Jejak Historis Dan Perkembangan Pengobatan Sangkal Putung Di Indonesia

Authors

  • Leo Saputro Universitas Negeri Semarang
  • Ibnu Sodiq Universitas Negeri Semarang
  • Fadly Husain Universitas Negeri Semarang

DOI:

https://doi.org/10.37478/sajaratun.v11i2.7297

Abstract

Penelitian ini membahas tentang pengobatan tradisional sangkal putung dan perkembangannya secara historis dari masa ke masa. Dimana pengobatan tradisional ini masih ada dan berkembang di masyarakat Indonesia sejak lama. Dengan bergantinya masa dari masa pra kolonial, masa kolonial hingga masa kemerdekaan, keberadaan praktik pengobatan tradisional sangkal putung masih diterima oleh masyarakat hingga saat ini yang menjadi alternatif pengobatan modern yang tidak sepenuhnya merambah pada lingkungan pedesaan. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki jejak sejarah pengobatan Sangkal Putung di Indonesia dengan menempatkannya dalam konteks sejarah sosial dan budaya. Penelitian ini berupaya mengungkapkan asal-usul dan perkembangan praktik Sangkal Putung, pola pewarisan pengetahuan antar generasi, serta dinamika posisinya dalam sistem pengobatan masyarakat dari waktu ke waktu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan fokus pada kajian kepusatakaan dan penelusuran historis. Metode ini dipilih dengan tujuan utama penelitian tidak untuk melakukan pengujian hipotesis atau mengukur variabel secara kuantitatif, tetapi untuk memahami dan menyusun ulang kisah pengobatan tradisional khususnya praktik pengobatan Sangkal Putung yang dilihat dari aspek sosial dan budaya masyarakat Indonesia. Sangkal Putung adalah salah satu jenis pengobatan tradisional yang masih eksis hingga saat ini, terutama dalam penanganan patah tulang. Secara sejarah, praktik ini telah ada sejak zaman pra-kolonial sebagai bagian dari pengobatan rakyat dan dijalankan oleh orang-orang yang memiliki keahlian khusus serta pengakuan sosial. Dalam masa kolonial, keterbatasan dan diskriminasi dalam layanan medis modern membuat masyarakat lokal tetap bergantung pada pengobatan tradisional, termasuk Sangkal Putung. Setelah merdeka, meskipun sistem kesehatan modern mulai dibangun, Sangkal Putung terus hidup berdampingan dengan pengobatan medis dalam pola pengobatan ganda. Keberadaan praktik ini hingga saat ini menunjukkan kuatnya kepercayaan masyarakat dan menegaskan posisi Sangkal Putung sebagai bagian dari identitas budaya dan sejarah kesehatan di Indonesia.

Downloads

Download data is not yet available.

Keywords:

Pengobatan Tradisional, Sangkal Putung, Sejarah Medis

References

Boomgaard, P. (2003). Smallpox, vaccination, and the Pax Neerlandica: Indonesia, 1550–1930. Bijdragen tot de Taal-, Land- en Volkenkunde, 159(4), 590–617.

Boomgaard, P. (2013). Colonial health care in Java, 1800–1942. In D. Arnold (Ed.), Imperial medicine and indigenous societies (pp. 76–95). Manchester University Press.

Foster, G. M., & Anderson, B. G. (2006). Medical anthropology. Johns Hopkins University Press.

Herdiana, Y. (2021). Faktor budaya dalam pemilihan pengobatan tradisional pada pasien patah tulang. Jurnal Keperawatan Indonesia, 24(2), 87–96.

Kautsar, R., Suryanto, T., & Rahmawati, D. (2018). Perilaku pencarian pengobatan masyarakat terhadap praktik Sangkal Putung. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 13(1), 45–54.

Kleinman, A. (1980). Patients and healers in the context of culture. University of California Press.

Koentjaraningrat. (2009). Pengantar ilmu antropologi (Edisi revisi). Rineka Cipta.

Sciortino, R. (1999). Traditional medicine in Indonesia: Practices and policies. Working Paper Series No. 49. Asia Research Centre, Murdoch University.

Sugiharto. (2016). Pengobatan tradisional dalam perspektif budaya Jawa. Jurnal Humaniora, 28(3), 315–327.

Sugiharto. (2019). Tradisi lisan dan pewarisan pengetahuan pengobatan tradisional. Jurnal Sejarah dan Budaya, 13(1), 1–14.

Sumirat, E. (2015). Efektivitas pengobatan Sangkal Putung pada kasus patah tulang. Jurnal Keperawatan Soedirman, 10(2), 112–119.

Suryani, D. (2020). Pengobatan tradisional dalam sistem kesehatan masyarakat Indonesia. Pustaka Pelajar.

Triratnawati, A. (2012). Medical pluralism dalam praktik kesehatan masyarakat Jawa. Jurnal Antropologi Indonesia, 33(2), 101–115.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan.

Downloads

Published

2025-12-30

How to Cite

Saputro, L., Sodiq, I., & Husain, F. (2025). Jejak Historis Dan Perkembangan Pengobatan Sangkal Putung Di Indonesia. Sajaratun: Jurnal Sejarah Dan Pembelajaran Sejarah, 10(2), 77 - 82. https://doi.org/10.37478/sajaratun.v11i2.7297