Kesiapsiagaan Pedagogis Guru IPS Di Dalam Mereposisi Museum Sebagai Situs Marginal: Peluang Dan Tantangan
DOI:
https://doi.org/10.37478/sajaratun.v11i1.7952Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena marginalisasi museum dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), di mana Museum Kota Makassar sering kali hanya dipandang sebagai objek wisata statis daripada laboratorium sosial yang dinamis. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kesiapsiagaan pedagogis guru IPS dalam mereposisi museum sebagai sumber belajar aktif guna menumbuhkan kesadaran sejarah dan Eco-Spatial Empathy siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap 10 guru IPS di Kota Makassar, observasi, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan secara tematik menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesiapsiagaan pedagogis guru masih berada pada tahap transisi antara paradigma tradisional dan progresif. Terdapat kesenjangan antara kesadaran konseptual guru mengenai pentingnya museum dengan kemampuan implementatif dalam mendesain perencanaan pembelajaran yang terstruktur. Meskipun interaksi dengan artefak museum terbukti mampu meningkatkan kemampuan berpikir kausalitas siswa, hambatan struktural seperti birokrasi perizinan, keterbatasan waktu, dan minimnya modul integratif masih menjadi kendala utama. Penelitian ini merekomendasikan perlunya penguatan literasi kurasi bagi guru dan kolaborasi sistemik antara institusi pendidikan dengan pengelola museum untuk mentransformasi museum kota menjadi Contextual Social Laboratory yang inklusif.
Downloads
Keywords:
Kesiapsiagaan, Pedagogis, Museum, MakassarReferences
Apriliani, V. D., Santoso, G., & Murtini, E. (2023). Menghargai Perbedaan?: Membangun Masyarakat Multikultural. Jurnal Pendidikan Transformatif , 2(2), 425–432.
Chatulistiwa, D., Mustika, N., Khairunnisa, S., & Santoso, G. (2024). Peran Museum Pendidikan Nasional Sebagai Media Dalam Pembelajaran Sejarah. Jurnal Pendidikan Transformatif (JPT), 03(02), 122–131.
Creswell, J. W. (2017). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches. Sage publications.
Darliana, E., Noverita, A., Siregar, Z., Sukma Zuliani Nasution, U., & Syah Fiqri, F. (2025). Pengenalan Museum Sebagai Sumber Belajar Sejarah Dan Budaya Untuk Meningkatkan Literasi Kultural Mahasiswa Pendidikan IPS. 6(1), 28–37. https://jurnal.stkipalmaksum.ac.id/index.php/jpkm
Junaeda, S., Nadiatul Jannah, D., Ima Kesuma, A., Widya Wati, F., Dewi Kabubu, R., & Nasihin. (2025). Mengenal Warisan Leluhur Lewat Museum: Upaya Membangun Kesadaran Budaya Generasi Muda. Paramacitra?: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 03(01), 3026–3564.
Latham, K. F. (2013). Numinous Experiences With Museum Objects. Visitor Studies, 16(1), 3–20. https://doi.org/10.1080/10645578.2013.767728
Miles, M. B., & Huberman, M. A. (2014). Qualitative Data Analysis. Sage Publication.
Moleong, L. J. (2018). Metodologi penelitian kualitatif. PT Remaja Rosdakarya.
Pelealu, A. E., & Winoto, D. E. (2023). Museum as a History Learning Information Center. Proceedings of the Unima International Conference on Social Sciences and Humanities (UNICSSH 2022), 1757–1763. https://doi.org/10.2991/978-2-494069-35-0_208
Santoso, G., Imawati, S., & Yusuf, N. (2023, November 6). Development Teacher And Method For Improving Pancasila and Civic Education (PCE). https://doi.org/10.4108/eai.15-9-2022.2335935
Sudarto, S., Warto, W., Sariyatun, S., & Musadad, A. A. (2025). Integrasi Pedagogi Reflektif dan Eco-Pedagogy dalam Konstruksi Kausalitas Sejarah: Membangun Kesadaran Nilai Lingkungan melalui Landscape Budaya dalam Pembelajaran Sejarah. Jurnal Artefak, 12(1), 213–236. https://doi.org/10.25157/ja.v12i1.20669
Sulistyo, B. (2019). Pendidikan Sejarah dan Pemanfaatan Museum. Alfabeta.
Zotou, E. (2025). Museum Education: The Learning Power of Museums. ISRG, 3(2), 18–22. https://doi.org/10.5281/zenodo.14965388


