Nilai Historis Arca Buddha Museum TPKS Sebagai Sumber Belajar Sejarah Lokal SMA PGRI 2 Palembang

Authors

  • Laisa Tiara Zalika Ananda Universitas PGRI Palembang
  • Kabib Sholeh Universitas PGRI Palembang
  • Nur Syafarudin Universitas PGRI Palembang

DOI:

https://doi.org/10.37478/sajaratun.v11i1.8221

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya pemanfaatan arca peninggalan Sriwijaya koleksi Museum Taman Purbakala Kedatuan Sriwijaya (TPKS) sebagai sumber belajar sejarah lokal di SMA PGRI 2 Palembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi koleksi arca Sriwijaya di Museum TPKS, menganalisis nilai historis arca bercorak Buddha, serta menganalisis integrasinya sebagai sumber belajar sejarah lokal. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan strategi studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, studi pustaka, dan studi dokumen. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Pada hasil penelitian peneliti memilih 19 koleksi arca Sriwijaya yang terdiri dari 5 arca Buddha dan 14 arca Hindu. Lima arca Buddha  Maitreya, Bodhisatwa I, Bodhisatwa II, Awalokiteswara, dan Buddha Bukit Siguntang  mengandung nilai historis meliputi nilai agama, toleransi, estetika, dan budaya. Nilai-nilai tersebut memiliki relevansi kuat dengan Capaian Pembelajaran Fase E Kurikulum Merdeka dan dapat diintegrasikan sebagai sumber belajar sejarah lokal melalui pengembangan media Flipbook yang realistis dan aplikatif. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa 19 arca yang dipilih terdiri dari  arca Sriwijaya 5 Buddha dan 14 Hindu, dengan lima arca bercorak Buddha mengandung nilai historis berupa nilai agama, toleransi, budaya, dan estetika. Nilai-nilai tersebut relevan dengan Capaian Pembelajaran Fase E Kurikulum Merdeka dan dapat diintegrasikan sebagai sumber belajar sejarah lokal di SMA PGRI 2 Palembang melalui pengembangan media Flipbook berbasis arca Buddha yang realistis dan aplikatif.

Downloads

Download data is not yet available.

Keywords:

Arca, Buddha, Historis, Museum, TPKS

References

Adwina, A., & Ashari, A. (2025). Arca sebagai simbol religius dalam perspektif arkeologi. Jurnal Arkeologi Indonesia, 12(2), 328–345. https://doi.org/10.55981/purbawidya.2025.11338

Raka, D. A., Srijaya, I. W., & Sapta, J. I. (2020). Kajian Ikonografi dan Fungsi Arca Hindu-Buddha di Pura Agung Batan Bingin Pejeng Kawan. HUMANIS:UniversitasUdayana, 24 3),266. https://doi.org/10.24843/JH.2020.v24.i03.p05

Rahman, N. H. S. N. A. (2010). Artifak Kebudayaan Melayu: Sumbangan Arkeologi dan Arkeologis. Perspektif Jurnal Sains Sosial dan Kemanusiaan, 2(1), 140-150.

Hariyono, H. (2018). Pendidikan Sejarah dan Karakter Bangsa Sebuah Pengantar Dialog. Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia, 1(1), 1–22. http://dx.doi.org/10.17977/um033v1i12018001

Januardi, A., & Superman, S. (2024). Rancangan Model Pembelajaran Sejarah Berbasis Nilai Tradisi dan Sejarah Lokal. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 6(1), 689-695. https://doi.org/10.31004/edukatif.v6i1.6369

Januszewski, A., & Molenda, M. (2008). Educational Technology: A Definition With Complementary. New York: Routledge. 1-365.

Lestari, N. M., & Susanti, L. R. (2023). Museum Pahlawan Nasional AK Gani sebagai sumber sejarah lokal dalam pembelajaran sejarah. Jurnal Educatio Fkip Unma, 9(1),54-64. https://doi.org/10.31949/educatio.v9i1.4 239

Sholeh, K. (2017). Prasasti talang tuo peninggalan kerajaan sriwijaya sebagai materi ajar sejarah indonesia di sekolah menengah atas. HISTORIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah, 5(2), 175-194. http://dx.doi.org/10.24127/hj.v5i2.946

Sholeh, K. (2019). Pelayaran Perdagangan Sriwijaya Dan Hubungannya Dengan Negeri-Negeri Luar Pada Abad VII-IX Masehi. HISTORIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Sejarah, 7(1), 1-20. http://dx.doi.org/10.24127/hj.v7i1.1310

Susanti, L. R. Pemanfaatan Warisan Kedatuan Sriwijaya Sebagai Sumber Pembelajaran. Siddhayãtra, 120. Https://Doi.Org/10.24832/Siddhayatra.V24i2.154

Kemendikdasmen. (2022). Panduan pembelajaran dan asesmen kurikulum merdeka. Jakarta: Kemendikbudristek.

Mahamid, M. N. L. (2023). Sejarah Maritim di Nusantara (Abad VII-XVI): Interkoneksi Kerajaan Sriwijaya, Majapahit, dan Demak. Historia Madania: Jurnal Ilmu Sejarah, 7(1), 32–49. DOI:10.15575/hm.v7i1.23014

Mindarto, M. (2022). Implementasi Nilai-Nilai Kearifan Lokal Arca Ganesa Peninggalan Kerajaan Sriwijaya Dalam Pembelajaran Sejarah Di Sma N 2 Air Sugihan. In Prosiding Seminar Nasional Fakultas Tarbiyah dan Keguruan 2022.

Oktaviani, E. D. (2020). Pemanfaatan Museum Keprajuritan Indonesia sebagai sumber belajar sejarah. Jurnal Pendidikan Sejarah, 9(2), 153-171. https://doi.org/10.21009/JPS.092.04

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 66 Tahun 2015 tentang Museum.

Permendikbud Nomor 12 Tahun 2024 tentang Capaian Pembelajaran.

Prabowo, M. R., & Supardi, S. (2022). Pemanfaatan museum dan situs cagar budaya di pontianak sebagai sumber belajar sejarah indonesia. Criksetra: Jurnal Pendidikan Sejarah, 11(1), 1-14. DOI:10.36706/jc.v11i1.14704

Putra, J. F., Fatmah, F., & Yuliarni, Y. (2023). Pemanfaatan Museum Negeri Provinsi Sumatera Selatan Sebagai Sumber Belajar Mahasiswa Pada Mata Kuliah Sejarah Indonesia Masa Pra-Aksara Dan Hindu Budha Tahun 2022 2023. Danadyaksa Historica, 3(2), 129-139. https://doi.org/10.32502/jdh.v3i2.7286

Rahmawati, W. P. (2017). Arti Simbolis Arca Buddha Maha-Aksobhya (Prasasti 1289) Sebagai Media Pencegahan Perpecahan Kerajaan Singhasari. Jurnal Pendidikan Sejarah, 5(3), 606-622. https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/avatara/article/view/20294

Syahputra, M. A. D., Sariyatun, S., & Ardianto, D. T. (2021). Peranan penting sejarah lokal sebagai objek pembelajaran untuk membangun kesadaran sejarah Siswa. Historia: Jurnal Pendidik dan Peneliti Sejarah, 4(1), 85-94. DOI: https://doi.org/10.17509/historia.v4i1.27035

Syafarudin, N., Zamhari, A., & Suriyadi, A. (2024). The Kingdom of Sriwijaya in History Textbooks in High School / Kerajaan Sriwijaya dalam Buku Teks Sejarah di SMA. Pendidikan Dan Humaniora, 8(2), 2303–2316. https://doi.org/10.36526/js.v3i2

Taim, E. A. P. (2022). Persebaran Arca Buddha Abad Ke-7-9 Masehi: Hubungannya Dengan Perkembangan Kawasan Awal Kerajaan Sriwijaya. Naditira Widya, 16(2), 95-106. DOI:10.24832/nw.v16i2.501

Wicahyah, D., Asyari, A. K., Irwanto, D., & Susanti, L. R. (2022). The Relationship between Buddhist education in Sriwijaya and Buddhist education in India. Ilomata International Journal of Social Science, 3(3), 303-313. https://doi.org/10.52728/ijss.v3i3.483

Wijaya, T., Alauwiyah, F., & Pahlevi, M. R. (2025). Pemanfaatan Museum Nasional Sebagai Sumber Belajar Bagi Mahasiswa Pendidikan Sejarah Universitas Sriwijaya. Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia (JPSI), 8(1), 42–60. http://dx.doi.org/10.17977/um0330v8i1p42-60

Downloads

Published

2026-06-14

How to Cite

Ananda, L. T. Z., Sholeh, K. ., & Syafarudin, N. . (2026). Nilai Historis Arca Buddha Museum TPKS Sebagai Sumber Belajar Sejarah Lokal SMA PGRI 2 Palembang. Sajaratun: Jurnal Sejarah Dan Pembelajaran Sejarah, 11(1), 91 - 99. https://doi.org/10.37478/sajaratun.v11i1.8221