Menggali Nilai-Nilai Budaya Sejarah yang Terkandung pada Motif Tenun Ikat Jara dan Anggo pada UMKM Tenun Ikat In Roworeke Aenari Rewarangga

Authors

  • Winda Deze Universitas Flores
  • Anjelina Tea Universitas Flores
  • Angela Yolanda Mando Universitas Flores
  • Maria Elianti Bupu Universitas Flores
  • Maria Magdalena Wea Universitas Flores
  • Anjelina Patrisia Meno Universitas Flores

DOI:

https://doi.org/10.37478/sajaratun.v11i1.8236

Abstract

Tenun ikat merupakan warisan budaya yang memiliki nilai historis, sosial, filosofis, dan ekonomi bagi masyarakat Ende, Nusa Tenggara Timur. Salah satu motif yang masih dilestarikan adalah motif Jara dan Anggo yang diproduksi oleh UMKM Tenun Ikat In Roworeke Aenari Rewarangga. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai budaya yang terkandung dalam kedua motif tersebut serta menjelaskan proses produksi tenun ikat sebagai wujud teknologi budaya masyarakat Ende. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan etnografi. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam dengan ketua komunitas, dokumentasi, dan studi pustaka. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif Jara mengandung nilai historis, sosial, adat, estetika, dan identitas lokal yang berkaitan dengan simbol keberanian leluhur serta fungsi kuda sebagai belis dalam perkawinan adat. Sementara itu, motif Anggo mengandung nilai simbolik-filosofis, sosial-komunal, dan pelestarian identitas budaya yang tercermin dalam makna singgasana adat dan lingkaran gawi sebagai simbol persatuan masyarakat Ende. Penelitian juga menemukan bahwa kedua motif telah memperoleh perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI), yang memperkuat pengakuan terhadap identitas budaya lokal. Selain itu, proses produksi tenun ikat yang melibatkan teknik, peralatan tradisional, dan pengetahuan lokal yang diwariskan secara turun-temurun menunjukkan bahwa tenun ikat merupakan bentuk teknologi budaya yang kompleks. Dengan demikian, motif Jara dan Anggo tidak hanya berfungsi sebagai produk ekonomi, tetapi juga sebagai media pelestarian nilai budaya dan pengetahuan tradisional masyarakat Ende.

Downloads

Download data is not yet available.

Keywords:

Nilai, Budaya, Sejarah, Tenun ikat, Jara dan Anggo

References

Data hasil wawancara dengan Anastasia Nia, ketua UMKM Tenun Ikat In Roworeke AENARI Rewarangga, Kabupaten Ende.

Geertz, C. (1973). The interpretation of cultures. New York: Basic Books.

Gual, M. (2020). Perubahan bahan dan teknik dalam produksi tenun ikat Ende-Lio di era modern. Jurnal Kajian Budaya Nusantara, 5(2), 45–.58.

Januarti, Y., Widyastuti, R., & Kurniawan, D. (2019). Transformasi warisan budaya menjadi komoditas ekonomi kreatif: Tantangan pelestarian budaya lokal. Jurnal Humaniora Indonesia, 21(1), 67–79.

Koentjaraningrat. (2015). Pengantar ilmu antropologi (Edisi revisi). Jakarta: Rineka Cipta.

Kusi, A. M. (2024). Simbolisme motif lawo dalam budaya masyarakat Ende-Lio. Jurnal Kajian Budaya Flores, 8(1), 25–39.

Merdja, J., & Restianim, V. (2022). Kajian etnomatematika pada motif tenun ikat Ende Lio. AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika, 11(1), 727–738. https://doi.org/10.24127/ajpm.v11i1.4897

Rodliyah, S. (2024). NTT ikat woven cloths: Weaving tradition, motifs and their symbolic meanings. Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya, 26(1), 35–41.

Sibarani, R. (2018). Kearifan lokal: Hakikat, peran, dan metode tradisi lisan. Jakarta: Asosiasi Tradisi Lisan.

Sulaiman, S., Natsir, R. A., & Fitri, M. (2023). Menggali nilai-nilai budaya yang terkandung pada motif tenun ikat di Suku Ende Lio Desa Manulondo. SABANA: Jurnal Sosiologi, Antropologi, dan Budaya Nusantara, 2(3), 120–129.

UNESCO. (2023). Convention for the Safeguarding of the Intangible Cultural Heritage. Paris: United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization.

Wahab, M. I., Berbara, E., & Aswim, D. (2024). Menggali makna motif tenun ikat dalam hubungan dengan perilaku sosial masyarakat di Desa Sikka Kecamatan Lela Kabupaten Sikka. Seminar Nasional Teknologi, Kearifan Lokal dan Pendidikan Transformatif (SNTEKAD), 1(1), 11–18. https://doi.org/10.12928/sntekad.v1i1.15455

Downloads

Published

2026-06-23

How to Cite

Deze, W. ., Tea, A. ., Mando, A. Y. ., Bupu, M. E. ., Wea, M. M., & Meno, A. P. . (2026). Menggali Nilai-Nilai Budaya Sejarah yang Terkandung pada Motif Tenun Ikat Jara dan Anggo pada UMKM Tenun Ikat In Roworeke Aenari Rewarangga. Sajaratun: Jurnal Sejarah Dan Pembelajaran Sejarah, 11(1), 146 - 154. https://doi.org/10.37478/sajaratun.v11i1.8236