitas bakteriologi dengan nilai p = 0,032, Ada  hubungan alat dan perlengkapan depot AMIU dengan kualitas bakteriologi dengan nilai p = 0,005, ada hubungan hygiene perorangan karyawan depot AMIU dengan kualitas bakteriologi dengan nilai p = 0,025.Berdasarkan hasil penelitian diharapkan kepada pemilik depot air minum untuk menerapkan hygiene sanitasi pengolahan . Selain itu, Pemerintah diharapkan meningkatkan pengawasan dan monitoring yang ketat terhadap depot AMIU tentang pelaksanaan pemeriksaan kualitas air secara rutin.

Downloads

Download data is not yet available.

Keywords:

: Air minum isi ulang, Sanitasi Pengolahan, Kualitas Bakteriologi

References

Arikunto S, 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, Ed Revisi VI, Penerbit PT Rineka Cipta, Jakarta.
Athena, dkk., 2004. Kandungan Bakteri Total Coli Dan Escherechia Coli/Fecal Coli Air Minum Isi Ulang Di Jakarta, Bekasi, Dan Tangerang, Buletin Penelitian Kesehatan Vol. 32 No. 4 Hal. 135-143.
Chandra, Budiman, 2007. Pengantar Kesehatan Lingkungan, EGC, Jakarta.
Permenkes RI, 2010. Kepmenkes RI No. 492/Menkes/IV/2010 Tentang Syaratsyarat dan Pengawasan Kualitas Air Minum, Kemenkes RI, Jakarta.
Ayudia, 2009. Perilaku Pekerja Depot Air Minum dalam Menjaga Kualitas Air Minum, Skripsi, Universitas Sumatera Utara.
Indirawati SM, 2009, Analisis Hygiene Sanitasi dan Kualitas Air Minum Isi Ulang (AMIU) Berdasarkan Sumber Air Baku pada Depot Air Minum di Kota Medan, Tesis Universitas Sumatera Utara, Medan.
Jamaluddin, 2007. Analisis Kualitas Air Minum Isi Ulang di Kota Langsa
Joko, Tri, 2010. Unit Produksi dalam Sistem Penyediaan Air Minum, Edisi Pertama, Graha Ilmu, Yogyakarta.
Kemenkes RI, 2006. Pedoman Pelaksanaan Penyelenggaraan Hygene Sanitasi Depot Air Minum, Dirjen Penyehatan Lingkungan, Jakarta.
Kumalasari, F., Satoto, Y., 2011. Teknik Praktis Mengolah Air Kotor Menjadi Air Bersih Hingga Layak di Minum, Laskar Aksara, Bandung.
Kusnaedi, 2010. Mengolah Air Kotor untuk air Minum, Cetakan Pertama, Penebar Swadaya, Jakarta.
Pitoyo, 2005. Dua Jam Anda Tahu Cara Memastikan Air yang Anda MinumBukan Sumber Penyakit,Solo.

Downloads

Published

2019-10-10

How to Cite

Tan, V. . (2019). Hubungan Kondisi Lokasi Dan Alat Perlengkapan Pada Depot Air Minum Isi Ulang Dengan Kualitas Bakteriologi Di Kabupaten Ende Tahun 2014. TEKNOSIAR, 8(1), 35-41. Retrieved from http://e-journal.uniflor.ac.id/index.php/TEKNOSIAR/article/view/179

Issue

Section

Articles