UTOPIA MODERNITAS: Pembangunanisme, Netralitas Negara, dan Demokrasi Ekonomi

Authors

  • Marianus Kenoba Universitas Flores

DOI:

https://doi.org/10.37478/sajaratun.v7i1.1825

Abstract

Konsep pembangunan lahir dari keprihatinan moril negara-negara maju atas kondisi sosial dan politik ekonomi di negara-negara sedang berkembang. Namun, pembangunan yang diharapkan mampu menciptakan iklim demokrasi (ekonomi) tersebut justru berkembang ke arah ketergantungan struktural. Manuskrip paper tekstual ini bertujuan untuk memperlihatkan dimensi utopia dalam konsep pembangunan, netralitas negara, dan “politik” demokrasi ekonomi. Riset tekstual ini menggunakan metode hermeneutika kritis aliran Gadamerian. Pilihan logis terhadap metode hermeneutis kritis, bertolak dari fakta bahwa seluruh data di dalam riset ini bersumber dari teks-teks tertulis. Kategori teks tertulis berupa text book dan paper-paper jurnal yang relevan. Sumber data diperoleh dari perpustakaan, jurnal nasional berreputasi, dan jurnal internasional. Sesudah data tersedia, langkah selanjutnya adalah tindakan pembacaan secara kiritis atas teks dan mendeskripsikan kembali hasil pembacaan tersebut secara logis. Riset tekstual ini menemukan bahwa konsep pembangunan merupakan bagian dari utopia yang ditawarkan oleh negara-negara maju. Konsep pembangunan yang mulanya dipahami sebagai instrumen untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi, justru berubah menjadi ideologi penguasaan. Lebih dari itu, posisi manusia adalah obyek ekspansi pasar di dalam keseluruhan desain proyek pembangunan. Jadi, ideologi kapitalisme moderen telah menggiring manusia pada problem keterasingan yang bersifat eksistensial.

Keywords:

netralitas negara, demokrasi ekonomi, pembangunanisme

References

Bakker, A. (1986). Metode-Metode Filsafat. Ghalia Indonesia.

Bertens, K. (2002). Filsafat Barat Kontemporer Inggris-Jerman. Gramedia Indonesia

Bleicher, J. (2017). Contemporary Hermeneutics: Hermeneutics As Method, Philosophy And Critique (Vol. 2). Routledge.

Boudon, Raymond; (1986).The Analysis of Ideology. The University of Chicago Press

Budiman, A. (1989). Sistem Perekonomian Pancasila dan Ideologi Ilmu Sosial di Indonesia, Gramedia, Jakarta

Budiman, A. (1996). Teori Negara: Negara, Kekuasaan dan Ideologi. PT. Gramedia Pustaka Utama.

Budiman, A. (1996). Teori Pembangunan Dunia Ketiga PT. Gramedia Pustaka Utama.

Coser, L. A. (Ed.). (2017). The Idea Of Social Structure: Papers in Honor of Robert K. Merton. Routledge

Dube, E. (2019). Rarity or reality of some theories of poverty in explaining the poverty in Africa. Journal of Rural and Community Development, 14 (3).

Etzkowitz, H., & Glassman, R. M. (1991). The Renascence of. Sociological Theory. Ithaca, Illinois: PE Peacock Publishers

Giddens, A. (1987). Social Theory and Modern Sociology. Stanford University Press

Giddens, A. (2003). Runaway World: How Globalization is Reshaping Our Lives. Taylor & Francis.

Hardiman, F. Budi. (2015). Seni Memahami Hermeneutik dari Schleiermacher sampai Derrida, Yogyakarta: Kanisius.

Hardiman, F. Budi. (2003). Melampaui Positivisme dan Modernisme, Diskursus Filosofis Metode Ilmiah dan Problem Modernitas, Yogyakarta: Kanisius.

Herry-Priyono, B. (2016). Anthony Giddens: Suatu Pengantar. Kepustakaan Populer Gramedia.

Hettne, B. (2001). Teori Pembangunan dan Tiga Dunia, Jakarta, PT. Gramedia Pustaka Utama.

Laclau, E., & Mouffe, C. (2014). Hegemony and Socialist Strategy: Towards a Radical Democratic Politics (Vol. 8). Verso Books

Layder, D. (2005). Understanding Social Theory. Sage.Publication.

Maryolo, A. (2018). Development As Freedom Dan Pencapaian Perubahan Sosial. Jurnal Sosiologi Reflektif, 12 (2), 367-380.

Suseno, F Magnis-. (1999). Pemikiran Karl Marx: Dari Sosialisme Utopis ke Perselisihan Revisionisme. Jakarta,Gramedia Pustaka Utama.

Lin, E. (2022). How War Changes Land: Soil Fertility, Unexploded Bombs, and the Underdevelopment of Cambodia. American Journal of Political Science, 66 (1), 222-237.

Mandel, Erns & George Novak, (1970) The Marxist Theory of Alienation, Three Essays, New York, Pathfinder Press

McRobbie, A., & Mcrobbie, A. (2003). Postmodernism and Popular Culture. Routledge.

Ozoigbo, B. I. (2019). Insecurity in Nigeria: genesis, consequences and panacea. European Journal of Social Sciences Studies.

Payne, Michael.(1997). Reading knowledge: An Introduction to Barthes, Foucault and Althusser, Blackwell Publishers

Ritzer, G., & Stepnisky, J. (2017). Sociological Theory. Sage publications.

Sarup, M. (1993). An Introductory Guide to Post-Structuralism and Postmodernism. Pearson Education.

Setiawan, F. (2019). Pengaruh Teori Pembangunan Dunia Ke-3 Dalam Teori Modernisasi Terhadap Administrasi Pembangunan Di Indonesia. Journal Ilmu Sosial, Politik dan Pemerintahan, 8 (2), 1-11.

Songsore, J. (2020). The Urban Transition in Ghana: Urbanization, National Development and Poverty Reduction. Ghana Social Science Journal, 17 (2), 57-57.

Sugiharto, I. (2014). Postmodernisme: Tantangan Bagi Filsafat. Yogyakarta Kanisius.

Sumaryono, E. (1993). Hermeneutik: Sebuah Metode Filsafat. Yogyakarta Kanisius.

Swingewood, Alan. (1975), Marx and Modern Social Theory;The Macmilan Press

Sztompka, P. (2014). Sosiologi Perubahan Sosial. Jakarta, Prenada Media Group

Turner, J. H., & Turner, P. R. (1978). The Structure of Sociological Theory. Homewood, IL: Dorsey Press

Weber, M. (2019). Economy and Society. In Economy and Society. Harvard University Press.

Downloads

Published

2022-07-24

How to Cite

Kenoba, M. (2022). UTOPIA MODERNITAS: Pembangunanisme, Netralitas Negara, dan Demokrasi Ekonomi. Sajaratun: Jurnal Sejarah Dan Pembelajaran Sejarah, 7(1), 1-8. https://doi.org/10.37478/sajaratun.v7i1.1825

Issue

Section

Articles