MAKNA RITUAL ADAT “TUNO MANUK” DI DESA DEMONDEI KECAMATAN WOTAN ULUMADO KABUPATEN FLORES TIMUR

Authors

  • Brigita Juliantrisny Usfunan Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Flores

DOI:

https://doi.org/10.37478/sajaratun.v6i2.1463

Abstract

Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: 1) Bagaimanakah proses pelaksanaan ritual adat Tuno Manuk dalam sistem kepercayaan masyarakat di Desa Demondei Kecamatan Wotan Ulumado Kabupaten Flores Timur dan 2) Apa makna ritual adat Tuno Manuk bagi kehidupan masyarakat di Desa Demondei Kecamatan Wotan Ulumado Kabupaten Flores Timur? Tujuan dalam Penelitian ini adalah: Untuk mengetahui proses pelaksanaan ritual adat Tuno Manuk dalam sistem kepercayaan masyarakat di Desa Demondei Kecamatan Wotan Ulumado Kabupaten Flores Timur.Dan untuk mengetahui makna yang terdapat dalam ritual adat Tuno Manuk dalam sistem kepercayaan masyarakat di Desa Demondei Kecamatan Wotan Ulumado Kabupaten Flores Timur. Teori yang digunakan adalah Teori Religi oleh Preusz, beliau mengatakan bahwa: pusat dari setiap sistem religi dan kepercayaan didunia ini adalah ritus dan upacara. Metode yang digunakan yakni: penelitian kualitatif. Subjek penelitian ini adalah para informan, baik informan kunci maupun informan pendukung yang berjumlah 7 orang. Teknik pengumpulan data: wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yakni: 1)  pengumpulan data, 2) reduksi data, 3) penyajian data, 4) verifikasi atau penarikan kesimpulan.

Hasil penelitian ini menunjukan bahwa proses pelaksanaan ritus Tuno Manuk merupakan momen untuk menjalin kembali solidaritas, rasa persaudaraan dan kekeluargaan diantara sesama, khususnya diantara anggota keluarga dalam kelima suku asli masyarakat di Desa Demondei  yakni: Suku Bubun, Suku Narek, Suku Lagadoni, Suku Kayan, dan Suku Ariana. Sedangkan makna dari ritual Tuno Manuk ini adalah: pertemuan antara orang-orang yang masih hidup dengan roh para leluhur dan wujud tertinggi, sekaligus menjadi simbol kehadiran dan tempat untuk berkomunikasi dengan wujud tertinggi melalui perantaraan dengan nenek moyang.

Kesimpulannya bahwa: Tuno Manuk juga sebagai sebuah penghormtan kepada Rera Wulan Tanah Ekan dapat dimengerti sebagai suatu upacara untuk mempersembahkan hasil panen selama setahun, suka duka, kebahagiaan dan kehidupan yang telah berlalu, dan memohon pernyertaan serta perlindungan untuk hari hidup selanjutnya kepada Wujud Tertinggi dan Para Leluhur.

Downloads

Download data is not yet available.

Keywords:

proses, Makna Ritual Adat (Tuno Manuk)

References

Milles dan Huberman,1987. Analisis data kualitatif . UI Press, Jakarta.

Pujileksono, Sugeng. 2015. Pengantar Antropologi. Malang: Intrans Publishing.

Sudarwan Danim. 2002. Menjadi Peneliti Kualitatif. Bandung: Pustaka Setia.

Satyanand Made I. 2013. Kearifan Lokal Suku Helong. Yogyakarta: Ombak.

Sumber Internet

Pengertian Globalisasi diakses pada https://id.m.wikipedia.org pada tanggal 27 Juli 2020. Jam 9.23.WITA

Sumber Jurnal

Hildigardis M.I. Nahak. “Upaya Melestarikan Budaya Indonesia Di Era Globalisasi”. Jurnal Penelitian Sosiologi Nusantara. Vol 5 No. 1. Tahun 2019.

Downloads

Published

2022-01-25

How to Cite

Usfunan, B. J. (2022). MAKNA RITUAL ADAT “TUNO MANUK” DI DESA DEMONDEI KECAMATAN WOTAN ULUMADO KABUPATEN FLORES TIMUR. Sajaratun: Jurnal Sejarah Dan Pembelajaran Sejarah, 6(2), 1-9. https://doi.org/10.37478/sajaratun.v6i2.1463