Koke Bale Sebagai Pusat Identitas Kolektif Masyarakat Di Desa Tenawahang, Kabupaten Flores Timur

Authors

  • Pankrasia Elisabeth Bota Keupung Universitas Flores
  • Katarina Dhiki Universitas Flores
  • Anita Anita Universitas Flores

DOI:

https://doi.org/10.37478/sajaratun.v10i2.7649

Abstract

Rumah adat merupakan salah satu produk budaya dari suatu masyarakat adat tertentu yang diwariskan secara turun-temurun. Rumah adat merupakan salah satu representasi kebudayan yang paling tinggi dalam sebuah komunitas suku atau masyarakat. Sama halnya dengan Rumah adat Koke Bale yang merupakan representasi dari budaya masyarakat di Desa Tenawahang, Kecamatan Titehena, Kabupaten Flores Timur. Sehubungan dengan hal tersebut, maka peneilitian ini bertujuan untuk menelusuri asal-usul rumah adat Koke Bale, dan mengidentifikasi simbol beserta makna dari setiap simbol yang ada pada rumah adat Koke Bale. Penelitian dilakukan dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Selanjutnya data dianalisis secara deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa rumah adat Koke Bale memiliki asal-usul yang erat kaitannya dengan perjalanan sejarah dan budaya masyarakat Lamaholot. Koke Bale didirikan oleh ketujuh suku yang melarikan diri dari daerah asal mereka akibat peperangan. Rumah adat ini dibangun sebagai eksitensi leluhur yang menetap dan membangun peradaban di wilayah tersebut. Di dalam rumah adat Koke Bale terdapat berbagai simbol penting yang masing-masing memiliki makna filosofis. Simbol parang dan tombak melambangkan keberanian, kekuatan dan kesiapan untuk melidungi keluarga serta adat istiadat. Simbol bulan dan bintang melambangkan hubungan spiritual dengan alam semesta. Figur seorang laki-laki yang memegang parang dan tombak menggambarkan peran laki-laki sebagai pemimpin, penjaga, pelindung keluarga dan masyarakatnya. Sementara itu, simbol motif kain tenun mencerminkan keindahaan, keuletan, ketekunan serta identitas kultural masyarakat Tenawahang. Koke Bale merupakan wujud nyata yang menunjukan eksistensi serta identitas budaya masyarakat desa Tenawahang.

 

Downloads

Download data is not yet available.

Keywords:

Rumah adat Koke Bale, Pusat Identitas Kolektif, Desa Tenawahang

References

Herman RN. 2018. Arsitektur Rumah Tradisional Aceh. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Rawamangun. Jakarta Timur.

Dahrul Suhardi. 2019. Makna Simbolik Konstruksi Rumah Adat(Mbaru Gendang) Desa Mbui’t Kecamatan Boleng Kabupaten Manggarai Barat. Skripsi. Universitas Muhammadiyah Mataram.

Leonard Julio Axel Mahal. (2020). “Perlindungan Hukum Atas Rumah Adat Sebagai Ekspresi Budaya Tradisional”. Dalam Jurnal Program Magister Hukum Vol. 01, No 01 2020.

Said, Abdul Azis. 2004. Toraja Simbolisme Unsur Visual Rumah Tradisional Toraja. Yogyakarta: Ombak.

Sukmadinata. (2006). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif. Bandung: Graha aksara.

Yudha Almerio Pratama Lebang. Analisis Semiotika Simbol Kekuasaan pada Rumah Adat Toraja (Tongkonan Layuk). Prosiding Temu Ilmiah IPLBI 2017. Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe

Downloads

Published

2025-12-30

How to Cite

Bota Keupung, P. E. ., Dhiki, K., & Anita, A. (2025). Koke Bale Sebagai Pusat Identitas Kolektif Masyarakat Di Desa Tenawahang, Kabupaten Flores Timur. Sajaratun: Jurnal Sejarah Dan Pembelajaran Sejarah, 10(2), 83 - 92. https://doi.org/10.37478/sajaratun.v10i2.7649