Peran Lembaga Adat Du’a Mo’an Watu Pitu-Mahe Udek Rang Hubin Desa Teka Iku Maumere (Makna Rekontruksi Sejarah)

Authors

  • Yosef Dentis Universitas Flores

DOI:

https://doi.org/10.37478/sajaratun.v10i1.6155

Abstract

Penelitian ini membahas peran Lembaga Adat Du’a Moan Watu Pitu serta konsep Mahe Udek Rang Hubin dalam kehidupan masyarakat desa Teka Iku Maumere, sebagai upaya merekonstruksi sejarah dan identitas budaya lokal. Lembaga ini memegang fungsi sentral dalam menjaga nilai-nilai tradisi, hukum adat, serta relasi sosial antarwarega, terutama dalam kontek ritus, pewarisan tanah, dan struktur kekuasaan lokal. Konsep Mahe Udek Rang Hubin dipahami sebagai simbol keterikatan kekerabatan, pengabdian, dan tangunggjawab kolektif antar komunitas adat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan metode observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Hasil studi menunjukan bahwa rekonstruksi sejarah melalui praktik adat dan narasi lisan menjadi sarana penting dalam memperkuat jati diri masyarakat serta melestarikan kearifan lokal yang terancam oleh perubahan zaman. Dengan demikian, peran Lembaga Adat dan Simbolisme budaya lokal menjadi fondasi dalam merawat kesinambungan sejarah dan identitas masyarakat desa Teka Iku.

 

Downloads

Download data is not yet available.

Keywords:

Lembaga, Adat, Rekontruksi, Sejarah

References

Aparicio, F. (1993). Dari Kekerabatan Menuju Kekuasaan: Transformasi Sistem Pemerintahan Tradisional Sikka. Yogyakarta: Kanisius.

Barnabas Made. (2015). Sistem Kekerabatan dan Kepemimpinan Adat dalam Masyarakat Sikka. Kupang: Pusat Kajian Budaya NTT.

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI. (1985). Ensiklopedi Suku Bangsa di Indonesia: Suku Sikka dan Budayanya. Jakarta: Balai Pustaka.

Geertz, Clifford. (1973). The Interpretation of Cultures. New York: Bacis Book.

Koentjaraningrat. (2009). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.

Luis B. Lewar, SVD. (2002). Wujud dan Makna Sistem Adat Du’a Mo’an Watu Pitu di Sikka Timur. Maumere: Seminari Tinggi Ledalero

Laporan KKN Tematik Unika Widya Mandira Kupang. (2021). Pemetaan Lembaga Adat dan Potensi Budaya di Desa Teka Iku. Tidak diterbitkan.

Moleong, Lexy J. (2019). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Nora,Pierre. (1996-1998). Realms of Memory: Rethinking the French Past (terjemahan dari Les Lieux de Mémoire). New York: Columbia University Press.

Pusat Bahasa dan Budaya Maumere. (2006). Cerita Rakyat dan Tradisi Lisan Sikka: Himpunan Lian Lodo dan Tua Golo. Maumere: STFK Ledalero Press.

Tukan, Silvester. (2018). Wacana Simbolik dalam Tradisi Adat Masyarakat Sikka: Analisis Hermeneutik. Maumere: Lembaga Studi Budaya Flores Timur.

Watun, Bernadus. (2010). Struktur dan Fungsi Lembaga Adat di Flores Timur dan Sikka. Ende: Nusa Indah.

Downloads

Published

2025-06-30

How to Cite

Dentis, Y. (2025). Peran Lembaga Adat Du’a Mo’an Watu Pitu-Mahe Udek Rang Hubin Desa Teka Iku Maumere (Makna Rekontruksi Sejarah). Sajaratun: Jurnal Sejarah Dan Pembelajaran Sejarah, 10(1), 37 - 44. https://doi.org/10.37478/sajaratun.v10i1.6155